_______________________________e-KONSEL_______________________________
Milis Publikasi Elektronik Pelayanan Konseling Kristen
_____________________________________________________________________
EDISI 176/15 Januari 2009
Daftar Isi:
= Pengantar: Masa Transisi
= Cakrawala: Konseling dan Masalah-Masalah Remaja
= Tips: Konseling Remaja
= Info Situs: Walking-Wounded.Net
PENGANTAR ____________________________________________________________
Salam sejahtera,
Masa remaja adalah masa transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa
awal. Ciri-ciri dari masa transisi sangat mudah dikenali. Biasanya,
anak-anak remaja cenderung menunjukkan sikap yang mudah terpengaruh,
kesulitan dalam menentukan sikap, penampilan yang tampak berbeda,
dan emosi yang labil.
Pada masa-masa transisi ini pula, remaja rentan terhadap
permasalahan sehari-hari, baik masalah dengan orang tua, sekolah,
lingkungan pergaulan, dan teman. Oleh sebab itulah, pendampingan
terhadap mereka sangat diperlukan supaya mereka tidak larut lebih
dalam lagi pada masalah-masalah saat masa transisi ini. Yang menjadi
tantangan adalah bagaimana supaya remaja ini tidak menjadi terganggu
dengan pendampingan yang kita lakukan.
Sajian artikel dan tips berikut ini, sedikit banyak akan memperlebar
lagi wawasan kita tentang konseling pada remaja dan permasalahannya.
Silakan simak, kiranya menjadi berkat.
Pimpinan Redaksi e-Konsel,
Christiana Ratri Yuliani
CAKRAWALA ____________________________________________________________
KONSELING DAN MASALAH-MASALAH REMAJA
Masalah-masalah remaja bisa diselesaikan dengan dua cara, yaitu
dengan mengonseling para remaja dan dengan membantu orang tua. Dalam
kedua kasus ini, konselor harus menunjukkan bahwa dia memunyai
pemahaman yang luas tentang perjuangan-perjuangan para remaja ini
dan pengetahuan tentang berbagai tekanan yang terbentuk, baik dalam
diri konseli maupun dalam rumah mereka. Sering kali, orang tua dan
remaja dibingungkan, dikecewakan, dan terluka karena ketegangan
interpersonal dan tekanan-tekanan remaja yang telah terbentuk.
Biasanya ada kemarahan, kehilangan harga diri, kecemasan akan masa
depan, dan perasaan bersalah di masa lalu. Konselor yang memahami
dan menerima masalah-masalah tersebut tanpa memihak, bisa
mendapatkan dampak penting, baik dari orang tua maupun remaja.
Dampak itu bahkan bisa lebih besar bila konselor cukup peka, tenang,
penuh belas kasih, dan tangguh dalam menoleransi kritik dan pujian,
yang kadang-kadang muncul dalam sesi konseling. Remaja dan orang tua
mereka membutuhkan orang yang peduli, bijaksana, dan percaya diri,
yang dapat memberikan tuntunan yang tenang dan menyejukkan di saat
masalah berkecamuk.
1. Konseling Orang Tua
a. Dukungan dan Semangat
Saat masalah remaja muncul, orang tua sering kali menyimpulkan
bahwa merekalah yang salah, bahwa mereka bukanlah orang tua
yang baik, atau bahwa merekalah yang menjerumuskan anak-anak
mereka kepada suatu masalah tertentu. Konselor tidak dapat
membantu bila mereka mengabaikan atau menjelaskan
perasaan-perasaan yang muncul itu, tetapi akan ada manfaatnya
bila seorang konselor meyakinkan dan memberi dorongan kepada
orang tua. Hampir semua anak-anak -- bahkan anak-anak dari
orang tua yang efektif sekalipun -- mengalami masa-masa di
mana mereka marah, memberontak, menarik diri, depresi, dan
mengkritik. Kita tahu bahwa pada mulanya Allah, satu-satunya
Orang Tua yang sempurna, memunyai anak-anak yang memberontak
kepada-Nya. Hal ini bisa menenangkan para orang tua karena Dia
juga mengalami hal yang sama dan memahami perjuangan mereka.
Hal ini juga menolong kita untuk mengingatkan para orang tua
bahwa mereka bukanlah satu-satunya orang yang memengaruhi
perilaku para remaja dan anak muda. Di rumah, orang tua perlu
bersantai, mendengarkan, dan mencoba memahami anak-anak remaja
mereka. Yang terpenting adalah terus mencari pertolongan
sehari-hari dan meminta tuntunan Tuhan yang menuntun dan
mengetahui cara terbaik untuk mengatasi masalah-masalah yang
ada, termasuk masalah-masalah remaja sekalipun.
b. Konseling Keluarga
Orang tua tidak seharusnya disalahkan atas semua stres yang
dialami oleh para remaja, tetapi hal ini tidak berarti bahwa
orang tua tidak pernah salah. Saat seorang remaja atau
beberapa anggota lain dalam keluarga itu memiliki masalah,
akar masalah yang sebenarnya sering kali terletak pada
kegagalan keluarga itu. Misalnya, saat orang tua punya masalah
pernikahan yang serius, anak-anak bisa bertindak berlebihan,
melarikan diri, atau mengembangkan perilaku-perilaku yang
menuntut perhatian. Hal ini mengalihkan perhatian orang tua
dari masalah pernikahan mereka, menyatukan mereka untuk
memfokuskan perhatian pada masalah remaja dan kadang-kadang
memberi jalan keluar kepada remaja untuk melepaskan diri dari
suasana rumah yang tidak bisa dikendalikan lagi.
Beberapa konselor meminta seluruh keluarga untuk mengikuti
konseling, bahkan saat anak laki-laki atau perempuan mereka
yang masih remaja diketahui sebagai orang yang bermasalah.
Orang yang bermasalah bisa benar-benar mencerminkan masalah
rumah dengan lebih dalam. Kadang-kadang, bila keluarga dapat
dibantu supaya berfungsi dengan lebih baik, masalah remaja
pulih secara dramatis.
c. Tetapkan batas.
Beberapa konflik di rumah yang dialami oleh remaja dikarenakan
anak-anak muda ini meminta kebebasan lebih dari yang diberikan
oleh orang tua, setidaknya pada awalnya. Saat remaja berlaku
menentang atas batasan yang ditetapkan, orang tua bisa memberi
respons yang berbeda. Beberapa orang tua mulai bertanya-tanya
apakah mereka kaku dan tidak masuk akal. Beberapa merasa
terancam dan berlebihan. Yang lainnya merespons dengan
memperketat aturan-aturan dan menolak untuk bernegosiasi atau
mengalah. Banyak pula yang menanyakan kemampuan mereka sebagai
orang tua.
Daripada mengabulkan permintaan remaja (suatu tindakan yang
biasanya akan memicu permintaan lain lagi), orang tua bisa
dibantu untuk mengetahui bahwa seluruh anggota keluarga
memiliki hak dalam rumah tangga. Untuk memastikan hak ini,
beberapa batasan harus dibuat dan dirawat, dengan mengabaikan
tekanan remaja dan lingkungan tetangga, tetapi juga harus ada
keleluasaan, komunikasi, dan diskusi. Melalui kata-kata dan
tindakan mereka, orang tua bisa menunjukkan kasih, penerimaan,
dan menghargai satu dengan yang lainnya dan seluruh anggota
keluarga lainnya. Contoh seperti ini tampaknya lebih efektif
daripada mengomeli, mengkritik, atau memberikan nasihat. Saat
remaja itu semakin dewasa, mereka harus diberi kebebasan yang
lebih besar lagi, tetapi harus selalu ditekankan pada hak dan
minat orang lain. Konselor bisa membantu orang tua membuat
batasan yang praktis, peka terhadap kebutuhan anak muda, dan
sesuai dengan standar Alkitab. Kadang-kadang orang tua tahu
apa yang harus dilakukan, tetapi mereka perlu seseorang yang
memberikan dukungan, khususnya pada saat keluarga mengalami
stres.
d. Tuntunan Rohani
Merton Strommen adalah seorang peneliti yang telah
menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mempelajari remaja dan
orang tua mereka. Beberapa dari penelitiannya menyimpulkan
bahwa remaja cenderung mengabaikan agama keluarga mereka bila
iman orang tua berdasarkan aturan-aturan, daripada nilai-nilai
Kristen yang berupa penerimaan dan pengampunan. Bila orang tua
kaku dan taat hukum, atau bila keluarga itu benar-benar
memerhatikan status, penerimaan dalam masyarakat, atau
persaingan, maka anak-anak muda akan lebih senang memberontak.
Akhirnya, perilaku-perilaku orang tua ini benar-benar menjadi
dasar atas ketidakamanan dan kecemasan. Konseling atas masalah
ini sangat menolong, tetapi ada juga nilai dalam menolong
orang tua tumbuh secara rohani, membangun nilai-nilai yang
alkitabiah, dan terus hidup dalam gaya hidup Kristen.
Konseling yang seperti ini memberi manfaat baik bagi orang tua
maupun anggota keluarga yang secara tidak langsung juga
terbantu.
2. Konseling Remaja
Mungkin tugas yang paling sulit dalam konseling remaja adalah
membangun hubungan yang saling percaya dan membantu konseli muda
mengenali kebutuhannya untuk ditolong. Beberapa konseli datang
dengan sukarela meminta bantuan, tetapi sering kali remaja merasa
tidak membutuhkan konseling dan mereka dikirim oleh orang tua,
guru, atau hakim. Saat hal itu terjadi, konselor dipandang
sebagai sekutu orang tua, dan penolakan pun muncul di awal
pertemuan.
a. Membuat Rapor Perkembangan
Kejujuran dan hormat, dipadu dengan belas kasih dan
kelemahlembutan, semuanya penting, khususnya saat konseling
baru dimulai. Bila ada perlawanan, hadapilah secara langsung
dan berikan kesempatan kepada konseli untuk memberikan
respons. Anda bisa bertanya, "Bisakah kamu jelaskan apa yang
menyebabkan kamu ada di sini?" Bila konseli tidak memberikan
respons, tanyakan: "Orang lain pasti ingin kamu datang kemari.
Saya yakin kamu pasti punya beberapa alasan." Tunjukkan hormat
pada konseli dan hindari memberi pertanyaan dengan cara yang
menunjukkan penghakiman atau kritikan. Hal ini justru
menimbulkan perlawanan dan meningkatkan pembelaan dirinya.
Berusahalah untuk memfokuskan diskusi pada masalah tertentu
secara konkret, dengarkan dengan cermat apa yang dikatakan
konseli, izinkan konseli untuk mengungkapkan perasaannya, dan
secara berkala tunjukkan apa yang sedang terjadi secara
emosional selama wawancara berlangsung. "Kamu kelihatannya
sangat marah," atau "Saya rasa kamu sangat bingung sekarang
ini," adalah contoh komentar-komentar yang mendorong perasaan
untuk berdiskusi. Cobalah untuk menjaga suasana tetap santai,
tidak resmi, pada tahap berbincang-bincang.
b. Pemindahan
Kata pemindahan ini merujuk pada kecenderungan beberapa
individu untuk memindahkan perasaan tentang seseorang di masa
lalu ke seseorang di masa kini. Contoh, seorang konseli muda
yang membenci ayahnya bisa memindahkan kebenciannya kepada
konselor pria. Konselor harus mengetahui bahwa dia sering kali
akan dimusuhi, dicurigai, ditakuti, atau dibanggakan terutama
karena sang konselor mirip dengan orang dewasa lainnya.
Konselor mungkin ingin mendiskusikan pemindahan perasaan ini
dengan konseli mereka. Kadang-kadang hal ini berujung pada
wawasan dan perilaku bermanfaat yang dapat diterapkan pada
sesi konseling.
Sebagai seorang konselor, cobalah untuk tidak memberi respons
seperti orang tua konseli, pahlawan, atau orang lain yang
kepadanya Anda disejajarkan. Selain itu, waspadalah pada
pemindahan balik. Hal ini merujuk pada kecenderungan konselor
untuk melihat kesamaan antara konseli dan beberapa orang
lainnya. Bila konseli mengingatkan Anda pada anak Anda
sendiri, misalnya, atau bila Anda menjadi ingat pada tetangga
Anda yang suka membuat masalah, perasaan Anda pada orang-orang
ini bisa dipindahkan kepada konseli dan memengaruhi
objektivitas Anda sebagai penolong. Sebaiknya tidak
memperlihatkan hal ini kepada konseli, tetapi Anda akan sangat
terbantu bila Anda mendiskusikan hal ini dengan konselor lain.
c. Mengenali Masalah
Sangat sulit untuk menolong bila Anda tidak dapat mengenali
masalahnya. Karena konseli remaja kadang-kadang menyangkali
bahwa mereka punya masalah, maka konseling bisa menjadi suatu
tantangan. Daripada mencoba untuk mengelompokkan atau
mendiagnosa masalah, akan lebih menolong bila mendorong remaja
untuk membicarakan masalah-masalah mereka, misalnya tentang
sekolah, kegiatan di waktu luang, minat, apa yang disukai dan
tidak disukai, orang tua, teman-teman, rencana masa depan,
agama, kencan, seks, kekhawatiran, dan masalah-masalah serupa
lainnya. Mulailah dengan hal-hal yang relatif tidak mengancam
(misalnya, "Ceritakan tentang sekolahmu atau keluargamu";
"Hal-hal yang baru-baru ini terjadi dan menarik perhatianmu")
dan kemudian bergeraklah ke hal-hal yang sensitif. Dalam
melakukan semua hal ini, Anda seharusnya menunjukkan bahwa
Anda benar-benar ingin mendengarkan. Cobalah untuk menjadi
teman, bukan penyidik. Beberapa pertanyaan umum mungkin
diperlukan untuk memulai prosesnya, tetapi ketika konseli
mulai berbicara dan Anda menunjukkan keinginan untuk memahami,
konseli remaja mungkin mulai mengungkapkan ketakutannya,
perasaan-perasaannya, perilakunya, kekhawatirannya, kata
hatinya, tekanan interpersonal, pembelaan diri, dan hal-hal
penting lainnya.
d. Menentukan Tujuan
Setelah Anda membuat rapor perkembangan, mulai mengenali
masalah, dan mendapatkan beberapa pandangan mengapa rencana
tindakan semula tidak berhasil, maka ada baiknya untuk
menyusun beberapa tujuan.
Dalam berbagai kondisi konseling, tujuan harus sespesifik
mungkin. Bila Anda dan konseli Anda memiliki tujuan yang
berbeda, ketidakcocokan ini harus diselesaikan. Kemudian, saat
tujuan yang jelas dan bisa diterima oleh kedua belah pihak
sudah terbentuk, konseli harus ditolong untuk mengambil
tindakan untuk mencapai tujuan ini. Langkah ini dianggap
sebagai tahap yang penting sekali dalam konseling; point
kritis di mana kegagalan dalam proses konseling paling mungkin
terjadi. Mudah bagi setiap orang untuk setuju pada tujuan yang
ditetapkan, tetapi lebih sulit untuk membuat perubahan yang
akan terus bergerak setahap demi setahap sampai tujuan
akhirnya.
Akhirnya, konselor Kristen membantu anak muda ini tumbuh
dewasa dan menjadi orang dewasa yang menghormati Kristus
melalui gaya hidup, kepercayaan, ketenangan diri, dan hubungan
pribadi mereka. Untuk menolong konseli mencapai tujuan ini,
perlu fokus pada masa sekarang, masalah-masalah yang lebih
mendesak. Kadang-kadang hal ini dilakukan dengan menuntun
konseli ketika mereka mengubah pikiran, pandangan, dan
perilaku mereka. Ada saat-saat di mana Anda mungkin ingin
mengadakan konseling kelompok. Konseling kelompok ini bisa
menjadi pertolongan istimewa bagi remaja yang memunyai masalah
interpersonal, kecenderungan untuk menarik diri, atau
masalah-masalah yang dibagikan oleh orang lain, misalnya
pelecehan dalam keluarga, orang tua pemabuk, atau kerabat yang
punya penyakit parah. Hubungan dan "sharing" yang saling
menguntungkan yang ada dalam konseling kelompok bisa
memberikan semangat dan mengajarkan remaja pentingnya
pelajaran tentang bagaimana berhubungan dengan orang lain
secara efektif. Sering kali, hal ini membebaskan mereka untuk
bertumbuh secara rohani yang membawa jawaban akhir atas
masalah-masalah kehidupan. (t/Ratri)
Diterjemahkan dan disesuaikan dari:
Judul buku: Christian Counseling: A Comprehensive Guide
Judul asli artikel: Counseling and the Problem of Adolescents
Penulis: Gary R. Collins, Ph.D.
Penerbit: Word Publishing, Dallas, London, Vancouver, Melbourne 1988
Halaman: 175 -- 178
TIPS _________________________________________________________________
KONSELING REMAJA
Sekitar tahun 1950-an, pengaruh terbesar dalam hidup remaja adalah
rumah. Berikutnya adalah sekolah, gereja, teman sebaya, dan
televisi. Suatu survei di tahun 1990 membuktikan bahwa teman sebaya
kini menjadi pengaruh terbesar bagi remaja, diikuti kemudian oleh
musik rap, televisi, rumah, dan sekolah. Gereja bahkan tidak ada
dalam daftar tersebut!
Selain berita ini, sebagian besar anak muda (92%) ingin belajar
lebih dalam lagi tentang nilai-nilai. Hal ini tampaknya menunjukkan
bahwa anak-anak muda ini secara intuitif memahami bahwa
masalah-masalah besar, seperti kekerasan, seks bebas, ketidakhadiran
orang tua, penyalahgunaan obat-obatan, dan kehamilan di usia muda
akan lebih mudah diselesaikan bila nilai-nilai moral diajarkan dan
dipercayai.
Namun, pendeta yang mengonseling para remaja harus memahami bahwa
remaja generasi sekarang ini adalah generasi yang pesimis. Banyak
anak remaja yang memandang warisan mereka sebagai dunia yang
terpolusi dan masyarakat yang terpecah-pecah karena ras yang
sebagian besar tertekan oleh masalah-masalah sosial yang
bertumpuk-tumpuk. Mereka merasa dicurangi dan dikhianati oleh
kemungkinan bahwa masa-masa emas suatu era akan berakhir. Generasi
baru anak-anak muda ini mempertanyakan kekuasaan dan membawa
penghinaan yang dapat dilihat secara hierarki. Dalam beberapa hal,
anak-anak muda ini terus bergerak, sangat ingin berkembang tetapi
takut pada konsekuensi-konsekuensi.
Berbicara dengan Anak Remaja
Meski situasinya buruk, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan.
Berikut beberapa saran yang bisa menolong kita melayani dengan
efektif remaja-remaja masa kini yang terluka.
1. Hindari berlaku seperti seorang remaja supaya bisa menjalin
relasi dengan mereka.
Ini adalah kesalahan yang umum terjadi secara terus-menerus.
Seorang konselor tidak perlu mengenakan pakaian model terbaru,
mendengarkan musik, atau menggunakan bahasa gaul (yang
kelihatannya aneh) untuk bisa menjalin relasi dengan anak muda.
2. Menjadi pendengar yang ahli.
Dengarkan anak-anak remaja dengan apa yang disebut Theodore Reik
sebagai "telinga ketiga". Konseling akan mati bila dilakukan
tanpa mendengarkan hati yang terluka -- kecemasan, kesedihan,
rasa malu, kesepian -- yang ada di balik anak muda yang tampaknya
biasa-biasa saja. "Cepatlah untuk mendengar tetapi lambat untuk
berkata-kata." (Yakobus 1:19)
3. Tunjukkan peliknya masalah-masalah yang ditunjukkan oleh para
remaja.
Gunakan alat-alat penilaian, misalnya "Helping the Strugling
Adolescent: A Counseling Guide" (Zondervan). Sumber bahan ini
berisi formulir-formulir dan tuntunan-tuntunan untuk menilai
suatu masalah -- depresi, rasa bersalah, kecemasan, dukacita,
penyalahgunaan obat-obatan, kelainan makan, dan masalah-masalah
lainnya -- dengan cepat.
4. Tantanglah kata-kata yang berlebihan dalam percakapan.
Beberapa remaja menjelaskan suasana hidup mereka dalam ungkapan
yang global, misalnya "Semuanya berantakan", "Tidak ada yang
benar", "Ayah benar-benar bodoh". Selama mereka terus melihat
dunia dengan cara yang seperti ini, mereka tetap akan terpojok.
Bekerja keraslah untuk menyingkirkan ungkapan-ungkapan yang tidak
masuk akal ini.
5. Biasakanlah diri dengan hal-hal yang mereka hadapi.
Remaja zaman sekarang membutuhkan konselor yang tidak malu
terhadap masalah-masalah seperti masturbasi, penggunaan obat
terlarang, perceraian orang tua, kematian teman, perkosaan, atau
masalah-masalah seksual lainnya. Dengan atau tanpa bantuan,
anak-anak remaja akan menghadapi masalah-masalah itu.
6. Mintalah bantuan pada sebuah badan atau kelompok-kelompok
pendukung.
Mereka yang tidak punya pengalaman secara khusus menangani
masalah anak-anak muda bisa mengarahkan para remaja ini kepada
seseorang yang sudah berpengalaman dalam menangani masalah
remaja. Remaja yang berjuang terhadap pelecehan yang dilakukan
orang tua, depresi yang berat, bunuh diri, masalah makanan,
fobia, masalah tidur, atau kecanduan obat-obatan, bisa
disembuhkan dengan bantuan seorang ahli. Pendeta tidak akan dapat
membantu setiap remaja yang bergumul.
Buddy Scott, penulis "Relief for Hurting Parents", mendirikan dan
memimpin suatu agensi yang menolong keluarga dari para remaja.
Kelompok pendukungnya, "Parenting Within Reason", adalah sumber yang
sangat baik bagi orang tua dan penolong-penolong lainnya.
Sayangnya, tidak ada formula yang universal atau sederhana tentang
menyelesaikan masalah-masalah anak muda sekarang yang begitu
kompleks. Bila kita membuat sesuatu yang berbeda dalam hidup mereka,
kita akan perlu melakukan prinsip-prinsip yang telah terbukti secara
psikologi kontemporer ini dengan tetap bersandar pada teologi
alkitabiah, dan mencari pimpinan Roh Kudus dalam setiap usaha kita.
(t/Ratri)
Diterjemahkan dari:
Judul buku: Leadership Handbook of Outreach and Care
Judul asli artikel: Adolescent Counseling
Penulis: Les Parrott III
Penerbit: Bakers Book, Michigan 1994
Halaman: 318 -- 319
INFO SITUS ___________________________________________________________
WALKING-WOUNDED.NET
Situs ini dibangun untuk memenuhi beberapa tujuan, yakni mendorong,
menyediakan sumber bahan, dan membantu orang-orang Kristen dan
lainnya yang sedang mengalami masa-masa sulit dalam hidup --
kesulitan dalam hal emosi, keuangan, dan lainnya. Tujuan-tujuan
tersebut diupayakan terwujud dengan menyediakan artikel yang sudah
dikategorikan dengan rapi, tautan situs terkait, dan juga layanan
doa. Dan meski berkantor pusat di Inggris dan kebanyakan tautan
situsnya berhubungan dengan Inggris, namun situs ini diperuntukkan
bagi orang-orang Kristen di seluruh dunia.
Penggerak dan pembangun situs ini percaya bahwa kebanyakan dari kita
pasti pernah mengalami masa kelam dan sulit dalam hidup, dan hal
tersebut dapat teratasi saat ada orang-orang yang berdoa bagi kita,
serta dengan mendengar pengalaman orang lain. Namun, terlebih dari
itu, ada Yesus yang menjadi sumber pengharapan dan kekuatan kita
dalam masalah dan pergumulan kita.
==> http://www.walking-wounded.net/
Oleh: Dian Pradana (Staf Redaksi)
_______________________________e-KONSEL ______________________________
Pimpinan Redaksi: Christiana Ratri Yuliani
Staf Redaksi: Tatik Wahyuningsih dan Dian Pradana
Penanggung Jawab Isi Dan Teknis Yayasan Lembaga SABDA
INFRASTRUKTUR dan DISTRIBUTOR Sistem Network I-KAN
Copyright(c) 2009
YLSA -- http://www.ylsa.org/
Katalog -- http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Anda punya masalah/perlu konseling? atau ingin mengirimkan
Informasi/artikel/bahan/sumber konseling/surat/saran/pertanyaan/dll.
silakan kirim ke:
konsel(at)sabda.org atau owner-i-kan-konsel(at)hub.xc.org
Berlangganan: subscribe-i-kan-konsel(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-konsel(at)hub.xc.org
ARSIP: http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/
Situs C3I: http://c3i.sabda.org/
Network Konseling: http://www.in-christ.net/komunitas_umum/network_konseling
______________________________________________________________________
Wednesday, January 14, 2009
Thursday, December 11, 2008
Anda pingin damai? Perang dulu! Baru ada damai. Anda pingin merdeka? Singkirkan penjajah dulu! Anda pingin pinter? Singkirkan kebodohan dulu! Anda pingin juara? Bertanding dulu! Anda pingin persatuan? Singkirkan roh permusuhannya dulu! Anda pingin benar? Singkirkan ketidakbenarannya dulu! Anda pingin sorga? Buatlah neraka lebih dulu! Anda pingin menjadi anak ALLAH? Cerailah dulu dari bapak kamu; si Iblis itu! Anda pingin terang? Singkirkan kegelapan dulu! Anda pingin bahagia? Enyahkanlah kenakalan anak-anak anda dulu! Anda pingin harmonis? Enyahkan roh perselingkuhannya dulu! Anda pingin rumahtangga yang tidak ribut? Selesaikan dulu mulut cerewet istri kamu itu! Tahukah anda bahwa ketika negara-negara bercita-cita bersatu melalui lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa, maka yang mereka tajamkan adalah pedangnya! – Maka orang-orang munafikpun berkata: “Itu ‘kan Amerika? Negeri Kristen yang kafir itu?” Hai munafik; apakah negeri kita tidak ada tentaranya? Apakah di Saudi Arabia sana tidak ada tentaranya? Apakah di Kitab Sucimu tidak ada perintah untuk memenggali kepala orang-orang kafir? Apakah di Al Qur’anmu tidak ada perintah untuk memasuk kan semua orang ke dalam Islam? Semua itu sudah benar! Itu semua adalah konsep kerja yang benar; bahwa musuh harus dihabisi barulah bisa lahir Islam yang murni. Yang nggak benernya adalah dalam hal penafsirannya saja. Bahwa yang seharusnya dimusnahkan itu adalah akal budi orangnya, bukan orangnya. Di sinilah kesalahan Islam itu! Jadi, apakah anda seorang Islam? Pasti anda berpikir bahwa Islam itulah agama yang paling benar, sehingga anda memilihnya. Sebab mana mungkin anda memilih suatu agama yang anda pikir tidak benar? Nggak mungkin ‘kan? Tapi sudahkah anda membuktikan bahwa agama-agama yang lainnya itu salah? Sudahkah anda mencoba mengingatkan saudara-saudara anda, sanak famili anda, ayah-ibu anda, kakak-adik anda, sahabat dan para tetangga anda yang saat ini masih beragama Kristen, atau Hindu, Budha, dan lain-lainnya, bahwa mereka semua itu sedang terancam kehidupan akheratnya karena m emeluk suatu agama yang salah atau sesat? Mengapa hanya demi menjaga perasaan, menjaga persaudaraan, menjaga persatuan, menjaga pergaulan, dan lain-lain alasan anda tenggelamkan kebenaran agama anda? Begitu juga dengan anda-anda yang Kristen hura-hura hari Mingguria; mengapakah anda berdiam diri saja tidak memberitakan Injil? Mengapakah engkau menyembunyi kan terangmu ke dalam gantang? Mengapakah pemberitaan Injilmu harus kamu sembunyikan dibalik perayaan Natalmu? Mengapakah kebenaran agamamu kamu gadaikan dengan SEMBAKO? Mengapakah pemberitaan Injilmu harus dengan cara-cara gerilya mencari sasaran orang-orang tertentu saja, yaitu orang-orang yang bisa kamu beli dengan uangmu, orang-orang yang pemahaman keagamaannya masih sangat rendah, orang-orang yang kamu anggap “tidak berbahaya” saja? ;Mengapa kamu berusaha mendektekan kebenaranmu ke pihak lawan secara mutlak; mengapa kamu selalu berkelit menghindarkan diri dari perdebatan? Mengapa perdebatan seperti yang saya lakukan ini kamu anggap keliru, kamu anggap hanya dipimpin oleh roh manusia – bukan ROH ALLAH? Mengapa kamu katakan tidak ada kasih di dalam pemberitaan saya? Mengapa kamu tidak merasa damai sejahtera ketika membaca tulisan saya? Adakah kamu mempunyai satu ayat saja dari Alkitab yang bisa kamu pergunakan untuk menghakimi saya? Tapi saya mempunyai seribu ayat untuk menyingkirkan kamu dari K RISTUS. Bahwa tidak ada satupun dari perkataanmu, jalan pikiranmu, pola hidupmu, tingkah lakumu maupun doktrin-doktrin kamu yang mempunyai akar dari Alkitab. Kamu membaca Alkitab tapi kamu tak tahu isinya! Kamu membawa-bawa Alkitab tetapi tak satupun kalimatnya yang kamu dengarkan. Hanya di mulut saja kamu mengaku Kristen, tapi pekerjaanmu menempelak TUHANmu. Oleh karena kamulah nama ALLAH dihujat orang. Tahukah kamu bahwa sekelompok penjahatpun juga bisa merasakan “tidak sejahtera” ketika di tengah-tengah mereka hadir seorang pendeta? Dan merekapun bisa pula berdoa: “mudah-mudahan pendeta ini segera pergi supaya kita bisa melanjutkan rencana jahat kita.” Bahwa Iblispun bisa merasakan gelisah ketika kehadiran YESUS? “Dan mereka itupun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?" - Mat. 8:29. Jadi, jangan sombong kamu bisa berkata “tidak ada damai sejahtera” ketika kamu membaca tulisan saya. Jangan merasa di dalam diri kamu ada ROH KUDUS-nya dan saya tidak ada ROH KUDUS-nya. Sebab jelek-jelek begini saya ngomong dengan landasan Alkitab yang sangat kuat, sementara justru kamu yang tak terlindungi oleh satu ayatpun. Jadi, bagaimana? Siapa yang ada ROH KUDUS-nya dan siapa yang tidak ada ROH KUDUS-nya?! Kamu dengan sombong mempertanyakan: “berapa hasil baptisan yang kamu dapatkan dari cara diskusian semacam ini?” – Baiklah saya katakan: “Tidak ada satupun orang yang sudah saya pertobatkan!” Lalu, kamu mau apa?! Apa saya harus merasa risau jika tidak ada seorangpun yang bertobat, sementara Alkitab sendiri tidak berkata-kata tentang target baptisan? Atau, haruskah orang yang bertobat itu melapor kan dirinya kepada saya? Apa kamu pikir saya ini Kantor Catatan Sipil?! Memang hasil baptisan kamu banyak sekali; saya tahu dan percaya itu! Tapi saya juga tahu bahwa mereka semua itu akan di buang ke tong sampah – Neraka; sebab ajaran-ajaran kamu tidak ada kebenarannya sama sekali. Tidakkah kamu baca bahwa Nuh mengabarkan keselamatan selama 120 tahun dan tidak ada seorang tetangganyapun yang diselamatkan dari air bah?! Tidakkah kamu baca ketika Elia membunuhi 850 nabi Baal di gunung Horeb, tapi Elia sampai frustrasi merasa hanya sendirian saja. Ternyata tidak ada seorangpun dari antara orang-orang Israel itu yang bertobat oleh peristiwa itu? Tapi ternyata TUHAN ALLAH menyembunyikan 7000 orang yang jiwanya masih bersih?! Bagaimana pula dengan pemberitaan Injil yang dilakukan oleh TUHAN YESUS sendiri? Berapa orangkah yang telah dipertobatkan&nbs p;olehNYA?! Sebandingkah itu dengan kebesaran NYA sebagai GURU, TUHAN, dan ANAK ALLAH?! Bukankah justru di zaman rasul-rasul, yaitu setelah kenaikanNYA, maka ada ribuan orang yang masuk Kristen?! Jadi, atas dasar apa kamu hendak menghakimi saya masalah jumlah baptisan?! Sekalipun saya sendiri merasa prihatin dan kesepian, tapi saya juga diyakinkan bahwa di luar pengetahuan saya, ALLAH telah menyembunyikan ribuan orang yang bertobat?! Dan tahukah kamu bahwa TUHAN YESUS sendiri pernah ditinggalkan oleh 70-an murid-muridNYA?! Bahkan ketika IA ditangkap dan diadili Pilatus, Petruspun sampai menyangkaliNYA tiga kali, dan murid yang lainnya lagi, yaitu Yudas Iskariot bahkan yang telah menjualNYA?! Sedangkan tentang kata-kata YESUS yang sangat keras dan tajam terhadap orang-orang Farisi, sampai ditegur oleh Petrus?! Luar biasa sekali bukan?! > Mat. 15:12: “Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?" GURU- TUHAN dinasehati oleh anak buahNYA?! Karena itulah saya juga tidak merasa perlu untuk merisaukan nasehat-nasehat kamu yang kacau itu. Saya tidak akan takut jika saya harus berjalan sendirian. Saya tidak akan berdiam diri jika mendapati adanya suatu kesalahan. Saya tidak akan melunakkan perkataan saya, tidak akan menggunakan aturan-aturan maupun segala macam bentuk basa-basi untuk menutupi suatu kebobrokan yang memang harus diberitahu kan. Saya akan mengatakan “A” jika itu memang “A” tanpa harus takut menghadapi segala konsekwensinya. Jika konsekwensi itu datang biarlah ia datang, saya tak akan membungkam mulut saya! Biarlah hanya ALLAH saja yang tahu bahwa saya bermaksud menyelamatkan kamu dari api. Hai, kerbau-kerbau liar; tidakkah kamu baca dalam Alkitabmu bahwa YESUS itu RAJA DAMAI - “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” – Yesaya 9:6. Tapi ketika RAJA DAMAI itu turun ke Bumi ini justru DIA sendiri menyatakan: "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.”- Matius 10:34. Jadi, rupanya banyak sekali orang yang salah sangka; menyangka bahwa RAJA DAMAI itu datang untuk membagi-bagikan permen Natal atau telor paskah kayak pendetamu yang gendut-gendut itu. Bukan Sinterklas yang datang tapi PANGLIMA PERANG! Kaget? Itulah tandanya bahwa kamu itu bukan orang Kristen, atau Kristen-kristen PALSU! Punya Alkitab tapi nggak pernah dibuka! Jalan pikiranmu dengan jalan pikiran TUHANmu jauh sekali bedanya. > Matius 10:16: "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” – Jadi, darimana modalnya kamu bisa merasa aman? Kecuali kamu sendiri juga serigala?> Amsal 3:3: “Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?” - Kalau antara kesalahan dengan kebenaran tidak ada negoisasi/ kompromi, tidak mungkin bisa harmonis. Adakah anda sedang berselingkuh dengan kesalahan?!> Matius 10:22: “Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” Jadi, apa sebabnya kamu sekarang ini tidak dibenci oleh orang- orang yang ada di sekitarmu? Tetapi saya menikmati bahwa kamu pun yang mengaku seiman dengan saya, membenci saya. > Matius 10:35-36: “Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.” Bukankah manakala kita hendak bergiat untuk pekerjaan TUHAN, maka orang-orang seisi rumah akan mengolok-olok kita, sekalipun mereka seiman dengan kita juga? Sudahkah anda mengalami ini, atau mengapa anda belum mengalaminya? Tetapi saya sudah menikmatinya. Sama seperti Ayub yang mengalami olok-olok dan hinaan dari istrinya sendiri. Bahkan saya lebih dari olok-olokan saja. Dan anak-anak sayapun tak lebih dari mamanya. Semua orang menganggap saya nggak waras. Ini sakit sekali, bung!> Matius 10:37: “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.” Oh, siapakah yang bisa tahu dan merasakan betapa getirnya hidup saya ini? Segala apa yang saya cintai dari dunia ini harus saya lepaskan, hanya untuk merebut kamu dari api neraka?! Bukan ayah- ibu saya, bukan istri atau anak-anak saya, bukan pula saudara- saudara saya yang saya selamatkan, tetapi kamulah yang saya pikirkan! Syukur-syukurlah jika mereka juga ikut terhisap dalam keselamatan ini. Tapi hanya maki-makian yang saya dapatkan dari kamu semua. Sudah sakit masih harus menanggung kesakitan lagi dari kamu yang saya maksudkan menolongmu. Kalau saja saya ini datang kepada kamu membawa gambar-gambar porno, atau berkata-kata yang porno mungkin kamu bisa menyambut saya dengan sambutan yang baik – “gaul.” katamu. Saya senang sekali jika kamu menyambut baik saya. Tapi apa yang menyenangkan hati saya itu harus saya abaikan dan harus saya tukarkan dengan apa yang sangat tidak menyenangkan. Orang yang seumur-umur saya ini belum pernah dikata-katai orang, sekarang harus menerima untuk dikata-katai: “Anjing!” Hanya oleh sebab saya ini menyebut-nyebut nama YESUS KRISTUS. > Matius 10:38-39: “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” Karena itu saya terlebih suka menerima aniaya kamu daripada menerima pujian kamu. Lebih baik “nggak gaul” daripada “gaul” di neraka. Lebih baik menjadi musuhmu daripada menjadi sahabatmu. Jadi, sorry kalau saya tidak bisa menyenangkan hati kamu. Saya akan terus mengamati segala tingkah laku kamu, sampai kamu menjadi sempurna! xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxMANUSIA MEMBUNUH ALLAH?!Siapa bilang kalau manusia tidak bisa membunuh ALLAH? Bukankah orang-orang Atheism itu telah secara terang-terangan meniadakan ALLAH? Bukankah orang-orang Yahudi, yang banyak menerima kasih karunia ALLAH, kenyataannya adalah pembunuh nabi-nabi ALLAH?! Nah, jika nabi-nabi ALLAH saja mereka bunuh, tidakkah akan lebih-lebih lagi terhadap ALLAH?! Dan itu sudah mereka buktikan terhadap diri YESUS, yang Kaisar Romawi saja nggak berani menghakimiNYA, tetapi orang-orang Yahudi itu begitu beraninya. Apa sebab? Sebab membunuh ALLAH adalah satu-satunya jalan bagi Iblis untuk bisa lepas dari ancaman hukumanNYA dan untuk bertahan hidup kekal, sebagaimana mulanya. Karena itu tidak mungkin seorang yang mengaku anak ALLAH bisa hidup secara damai, nyaman dan aman di dunia ini. Kecuali dia itu berada di dalam kuasa Iblis dan menjadi kaki tangannya. Jadi, ini bisa dijadikan referensi untuk menandai seseorang itu berasal dari mana?! > Ketika Iblis jatuh ke dalam dosa, ALLAH tidak segera menghukumnya. ALLAH tidak mau dianggap otoriter dan menimbulkan ketakutan di kalangan makhluk- makhluk sorgawi. Tetapi ALLAH memanjangkan kesabaranNYA sampai dengan hari ini agar Iblis mempunyai kesempatan untuk melawan dan mengalahkan ALLAH, baik secara fisik maupun secara rohaniah. Dan kita, manusia ini, sebagai keturunan Adam yang sudah jatuh, diijinkan oleh ALLAH untuk menjadi “pengantara” peperangan antara Iblis dengan ALLAH. Itulah sebabnya sikap ALLAH terhadap kita ini sangat berlimpah-limpah kasih. ALLAH banyak sekali menutup mata dan memberikan kelonggaran kepada kita, supaya dengan cara yang semudah-mudahnya kita ini bisa masuk ke sorga. Supaya hanya orang-orang yang sangat kelewatan durhakanya saja yang harus terpaksa diafkir dan dibuang ke neraka. Yaitu mereka yang menolak kasih karuniaNYA. Dan ini tidak diperhitungkan oleh kwantitas, atau jumlah orangnya, melainkan diperhitungkan oleh kwalitasnya. Karena itu jika memang harus membuang sekian milyar orang ya pasti akan dibuang semuanya. Dan sekalipun hanya menghasilkan satu jiwa saja, itu sudah representative. > Kwalitas, bukan kwantitas! Ingat!Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Syallom kawan kawan semua, Banyak dari kita semua itu belum mengetahui bahwa Allah Bapa di Sorga itu begitu baik, bahkan amat bertanggung jawab kepada seluruh kehidupan yang DIA ciptakan di atas bumi ini. Semua yang hidup diatas bumi ini diberi makanan yang cukup oleh Allah Bapa di Sorga, lihat saja misalnya semut, semut itu tidak punya Credit Card, tidak punya uang, tidak punya kantor bank tabungan sama sekali, tetapi semut tidak pernah mengomel karena kekurangan makanan walaupun dalam keadaan paceklik. Itu kan semut, lihatlah lagi para bakteri, semua bakteri itu juga diberi makan secukupnya, karena para bakteri itu diberi tugas lain oleh Allah Bapa yaitu dia bisa menghancurkan atau merobah sesuatu menjadi yang lainnya. Kalau kita renungkan akan hal itu, tentunya Allah Bapa itu benar benar menaruh perhatian besar kepada semua orang yang mau menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai juru selamat kita semua, dengan satu syarat saja yaitu kita harus mau mempercayai Tuhan Yesus Kristus, terlepas orang itu saat ini menganut agama apapun di dunia ini. Di ALKITAB juga tidak tertulis bahwa kita ini harus beragama Kristen kalau kita mau menerima Tuhan Yesus Kristus, itu semua kan aturan yang dibuat oleh manusia, dan menamakan diri sendirinya itu Kristen, karena mereka itu telah dibaptiskan dan telah mau menerima Tuhan Yesus sebagai JURU SELAMATNYA, jadi orang semacam itu dinamai sebagai orang Kristen, maksudnya mungkin untuk membedakan antara yang Kristen dan yang bukan Kristen. Janji itu juga ditulis, jadi bukan hanya omong kosong doang, marilah kita baca di Injil Yohanes 3 : 16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNYA yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNYA tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal". Disemua kitab yang dinamakan "Suci" lainnya tidak ada janji yang ditulis seperti itu, yaitu janji yang ada faktanya. Dari yang satu ini saja, kita semua seharusnya bisa mengerti, bahwa Allah Bapa di Sorga itu sungguh amat memperhatikan kehidupan kita di dunia ini, hanya kita sendiri yang tidak mau berusaha mendekatkan diri kita kepadaNYA. Allah Bapa tidak meminta dengan persyaratan yang amat berat atau membayar dengan biaya yang amat mahal, atau melakukan ritual ritual yang amat membahayakan kehidupan kita, tetapi hanya meminta kepada semua orang untuk percaya kepada Tuhan Yesus Kristus saja. Sebenarnya gampang bukan? Allah Bapa di Sorga memang tidak pernah menawarkan hal ini melalui salah satu agama tertentu, karena agama itu kan hanya buatan manusia saja, yang diminta oleh Allah Bapa di Sorga yaitu hanya kita harus memiliki hubungan (Relation) dengan Allah Bapa, yang telah bersedia merelakan AnakNYA yang tunggal untuk menebus dosa dosa umat manusia saja. Kemudian kita harus dibaptiskan dalam nama Bapa, Anak dan Rohkudus, tidak sulit bukan?, Dalam hal ini kebetulan sekali yang mengerti akan hal itu hanya orang orang yang dinamakan "Kristen", karena dianggap sebagai "Pengikut Kristus" Manusia memang dibedakan dengan Binatang dan para Bakteri, manusia juga diberi kebebasan untuk berpikir, kebebasan untuk mengambil keputusan, tetapi jangan mengambil keputusan untuk merusak dirinya sendiri kemudian komplain, mengapa dirinya itu menjadi rusak. Kita jangan murtad, dan merasa seolah olah sudah pinter untuk meninggalkan Allah Bapa di Sorga, bacalah di Kitab Ibrani 3 : 7 - 19, disitu kan sudah dijelaskan, mengapa mereka menjadi amat sengsara, karena mereka tidak percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Kita semua ini memiliki keterbatasan, yaitu tidak ada seorang pun yang tahu akan masa depan kita masing masing, contohnya yaitu ada orang yang kemarin sedang bersendau gurau dengan teman temannya, dia bercerita dan membuat rencana rencana untuk masa depannya, tetapi hari ini orang tersebut meninggal dunia, jadi semua rencana yang dibuatnya itu hanya merupakan omong kosong belaka. Apakah orang yang membuat rencana itu tahu bahwa hari ini dia akan meninggal dunia? Tentunya kemarin tidak terpikirkan tentang hal itu. Hal itu juga amat berbeda dengan TUHAN YESUS, yang mana Beliau ini sudah menebus dosa umat manusia yang mau percaya kepadaNYA diatas kayu salib, kemudian Beliau ini secara jasmani telah meninggal dunia, tapi Beliau benar benar telah bangkit kembali dari kematianNYA, bahkan Tomas yang merupakan muridNYA sendiri saja tidak mau mempercayai akan hal itu, untuk ini Tuhan Yesus tidak mau dijadikan "ISUE, ISUE" yang bukan bukan, bacalah kisahnya di Injil Yohanes 20 : 24 - 29. Kejadian semacam itu tidak bisa terjadi secara berulang ulang, oleh karena itulah, YESUS berkata kepada Tomas: "Karena engkau telah melihat AKU, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya" (Injil Yohanes 20 : 29) Lalu ke mana Jiwa dan Rohnya akan pergi? Ke neraka atau ke Sorga?, Nah itulah yang perlu kita perhatikan baik baik. Bacalah baik baik di Kitab Ibrani 3 : 19, "Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka (masudnya: Tidak percaya kepada Tuhan Yesus Kristus). Mengapa harus melalui Tuhan Yesus dan tidak melalui yang lainnya? Bacalah di Injil Yohanes 14 : 6 "Kata Yesus kepadanya:"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui AKU" Untuk itulah kami himbau agar semua teman yang sudah membaca tulisan saya ini, terimalah Tuhan Yesus Kristus sebagai JURU SELAMATMU. Kita harus mengerti juga isi Surat Yakobus 1 : 12 - 18. Ingatlah berita berikut ini dan renungkanlah juga dengan baik baik: Nanti pada tanggal 21 Desember tahun 2012 (Ingat, sekitar 4 tahun lagi), pusat Galaxi bimasakti kita itu akan sebidang datar dengan pusat Matahari yang setiap hari kita lihat, dengan demikian maka ada daya tertentu yang lebih besar daripada pada saat ini, karena pusat dari keduanya itu terletak pada satu bidang datar, daya itu adalah daya tarik menarik antar medan maknit atau daya tolak menolak antar medan maknit, hal itu kan sudah jelas kita ketahui melalui ILMU ALAM. Misalnya kutub kutub magnet bumi itu sama lokasinya dengan kutub kutub magnet matahari, maka hasilnya bumi kita akan terdorong menjauhi matahari yang setiap hari kita lihat, dan hasil dari menjauhnya bumi dari Matahari itu akan mengakibatkan temperatur di bumi ini akan turun entah berapa derajad dari temperatur yang sekarang ada, katakan saja misalnya 20 derajad Celcius, maka temperatur di Indonesia yang biasanya 30 derajad Celcius akan menjadi hanya 10 derajad Celcius saja, dan hal itu akan membuat semua orang di Indonesia akan kedinginan. Begitu juga di negara negara lainnya. Kalau misalnya kutub kutub magnet bumi itu berlawanan dengan kutub kutub magnet Matahari, maka hasilnya bumi kita akan tertarik mendekati Matahari yang setiap hari kita lihat, dengan demikian maka temperatur di bumi kita ini akan menjadi jauh lebih panas daripada temperatur pada saat ini, dan hal itu akan membuat semua pohon pohonan akan mati kepanasan, begitu juga ikan ikan akan mati juga, dan selanjutnya umat manusia juga akan mati. Untuk itulah maka pada saat ini orang Amerika dan orang orang Tionghoa sedang berjuang mati matian untuk melarikan diri ke planet planet lainnya dengan kapal ruang angkasa. Apakah hal itu bisa dilaksanakan? Itulah masih dalam taraf penjajakan. Tapi yang boleh kita percayai mulai sekarang ini yaitu janji dari Allah Bapa di Sorga, yang mana janji itu tidak akan bisa dilayani oleh semua asuransi jiwa di seluruh dunia, yaitu supaya kita tidak binasa. Nah, dimanakah janji itu dituliskan? Belilah ALKITAB (ALLAH KITA TETAP AMAT BERJAYA), dan bacalah di Injil Yohanes 3:16. Disitulah tertulis secara lengkap janji Allah akan dunia berikut kehidupannya. Ini ada berita lain dari Yahoo tentang sidik jari kita dalam bahasa Inggris. Mungkin Allah Bapa di Sorga itu mengidentifikasi kita dengan sidik jari, lalu dengan jarak mata, jarak telinga dan mungkin masih banyak lagi identifikasi satu orang di atas bumi ini, dengan demikian maka kita yang hidup diatas bumi ini dapat dikenal dengan baik oleh Allah Bapa di Sorga, nah bacalah berita berikut ini juga: Dec. 10, 2008 -- A careless touch could be all police or insurance companies need to determine not only your identity, but also your past drug use, if you've fired a gun or handled explosives, even specific medical conditions."A fingerprint is only good to identify a criminal if you already have their fingerprint on file," said David Russell, a professor at the University of East Anglia, who, along with Pompi Hazarika, helped developed the new technique, reported in the German journal, Angewandte Chemie. "This will give police new tools to help discover that identity."For decades forensic scientists have dusted fingerprints with magnetic particles to reveal the hidden swirls and curls that differentiate each person on the planet. The iron oxide particles attach themselves to the tiny bits of water, minerals, and oils that accumulate on the fingers as they touch various objects and other parts of the body.The new technique attaches the iron oxide particles to antibodies and suspends them both in a liquid solution, which is then drizzled over a fingerprint. If the chemical that a specific antibody targets is present, the molecules latch onto it and glow. Salam hangat dari Seoul Ir. H.L. NjooKetua Dewan Pimpinan KomisariatPARTAI DAMAI SEJAHTERAdi REPUBLIK KOREA
Ingat SEMBOYAN ini, Kitab Keluaran 18:21, Keluaran 23:8, Ulangan 16:19, Ulangan 27:25, Mazmur 100: 1 - 5 dan 1 Korintus 1:10, Amsal 3:5
Ingat SEMBOYAN ini, Kitab Keluaran 18:21, Keluaran 23:8, Ulangan 16:19, Ulangan 27:25, Mazmur 100: 1 - 5 dan 1 Korintus 1:10, Amsal 3:5
New window: IMG New window: IMG New window: IMG New window: IMG Atom
Posts
All Comments
New window: IMG New window: IMG New window: IMG New window: IMG New window: IMG New window: IMG Atom
All Comments
Win:
Thursday, December 11, 2008
12 Des
“Hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya”
(Yes 48:17-19; Mat 11:16-19)
“Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.” (Mat 11:16-19), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· “Kalau tinggal di rumah terus dikomentari tidak bekerja, sebaliknya ketika banyak meninggalkan rumah alias sering bepergian dikomentari tidak kerasan tinggal di rumah, dst..”, begitulah sering kita dengar kritik atau komentar, mungkin merupakan perhatian atau asal komentar alias yang bersangkutan memang memiliki kebiasaan menilai, mengritik atau mengomentari orang lain. Mereka tidak mau bertanya atau memahami apa yang dilakukan orang lain, namun hanya melihat sekilas apa yang terjadi atau dilakukan. “Hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya”, demikian sabda Yesus. Maka marilah kita menilai atau menyikapi sesama atau saudara-saudari kita setelah dengan cermat melihat apa yang dibuatnya alias setelah mereka mengakhiri kegiatannya bukan sebelumnya. Sebaliknya kita sendiri masing-masing hendaknya lebih mengutamakan perbuatan atau perilaku daripada omongan atau wacana. Renungkan dan hayati pemahaman ini :” Sesungguhnya pengertian budi pekerti yang paling hakiki adalah perilaku. Sebagai perilaku, budi pekerti meliputi pula sikap yang dicerminkan oleh perilaku” (Prof Dr. Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka-Jakarta 1997, hal 4). Bukanlah perilaku seseorang tidak mungkin dinilai dari/ melalui pengamatan sesaat atau sebentar saja? Maka hendaknya dalam menilai, memberi saran, menasihati atau mengritik orang lain, dengarkan dengan rendah hati dahulu pengalaman-pengalaman kerja atau usahanya: pujilah apa yang baik dan luruskan dengan rendah hati apa yang dinilai tidak baik. Evaluasi, refleksi atau mawas diri merupakan keutamaan yang harus menjadi kebiasaan penghayatan hidup dan cara bertindak kita, sebagaimana menjadi kebiasaan mengadakan ‘pemeriksaan batin’ setiap hari di akhir hari/kegiatan atau menjelang istirahat/tidur malam.
· "Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.”(Yes 48:17-19). Marilah kita lihat, kenangkan, renungkan dan hayati perintah-perintah Tuhan kepada kita, sesuai dengan panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing. Semua perintah kiranya dapat dipadatkan menjadi perintah untuk ‘saling mengasihi’, maka baiklah kita mawas diri perihal perintah ‘saling mengasihi’. ”Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu” (1Kor 13:4-7), demikian ajaran kasih dari Paulus. Dari ajaran kasih di atas ini kiranya yang mendesak dan up to date untuk kita hayati dan sebarluaskan adalah ‘tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain’, mengingat dan memperhatikan begitu banyak orang menyimpan kesalahan sesamanya, yang berkembang menjadi marah atau bermusuhan. Marah berarti melecehkan atau merendahkan yang lain, melanggar hak azasi manusia/harkat martabat manusia. Pemarah hemat saya identik dengan orang sombong. Hendaknya jangan menyimpan kesalahan orang lain, tetapi simpan dan angkat kembali kebaikan-kebaikan yang lain. Marilah berpikir positif terhadap sesama dan saudara-saudari kita, yang berarti senantiasa melihat, mengakui dan mengimani kebaikan-kebaikan orang lain dan dengan demikian kita akan menikimati damai sejahtera lahir dan batin, jasmani dan rohani.
“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mzm 1:1-3)
Jakarta, 12 Desember 2008
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 3:27 PM 0 komentar
Link ke posting ini
google_ad_client="pub-8633790514188463"; google_ad_host="pub-1556223355139109"; google_ad_width=300; google_ad_height=250; google_ad_format="300x250_as"; google_ad_type="text_image"; google_color_border="446666"; google_color_bg="446666"; google_color_link="CCFF44"; google_color_url="BBBBBB"; google_color_text="99BB55"; //--> window.google_render_ad();IFRAME removed
Wednesday, December 10, 2008
11 Des
“Yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya”
(Yes 41:13-20; Mat 11:11-15)
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan -- jika kamu mau menerimanya -- ialah Elia yang akan datang itu. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar” (Mat 11:11-15), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Jika kita perhatikan atau cermati aneka macam jenis peralatan atau sarana-prasarana teknologi saat ini semakin lama semakin kecil bentuknya, demikian juga banyak alat-alat atau ‘onderdil-onderdil’ kecil yang penting dan utama dalam berbagai jenis produk teknologi yang terus tumbuh berkembang tiada henti. Sebagai contoh ‘HP” (Hand Phone), bentuknya semakin kecil dan semakin canggih serta lebih besar harga atau nilainya daripada pendahulunya. Dalam Warta Gembira hari ini kita baca bahwa Yohanes Pembaptis dikenal sebagai ‘yang besar’ yang dilahirkan oleh perempuan, namun ‘yang akan datang’ , yaitu Yesus, Penyelamat Dunia, yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya. Warta Gembira ini kiranya mengingatkan bahwa mereka yang akan datang kemudian harus lebih besar dari pendahulunya, anak-anak harus ‘lebih besar’ dari pada oirang tuanya, para peserta didik harus ‘lebih besar’ dari gurunya dst.. Dengan kata lain para pendahulu (orangtua, guru dst..) harus dengan rendah hati dan kerja keras mempersiapkan ‘para penerus’ (anak-anak, peserta didik, dst..) agar tumbuh berkembang lebih besar, lebih cerdas beriman. Kegagalan anak-anak atau peserta.didik untuk menjadi lebih besar merupakan kegagalan orangtua atau guru. Ingat pepatah Jawa “kacang mongso tinggalo lanjaran”!. Sebaliknya kami berharap kepada anak-anak, peserta didik atau generasi muda/penerus hendaknya mengembangkan dan memperdalam keutamaan ‘mendengarkan’ selama berada dalam proses pembelajaran, entah di sekolah, di rumah atau di dalam masyarakat pada umumnya. Dengan kata lain hendaknya dengan rendah hati belajar terus menerus, siap sedia dan terbuka untuk diperbaharui melalui berbagai kesempatan dan kemungkinan.
· “Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”(Yes 41:13). Kutipan ini kiranya layak menjadi permenungan atau pegangan hidup dan cara bertindak kita. “Janganlah takut,Akulah yang menolong engkau”. Penakut pada umumnya akan mengurung diri, menyendiri atau menutup diri serta berusaha menghindari perjumpaan dengan orang lain. Penakut berarti memiliki otak bawah sadar pasif. Sebaliknya orang yang tidak takut alias pemberani berarti memiliki otak bawah sadar poisitif, dan dengan demikian apa yang didambakan atau dicita-citakan akan menjadi kenyataan atau terwujud. Kepada kita semua kami ingatkan “marilah jangan takut, percayalah pada penolong-penolong yang ada di sekitar anda”. Marilah kita hayati motto “trial and error”, berani mencoba dan bersalah; dengan kata lain marilah kita kembangkan dan perdalam sikap mental ‘bereksplorasi’, belajar terus menerus tiada henti, sepanjang hidup/hayat. Bukalah hati, jiwa, akal budi dan tubuh anda terhadap aneka macam penolong atau pembantu di sekitar anda, belajarlah dari aneka kesuksesan atau kegagalan yang ada di sekitar anda. Untuk itu kita harus berpikiran positif, artinya senantiasa bersikap positif terhadap sapaan, sentuhan, tegoran, kritikan, pujian dst. dari orang lain atau siapapun; sadari dan hayati bahwa semuanya itu adalah perwujudan kasih mereka kepada kita yang lemah dan rapuh. Jangan hanya bersikap posisif terhadap apa yang mengenakkan anda atau hanya sesuai dengan selera pribadi anda, yang menyakitkan atau tidak sesuai dengan selera pribadi anda pun harus disikapi secara positif. Jika orang hidup dan bertindak hanya mengikuti atau sesuai dengan selera pribadi pasti tidak sehat dan sakit-sakitan. Sadari dan hayati bahwa orang mengritik dan menegor kita dengan keras merupakan perwujudan kasihnya kepada kita; jika mereka tidak mengasihi kita pasti mereka tidak menegor atau mengritik kita dengan keras, melainkan mendiamkan kita. Pertolongan Tuhan kepada kita menjadi nyata dalam dan melalui aneka perlakuan yang terarah pada kita, entah yang enak maupun tidak enak, yang sesuai atau tidak sesuai dengan selera pribadi kita.
“TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu, untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu “
(Mzm 145:9-12)
Jakarta, 11 Desember 2008
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 2:12 PM 0 komentar
Link ke posting ini
google_ad_client="pub-8633790514188463"; google_ad_host="pub-1556223355139109"; google_ad_width=300; google_ad_height=250; google_ad_format="300x250_as"; google_ad_type="text_image"; google_color_border="446666"; google_color_bg="446666"; google_color_link="CCFF44"; google_color_url="BBBBBB"; google_color_text="99BB55"; //--> window.google_render_ad();IFRAME removed
Tuesday, December 09, 2008
10 Des
“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu,”
(Yes 40:25-31; Mat 11:28-30)
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”(Mat 11:28-30), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Mengapa orang mempunyai ‘isteri atau suami kedua’ atau WIL atau PIL? , dan orang akan lebih mesra dengan WIL atau PIL-nya daripada dengan isteri atau suaminya sendiri? Apakah isteri kurang cantik atau suami kurang tampan? Yang terjadi kiranya entah isteri atau suami membuat ‘letih lesu dan berbeban berat’ karena rewel, cerewet, aneh-aneh serta menuntut tanggungjawab; sementara itu WIL atau PIL tidak menuntut tanggungjawab melainkan uang. Setia pada yang utama dan pertama memang sarat dengan tantangan dan hambatan serta dapat membuat orang menjadi atau merasa ‘letih lesu dan berbeban berat’, namun setia pada yang pertama dan utama adalah jalan keselamatan atau kebahagiaan sejati. Maka marilah kita pikul ‘kuk’ (panggilan, tugas pengutusan atau tanggungjawab) yang dipasang di ‘bahu’ kita dan belajar dari Yesus, Tuhan dan guru kita, yang telah melaksanakan dengan sempurna dengan menderita sampai wafat di kayu salib. Derita yang lahir dari kesetiaan atau ketaatan pada kehendak Tuhan, panggilan dan tugas pengutusan adalah jalan keselamatan atau kebahagiaan sejati. “Setia adalah sikap dan perilaku yang menunjukkan keterikatan dan kepedulian atas perjanjian yang telah dibuat” (Prof Dr. Edy Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka-Jakarta 1997, hal 24). Maka baiklah kita ingat, kenangkan dan refleksikan aneka janji yang pernah kita ikhrarkan: janji baptis, janji perkawinan, janji imamat, kaul, janji pegawai/pelajar/mahasiswa atau sumpah jabatan dst.. Untuk menghayati dan setia pada janji marilah kita hayati ajakan atau peringatan ini: “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Fil 2:5-8)
· “Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” (Yes 40:28-31), demikian peringatan nabi Yesaya kepada bangsa terpilih, kepada kita semua orang beriman. Kepada siapapun yang merasa lelah dan tak bersemangat, marilah kita lihat, nikmati karya penciptaan Allah, antara lain dalam aneka jenis tanaman dan bunga yang indah serta memikat, maupun binatang-binatang yang tak pernah atau jarang mengeluh, mengesah maupun menggerutu. Nikmatilah keindahan alam yang dihiasi oleh aneka jenis tanaman dan bunga, maka anda akan digairahkan kembali. Secara khusus saya ingatkan orang-orang muda atau rekan muda-mudi dan anak-anak: hendaklah jangan lesu dan tak bersemangat, entah dalam belajar, hidup maupun pergaulan. Tunjukkan kegairahan dan kegembiraan anda, sebagai orang muda yang masih memiliki masa depan begitu panjang. Hendaklah senantiasa dengan rendah hati, gembira, penuh harapan dalam belajar, dengan demikian anda akan dapat belajar dengan baik dan diperkaya oleh berbagai macam masukan yang anda dengar dimanapun dan kapanpun. Jadilah anda bagaikan ‘rajawali’ yang terbang, berlari ataupun berjalan tidak menjadi lesu/lelah. Untuk itu hendaknya menjaga kebugaran dan kesegaran diri anda, antara lain dengan makan dan minum sesuai dengan motto ‘empat sehat lima sempurna’, berolahraga secara teratur, istirahat secara teratur serta senantiasa berpikiran positif terhadap yang lain. Jauhkan aneka cara hidup atau cara bertindak yang mudah merusak diri anda, misalnya: begadang tanpa perlu, minuman keras, narkoba atau aneka obat terlarang maupun free-sex, dst.
“Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,” (Mzm 103:1-4)
Jakarta, 10 Desember 2008
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 2:52 PM 0 komentar
Link ke posting ini
google_ad_client="pub-8633790514188463"; google_ad_host="pub-1556223355139109"; google_ad_width=300; google_ad_height=250; google_ad_format="300x250_as"; google_ad_type="text_image"; google_color_border="446666"; google_color_bg="446666"; google_color_link="CCFF44"; google_color_url="BBBBBB"; google_color_text="99BB55"; //--> window.google_render_ad();IFRAME removed
9 Des
“Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.”
(Yes 40:1-11; Mat 18:12-14)
"Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.” (Mat 18:12-14), demikian kutipan Warta Gembira hari ini
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Ibu Teresa dari Calcuta pernah menyatakan bahwa dirinya bagaikan setetes air di tengah samudera, namun jika setetes itu tidak ada samudera pun berkurang juga. Rasanya apa yang Ibu Teresa katakan juga ia hayati dalam hidup dan karyanya, menghayati sabda Yesus hari ini, mencari dan menemani ‘yang hilang’ yaitu para gelandangan, orang yang hampir mati, fakir miskin dst.. Maka marilah bercermin pada Warta Gembira hari ini kita mawas diri: apakah anda ‘sesuatu’ (barang/harta benda, orang/manusia dst..) yang menjadi tanggungjawab kita ‘hilang’ atau terlupakan. Yang mendesak kiranya adalah jika ada saudara-saudari, sesama atau rekan kerja kita ada yang ‘hilang’ (malas, sering mangkir dalam kerja atau tugas, berdosa dst..) marilah kita dengan segala upaya mencari dan menyelamatkan mereka. Yang menyebabkan atau menjadi alasan ‘hilang’ mungkin karena ada kesalah-pahaman di antara kita atau egoisme yang terjadi di antara kita, maka marilah dalam mencari dan menyelamatkan yang ‘hilang’ kita bersikap sebagaimana dinasihatkan oleh St.Ignatius Loyola ini :”Setiap orang kristiani yang baik tentu lebih bersedia membenarkan pernyataan sesamanya daripada mempersalahkannya. Jika tak dapat dimengerti, yang menyatakan hendaklah ditanya apakah yang dimaksudkan; dan jika dia salah, hendaklah dibetulkan dengan cintakasih; dan jika itu belum cukup hendaklah digunakan segala upaya yang sesuai, supaya sampai pada pemahaman yang benar, dan dengan demikian dijauhkan dari kesalahan” (St.Ignatius Loyola, LR no 22). Kiranya jika masing-masing dari kita menghayati nasihat di atas ini maka tidak akan ada yang ‘hilang’ di antara kita. Sekiranya secara manusia atau phisik kita sulit melakukannya atau tidak mungkin dilakukan, baiklah kita lakukan secara rohani atau spiritual, yaitu dengan ‘berdoa’: berdoa mohon agar Tuhan menggerakan mereka yang ‘hilang’ untuk berkumpul atau bersama-sama lagi dengan saudara-saudarinya.
· "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.”(Yes 40:3-5). Seruan Yesaya ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi kita. Kita dipanggil untuk ‘meratakan jalan yang berbukit-bukit, bergelombang atau berkelok-kelok’. Tentu saja dari diri kita sendiri senantiasa dalam keadaan ‘rata’ alias jujur. “Jujur adalah sikap dan perilaku yang tidak suka berbohong dan berbuat curang, berkata-kata apa adanya dan berani mengakui kesalahan, serta rela berkorban untuk kebenaran”. Memperhatikan dan mencermati masih maraknya aneka bentuk korupsi dalam kehidupan dan kerja bersama masa kini, kiranya penghayatan dan penyebarluasan ‘kejujuran’ sungguh mendesak dan up to date. Secara preventif gerakan atau usaha pengahayatan dan penyebarluasan ‘kejujuran’ perlu dilaksanakan di dunia pendidikan, di sekolah-sekolah atau perguruan tinggi, antara lain dengan memberlakukan aturan “DILARANG MENYONTEK” dalam ulangan atau ujian, demikian juga dalam membuat karangan/tulisan atau skripsi. Korupsi yang marak terjadi sampai kini hemat saya karena kebiasaan menyontek di sekolah atau perguruan tinggi dibiarkan. Sebaliknya jika ada rekan kerja yang tidak jujur atau korupsi, marilah kita tegor dan luruskan. Para koruptor hemat saya tidak memuliakan Tuhan atau tidak beriman, melainkan memuliakan harta benda atau uang dan dengan demikian bebakti kepada berhala-behala modern. Maka jika mereka tidak memiliki harta benda atau uang yang diharapkan, pada umumnya para koruptor tertekan atau stress. Kepada para koruptor kami ingatkan untuk bertobat, tidak ada kata terlambat, mulailah saat ini juga dan marilah kita memuliakan Tuhan dalam dan melalui aneka kekayaan atau harta benda yang kita miliki atau kuasai.
“Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa” (Mzm 96:1-3).
Jakarta, 9 Desember 2008
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 11:33 AM 0 komentar
Link ke posting ini
8 Des
HR SP Maria Dikandung tanpa dosa: Kej 3:9-15.20; Ef 1:3-6.11-12; Luk 1:26-38
"Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
“Karena kurnia serta peran keibuannya yang ilahi, yang menyatukannya dengan Puteranya Sang Penebus, pun pula karena segala rahmat serta tugas-tugasnya, Santa Perawan juga erat berhubungan dengan Gereja. Seperti telah diajarkan St.Ambrosius, Bunda Allah itu pola Gereja, yakni dalam hal iman, cintakasih dan persatuan sempurna dengan Kristus. Sebab dalam misteri Gereja, yang juga disebut bunda dan perawan, Santa Maria mempunyai tempat istimewa, serta secara ulung dan istimewa memberi teladan perawan maupun ibu. Sebab dalam iman dan ketaatan ia melahirkan Putera Bapa sendiri di dunia, dan itu tanpa mengenal pria, dalam naungan Roh Kudus, sebagai Hawa yang baru, bukan karena mempercayai ular yang kuno itu, melainkan karena percaya akan utusan Allah, dengan iman yang tak tercemar oleh kembimbangan. Ia telah melahirkan Putera, yang oleh Allah dijadikan yang sulung di antara banyak saudara (Rm 8:29), yakni Umat beriman. Maria bekerja sama dengan cinta kasih keibuannya untuk melahirkan dan mendidik mereka” (Konsili Vatican II, LG no 63)
"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." (Luk 1:38)
“Per Mariam ad Christum” = “Melalui Maria menuju Kristus, demikian ungkapan yang rasanya menggambarkan pengalaman banyak orang, yang dengan berdevosi kepada Bunda Maria semakin dekat dan bersahabat dengan Yesus Kristus, dengan Tuhan. Jika kita cermati pertumbuhan dan perkembangan tempat-tempat suci yang dipersembahkan kepada Bunda Maria berkembang begitu pesat: selain tempat-tempat ziarah yang cukup besar, di beberapa halaman gedung Gereja atau pastoran dan biara sering dibangun gua Maria. Doa-doa rosario menjadi pilihan doa yang senantiasa didoakan, entah sendiri atau bersama, sebelum perayaan Ekaristi, dalam doa bersama di lingkungan atau sendirian sambil berjalan-jalan, dst..
Maria adalah teladan hidup beriman, teladan kesucian karena sejak dalam kandungan ia dikarunia, Tuhan senantiasa menyertainya, dan selama hidupnya senantiasa bersatu dengan Penyelamat Dunia sampai Ia wafat di kayu salib.Kita semua dipanggil untuk meneladan Bunda Maria yang dengan rendah hati menyatakan: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.". Seorang hamba atau pembantu rumah tangga yang baik memang senantiasa bertindak menurut perkataan atau perintah tuan-tuannya. Maria, hamba Tuhan, senantiasa “mendengarkan firman Allah dan melakukannya." (Luk 8:21). Maka jika kita bercita-cita untuk menjadi suci, tak bernoda dan tak bercacat hati, jiwa, akal budi dan tubuh kita, marilah kita ‘mendengarkan firman Allah dan melakukannya’ kapanpun dan dimanapun:
1). “Mendengarkan” merupakan keutamaan yang dibutuhkan dan harus dihayati jika kita menghendaki tumbuh berkembang sebagai pribadi cerdas beriman. Agar kita dapat mendengarkan dengan baik kita harus rendah hati, menghayati diri sebagai seorang ‘hamba yang baik’. Marilah kita dengarkan sapaan dan sentuhan Tuhan, entah yang bergema dalam lubuk hati kita atau melalui orang lain yang berbuat baik kepada kita: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau”. Marilah kita sikapi dan hayati aneka sapaan, sentuhan, kritik dst.. dari saudara-saudari atau sesama kita sebagai kasih karunia Tuhan. Jika kita bersikap demikian, kami yakin kita dengan mudah mendengarkan (membaca, mereungkan dan memahami) firman Tuhan sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci, dan dengan demikian kita akan dirajai atau dikuasai oleh Tuhan, hidup dan bertindak sebagai ‘hamba-hamba Tuhan’. Ingatlah dan hayati bahwa firman/sabda Tuhan pertama-tama dan terutama untuk ‘dibacakan dan didengarkan’ bukan didiskusikan. Bacakan dengan baik firman/sabda Tuhan, sehingga para pendengar juga dapat mendengarkan dengan baik, jika membacakan untuk diri sendiri hendaknya jangan hanya bisik-bisik, melainkan usahakan sampai telinga tubuh kita dapat mendengarkan dengan baik.
2). “Melakukan” atau melaksanakan atau menghayati itulah keutamaan yang ada dalam diri para hamba. Bunda Maria menjadi teladan atau pola hidup menggereja “dalam hal iman, cintakasih dan persatuan sempurna dengan Kristus”. Bunda Maria juga “menjadi ibu semua yang hidup” (Kej 3:20 ). Keunggulan hidup beriman terletak dalam ‘penghayatan iman, cintakasih dan persatuan dengan Tuhan’, bukan dalam wacana atau omongan.. Dengan menghayati iman, cintakasih dan persatuan dengan Tuhan kita akan hidup, hidup bergembira, gairah, dimanis dan damai sejahtera.
“Di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya”(Ef 1:4)
Masing-masing dari kita atau kita semua adalah ‘yang terpilih’. Ingat dan sadari bahwa ada lebih dari 20 (duapuluh) juta sperma belomba untuk merebut satu sel telor dan hanya satu yang berhasil untuk bersatu dengan sel telor dan kemudian tumbuh berkembang menjadi manusia, yaitu masing-masing dari kita saat ini. Masing-masing dari kita adalah yang terpilih oleh Allah untuk berpartisipasi dalam karya penciptaanNya yang tiada henti. Pada awal ada kita senantiasa dalam keadaan ‘kudus dan tak bercacat’ alias suci, bersih dan murni. Memang seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan atau semakin tambah usia dan pengalaman pada umumnya semakin pudar juga kekudusan dan ketidak-cacatan tersebut, karena kelemahan dan kerapuhan kita. Maka baiklah di hari raya SP Maria dikandung tanpa dosa hari ini kita mawas diri: “sejauh mana kita masih dalam keadaan kudus dan tak bercacat seperti sedia kala”, dan jika telah pudar, marilah kita memperbaharui dan bertobat.
Marilah kita kenangkan janji baptis yang pernah kita ucapkan atau ikhrarkan, yaitu “hanya mau mengabdi Tuhan Allah saja dan menolak semua godaan setan”. Janji baptis merupakan dasar dari janji-janji lainnya, yang mengikuti, misalnya janji perkawinan, janji imamat atau kaul hidup membiara. Jika kita handal dan kuat serta mendalam dalam penghayatan janji baptis, kiranya dengan mudah menghayati atau melaksanakan janji-janji berikutnya. Janji-janji berikutnya, setelah janji baptis, hemat saya merupakan niat dan usaha untuk lebih mendalam dan handal dalam penghayatan janji baptis. Maka marilah kita saling membantu dan mengingatkan dalam hal penghayatan janji baptis, dimana kita terpilih untuk bersatu dengan Kristus
Jika adalah orang, kenalan atau saudara-saudari kita, entah sebagai suami atau isteri, imam, bruder atau suster, cara hidup atau cara bertindak tidak baik, hendaknya diingatkan atau ditegor perihal janji baptis atau diajak bersama-sama untuk setia menjadi murid Yesus Kristus, orang Kristen atau Katolik. Jangan ditegor misalnya “hendaklah menjadi suami atau isteri yang baik, imam, bruder atau suster yang baik”, melainkan “hendaknya menjadi orang Kristen atau Katolik yang baik”. Yang mendasar dan hakiki adalah baptisan kita masing-masing, sedangkan bentuk panggilan lain bersifat fungsional; kita semua adalah Umat Allah, sama-sama Umat Allah, maka hendaknya perbedaan panggilan dan tugas pengutusan semakin mengkokohkan dan memperteguh keanggotaan kita sebagai Umat Allah.” karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan -- kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya -- supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya” (Ef 1:11-12)
“Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!” (Mzm 98:1-4)
Jakarta , 8 Desember 2008
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 7:44 AM 0 komentar
Link ke posting ini
Sunday, December 07, 2008
7 Des
Mg Adven II : Yes 40:1-5.9-11; 2Ptr 3:8-14; Mrk 1:1-8
"Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak”
Jika ada pejabat tinggi, misalnya presiden atau kepala Negara, yang mau berkunjung atau lewat, pada umumnya terjadilah persiapan tempat atau jalan alias ‘pembersihan’, dengan harapan pejabat yang bersangkutan selamat di perjalanan atau yang didatangi puas karena memperoleh pujian atas kesuksesan dalam penyambutan pejabat tinggi. Sebagai contoh ketika presiden dari tempat tinggal atau rumahnya hendak menuju ke kantor/istana presiden, maka di perempatan/pertigaan jalan polisi telah mempersiapkan jalan antara lain dengan menghentikan kendaraan-kendaraan lain, kemudian pengawal mendahului rombongan kendaraan/mobil dimana presiden berada di dalamnya. Persiapan memang merupakan usaha yang penting dan perlu untuk melakukan segala sesuatu, dengan persiapan yang baik kiranya apa yang kita harapkan atau dambakan mendekati kenyataan atau kita berharap apa yang akan kita lakukan berhasil dengan baik. Pada hari ini kepada kita ditampilkan tokoh Yohanes Pembaptis, sebagai bentara kedatangan Yesus, Penyelamat Dunia, yang dengan rendah hati berkata: “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.” (Mrk 1:7-8). Maka marilah dalam mempersiapkan kedatangan Penyelamat Dunia, Pesta Natal , yang akan datang kita mawas diri dengan cermin Yohanes Pembaptis.
"Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” (Mrk 1:7)
Kita semua dipanggil untuk menjadi bentara-bentara kedatangan Tuhan, Penyelamat Dunia, di tengah-tengah atau dalam kehidupan bersama dimanapun dan kapanpun. Sebagai bentara kita dapat berpedoman pada apa yang dikatakan oleh Yohanes Pembaptis :”Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu."(Mrk 1:4). Tentu saja diri kita masing-masing juga telah bertobat atau sedang dalam proses pertobatan, maka marilah dengan rendah hati kita saling mengingatkan dan membantu dalam proses pertobatan. “Rendah hati adalah sikap dan perilaku yang tidak suka menonjolkan dan menomorsatukan diri, yattu dengan menenggang perasaan orang lain. Meskipun pada kenyataannya lebih dari orang lain, ia dapat menahan diri untuk tidak menonjolkan dirinya” (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka Jakarta 1997, hal 24).
Siapapun yang merasa menjadi pemimpin atau atasan hendaknya menjadi teladan dalam hal keutamaan kerendahan hati ini, sebagaimana diusahakan oleh para gembala kita/para uskup, yang senantiasa menyatakan diri sebagai ‘hamba yang hina dina’.Maka untuk mengusahakan dan menghayati kerendahan hati kiranya kita juga dapat bercermin pada pada hamba/pembantu rumah tangga, yang pada umumnya bertugas ‘membersihkan apa yang kotor’, entah kamar/ruangan, pakaian, halaman dst.. Selain tugas membersihkan mereka juga mempersiapkan, misalnya makanan dan minuman atau aneka kebutuhan yang dilayani. Pembantu rumah tangga yang baik pada umumnya rendah hati, peka terhadap kebutuhan mereka yang harus dilayani, dan dengan demikian yang dilayani dapat melaksanakan tugas pengutusannya atau menghayati panggilannya dengan baik. Kita semua juga dipanggil untuk ‘membersihkan dan mempersiapkan’.
Marilah kita bersihkan dan persiapkan hati, jiwa, akal budi dan tubuh kita untuk menyambut kedatangan atau kelahiran Penyelamat Dunia. “Men sana in corpore sano “ = Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, demikian kata sebuah motto yang sangat terkenal. Marilah pertama-tama kita mengusahakan agar tubuh kita sehat wal’afiat, antara lain dengan : makan dan minum sesuai dengan motto ‘empat sehat lima sempurna’, hidup teratur, istirahat cukup, teratur berolahraga, dst.. Pengamatan dan pengalaman saya ketika tubuh sehat maka dengan mudah mengusahakan kesehatan hati, jiwa dan akal budi alias cerdas beriman. “Berilah dirimu dibaptis”, demikian seruan Yohanes Pembaptis. “Dibaptis” berarti dibersihkan, disucikan atau disisihkan seutuhnya bagi Tuhan, sehingga orang yang bersangkutan menjadi suci/bersih, senantiasa hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan. Kepada orang suci/ bersih akan datang banyak orang kepadanya, sebagaimana dialami oleh Yohanes Pembaptis, untuk mengaku dosa alias bertobat. Sebagai bentara cara hidup dan cara bertindak kita diharapkan memikat banyak orang untuk mendekat serta bertobat.
“Sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia “ (2Ptr 3:13 -14)
Kita semua “harus berusaha supaya kedapatan tak bercacat dan tak bercela di hadapanNya, dalam perdamaian dengan Dia”. Secara konkret tugas pengutusan ini kiranya sungguh berat dan sarat dengan tantangan dan hambatan, maka baiklah kita saling membantu dan mengingatkan. Rasanya mereka yang ‘kedapatan tak bercacat dan tak bercela di hadapanNya’ adalah bayi-bayi atau anak-anak balita, yang senantiasa dalam keadaan membuka diri, ceria, dinamis, siap sedia untuk diperlakukan apapun oleh orang lain. Memang, lebih-lebih atau terutama bayi-bayi harus didekati dan diperlakukan dalam dan dengan kasih, tanpa kasih mereka akan menolak dan membenontak antara dengan menangis. Maka mungkin baik dalam hal mawas diri apakah kita dalam keadaan tak bercacat dan tak bercela antara lain dengan menyapa atau membelai, menyentuh seorang bayi; jika mereka kita sapa atau belai memberontak atau menangis berarti kita dalam keadaan cacat dan tercela.
Untuk mengusahakan tak bercacat dan tak bercela di hadapanNya hendaknya kita berpegang atau berpedoman pada apa yang dikatakan oleh Yesaya ini :”Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.”(Yes 40:4-5) ‘Lembah, gunung, berbukit-bukit, tanah yang tidak rata dan berlekuk-lekuk’ memang mengganggu perjalanan atau memperlambat dan menghalangi perjalanan. Kita semua sedang berada dalam perjalanan menuju ke pemenuhan hidup terpanggil atau pelaksanaan tugas pengutusan kita masing-masing, menuju hidup bahagia abadi di sorga setelah dipanggil Tuhan, meninggal dunia.
Marilah dengan rendah hati dan bantuan rahmat Tuhan kita bersihkan segala sesuatu yang menghambat penghayatan panggilan atau pelaksanaan tugas pengutusan kita masing-masing, yaitu dosa-dosa, misalnya:” percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya” (Gal 5:19-21) agar kita dapat hidup bersih serta menghasilkan buah-buah atau keutamaan-keutamaan “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Gal 5:22-23) . Sikap hidup dan cara bertindak yang dijiwai oleh keutamaan-keutamaan inilah sebagai cirikhas bentara-bentara kedatangan atau kelahiran Penyelamat Dunia.
“Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya. Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.” (Mzm 85:9ab-14)
Jakarta , 7 Desember 2008
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 3:26 PM 0 komentar
Link ke posting ini
Friday, December 05, 2008
6 Des
“Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma”
(Yes 30: 19-21.23-26; Mat 9:35-10:1.6-8)
“Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”(Mat 9:35-10:1.6-8)
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Hidup kita adalah anugerah Tuhan, yang kita terima secara cuma-cuma melalui orangtua atau bapak-ibu kita masing-masing, maka hemat saya segala sesuatu yang menyertai hidup kita, yang kita miliki, kuasai dan nikmati sampai saat ini tidak lain adalah juga anugerah Tuhan yang kita terima secara cuma-cuma melalui orang-orang yang telah berbuat baik dan mengasihi kita. “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma”, demikian sabda Yesus. Mungkin tidak ada atau jarang yang memberikan dengan cuma-cuma apa yang telah kita terima, maka baiklah sabda ini kita hayati secara lain, yaitu jika kita belajar atau bekerja hendaknya sungguh-sungguh, dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan/tubuh. Dengan kata lain marilah di masa Adven ini kita tingkatkan dan perdalam ‘lakutapa atau matiraga’ secara positif, yaitu dengan setia dan taat pada panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing. Kepada para pelajar atau mahasiswa yang sedang belajar kami harapkan sungguh belajar sehingga terampil dalam belajar dan dengan demikian akan berhasil atau sukses dalam belajar, dan kemudian siap sedia untuk menjadi “pekerja-pekerja yang handal”., sedangkan kepada para pekerja, entah pekerjaan, tugas atau jabatan apapun, kami harapkan untuk sungguh bekerja sehingga terampil dalam bekerja. Percayalah dan imanilah jika kita terampil dalam belajar maupun bekerja, maka kita juga akan semakin menerima lebih banyak aneka macam anugerah Tuhan dalam berbagai bentuk. Hendaknya, entah selama belajar atau bekerja, senantiasa menghayati semangat persaudaraan sejati, solidaritas dan keberpihakan kepada mereka yang miskin dan berkekurangan, yang bodoh atau kurang beruntung, dst..
· “TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas; sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak. Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh”(Yes 30:23-25), demikian hiburan yang penuh harapan dari Yesaya. Apa yang diimpikan Yesaya tersebut kiranya juga akan menjadi nyata dalam diri kita, jika kita sungguh belajar atau bekerja sesuai dengan tugas dan pengutusan kita masing-masing, sesuai dengan aneka tatanan dan aturan hidup yang terkait dengannya. Maka baiklah di hari-hari awal masa Adven ini kita mawas diri aneka tatanan dan aturan yang terkait dengan panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing. “Jer basuki mowo beyo” (= Untuk hidup bahagia, damai sejahtera harus berjuang dan berkorban), demikian kata pepatah Jawa. Rasanya untuk setia dan taat terhadap aneka tatanan dan aturan yang terkait dengan panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing, kita harus berani berjuang dan berkorban. Apa yang diterima atau diperoleh dengan dan dalam perjuangan dan pengorbanan sejati sungguh merupakan kebahagiaan dan kenikmatan sejati yang tak tergoyahkan dan tahan lama atau bahkan sampai mati. Maka jauhkan aneka bentuk budaya atau cara hidup dan cara bertindak ‘instant’. Ingat dan renungkan juga pepatah ini :”Berrakit-rakit ke hulu, berrenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”, jangan dibalik atau terjadi ‘bersenang-senang dahalu bersakit-sakit kemudian”.
“Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka; Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya.Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga. TUHAN menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, tetapi merendahkan orang-orang fasik sampai ke bumi.” (Mzm 147:3-6)
Jakarta, 6 Desember 2008
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 10:35 AM 0 komentar
Link ke posting ini
5 Des
"Jadilah kepadamu menurut imanmu."
(Yes 29:17-24; Mat 9:27-31)
“Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud." Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya." Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." Maka meleklah mata mereka. Dan Yesus pun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: "Jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini." Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu” (Mat 9:27-31), demikian kutipan Warta Gembira hari ini
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Beriman berarti mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan, dan iman pertama-tama dan terutama harus dihayati atau dilaksanakan bukan diomongkan atau didiskusikan. Maka marilah kita menghayati iman dalam hidup sehari-hari, dengan dan dalam iman kita hidup dan bertindak. Rasanya untuk membiasakan diri dalam hal penghayatan iman pertama-tama dalam hal atau perkara yang biasa-biasa saja, misalnya dalam hal makan, minum dan tidur, yang menjadi kegemaran banyak orang. Jika dalam hal atau perkara yang sederhana dan biasa ini orang tidak menghadapi masalah kiranya dengan mudah ia dapat menghayati iman dalam hal-hal atau perkara-perkara yang lebih besar dan rumit. Makan dan minum dengan iman berarti orang dapat menikmati jenis makanan dan minuman macam apapun asal tidak beracun atau membahayakan kesehatan tubuh. Maklum cukup banyak orang mengalami kesulitan atau hambatan ketika mereka berada di tempat lain/asing yang memiliki jenis makanan dan minuman berbeda dengan apa yang dinikmati setiap harinya. Maka marilah ketika kita berada di tempat lain/asing disediakan atau dihidangkan makanan dan minuman sesuai kebiasaan atau tradisi setempat, yang mungkin tidak sesuai dengan selera atau minat pribadi, kita santap dan nikmati makanan serta minuman tersebut dalam dan dengan iman. Marilah kita berpedoman: “Jika orang setempat makan dan minum yang sama tetap sehat dan tidak mati, maka saya makan dan minum pasti tetap sehat dan segar”. Jika makanan dan minuman tidak sesuai dengan selera tetapi sehat , maka langsung telan saja tanpa dikunyah dan percayalah Tuhan menganugerahi ‘mesin penggiling yang luar biasa’ untuk mengolah makanan dan minuman tersebut demi kesehatan dan kebugaran tubuh kita. Hal yang sama adalah tidur: ada orang sulit atau tidak dapat tidur ketika ganti tempat tidur/ditempat lain, yang berarti yang bersangkutan tidak/kurang beriman. Sekali lagi jika orang tidak mengalami kesulitan atau hambatan dalam menikmati aneka makanan dan minuman serta tidur, hemat saya yang bersangkutan selamat, damai sejahtera dan dengan demikian ia dapat dengan semangat iman hidup bersama, hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan baik. “Jadilah kepadamu menurut imanmu”
· “Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar perkataan-perkataan sebuah kitab, dan lepas dari kekelaman dan kegelapan mata orang-orang buta akan melihat. Orang-orang yang sengsara akan tambah bersukaria di dalam TUHAN, dan orang-orang miskin di antara manusia akan bersorak-sorak di dalam Yang Mahakudus” (Yes 29:18-19), demikian kata-kata hiburan yang penuh harapan dari Yesaya. Beriman memang harus dilengkapi atau disempurnakan dengan harapan dan cintakasih. Maka kepada siapapun yang merasa tuli, buta atau sengsara, entah secara spiritual maupun phisik, kami harapkan untuk tetap bergairah dan bergembira, ceria. Bukalah hati dan jiwa anda terhadap sapaan dan sentuhan Allah, agar dalam ketulian dan kebutaan maupun kesengsaraan anda dikuatkan dan digairahkan olehNya. Untuk itu memang butuh matiraga atau lakutapa, lebih-lebih secara lahir atau phisik (lihat: Ignatius Loyola, LR no 83-85) , misalnya: dalam hal makan dan tidur mengurangi apa yang normal bukan yang berlebihan, dalam hal badan atau tubuh, memberi padanya kesakitan yang terasa tetapi tidak membahayakan kesehatan tubuh. Tujuan lakutapa lahir atau matiraga adalah untuk “menyilih dosa-dosa masa lampau, mengalahkan diri dan mencari dan mendapatkan suatu rahmat atau anugerah, yang dikehendaki atua diinginkan” (ibid . no 87). Jika dalam lakutapa lahir orang menghasilkan buah-buah yang diharapkan, maka yang bersangkutan “akan tambah bersukaria dalam Tuhan, bersorak-sorai dalam Yang Mahakudus”. Lakutapa lahir kiranya juga merupakan bentuk cintakasih, yaitu mengasihi diri sendiri.
“Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN “ (Mzm 27:13-14)
Jakarta, 5 Desember 2008
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 10:21 AM 0 komentar
Link ke posting ini
Thursday, December 04, 2008
4 Des
“Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu”
(Yes 26:1-6; Mat 7:21.24-27)
“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”(Mat 7:21.24-27), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Ada sementara orang jika berdoa begitu panjang dan bertele-tele serta didoakan dengan suara lantang. Kiranya boleh dipertanyakan apakah orang yang bersangkutan sungguh berdoa atau menghafalkan kata-kata yang indah. Berdoa berarti berkomunikasi atau berwawancara dengan Tuhan, entah secara pribadi atau bersama. “Deus semper maior est” (=Tuhan senantiasa lebih besar), maka siapapun yang sungguh bertemu atau ‘bertatap muka’, tanpa berkata-kata apapun dan hanya ‘hadir di hadiratNya’ pasti akan dipengaruhi atau dikuasai karena Tuhan maha segalanya. Dipengaruhi atau dikuasai oleh Tuhan mau tidak mau harus mentaatiNya serta melaksanakan apa yang menjadi perintah atau kehendakNya. Keunggulan hidup beriman atau beragama terletak dalam penghayatan atau pelaksanaan bukan kata-kata atau omongan. “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu”, demikian sabda Yesus. Maha ketika ‘berada di hadirat Tuhan’, bertatap muka denganNya, pertama-tama dan terutama hendaknya ‘mendengarkan’ bukan ‘mendengar’ saja. ‘Mendengarkan’ butuh kerendahan hati, tanpa kerendahan hati kita tidak mampu mendengarkan dengan baik. Ingatlah dan hayatilah bahwa iman muncul dan tumbuh berkembang dalam dan melalui pendengaran. Bayi di dalam rahim ibu telah dapat mendengarkan, dan apa yang ia dengarkan akan membentuk kepribadiannya. Untuk menjadi terampil dalam mendengarkan kehendak dan perintah Tuhan kiranya kita dapat melatih diri dengan mendengarkan sesama dan saudara-saudari kita. Jika kita tidak dapat ‘mendengarkan’ apa yang dikatakan atau dilakukan oleh sesama kita, maka kita tidak akan mampu mendengarkan apa yang disabdakan atau diperintahkan oleh Tuhan. Marilah kita renungkan dan hayati sabda ini:"Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya." (Luk 11:28), “Memelihara” berarti melaksanakan atau menghayatinya.
· “Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal. Sebab Ia sudah menundukkan penduduk tempat tinggi; kota yang berbenteng telah direndahkan-Nya, direndahkan-Nya sampai ke tanah dan dicampakkan-Nya sampai ke debu” (Yes 26:4-5), demikian pesan atau nasihat Yesaya. “Percaya kepada Tuhan selama-lamanya”, sejak saat ini sampai mati, itulah panggilan dan tugas pengutusan kita semua orang beriman. Percaya kepada Tuhan berarti mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan alias beriman, sehingga memiliki cara hidup dan cara bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan serta hidup dan bertindak dengan rendah hati dimanapun dan kapanpun. Dengan semangat iman ia hidup bersama, hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tuhan senantiasa hidup dan berkarya dimana-mana atau dalam seluruh ciptaan-ciptaanNya tiada henti, terus menerus. Maka sebagai tanda bahwa kita sungguh beriman kiranya dapat mendengarkan dan menikmati karya Tuhan dalam ciptaan-ciptaanNya, terutama dalam diri manusia yang diciptakan sesuai dengan gambar atau citraNya. Dengan kata lain kita dipanggil untuk saling mendengarkan, mempercayai atau mengimani. Jauhkan aneka kecurigaan atau keraguan terhadap sesama dan saudara-saudari kita. Para pemimpin atau atasan hendaknya menjadi teladan dalam hal saling mendengarkan dan mempercayai ini, antara lain mendengarkan dan mempercayai bawahan atau anggota-anggotanya. Berilah kebebasan kepada bawahan atau anggota untuk mengerjakan apa yang telah ditugaskan kepadanya dengan kreatif dan dinamis, dan pada waktunya kita mohon laporan atau evaluasi. Marilah kita usahakan dan perdalam keutamaan saling mendengarkan dan mempercayai dalam kehidupan bersama kita dimanapun dan kapanpun, tentu saja terutama dan pertama-tama di dalam keluarga, keluarga yang menjadi dasar hidup bersama.
“Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia. Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN. Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku” (Mzm 118:8-9.19-21)
Jakarta, 4 Desember 2008
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 1:17 PM 0 komentar
Link ke posting ini
Ini telah dibuka RAHASIANYA oleh Feifei.fairy
Binatang (666), Patung dan Nabi Palsu
Di dalam kitab Wahyu saya menemukan ayat berikut:
Bilangan Iblis adalah 666
Wahyu 13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah 666.
Binatang dan Patungnya akan menuntut penyembahan (gila disembah), dan barangsiapa menolak menyembahnya akan dibunuh
Wahyu 13
15 Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.
16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
17 dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
Binatang dan Nabi Palsunya itu, ibarat 2 sosok dwi tunggal yang tak terpisahkan. Dan nabi palsu itu hanya ada 1, serta pengaruhnya mendunia:
Wahyu 19:20 Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.
Wahyu 20:10 dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.
Nubuat dalam kitab Wahyu itu, ternyata sudah digenapi 600 tahun kemudian, yaitu dengan munculnya ISLAM.
1) Bilangan AWLOH = 66
Sumber: http://en.wikipedia .org/wiki/ Allah
Abjad adalah sistem (penomoran) numerik kuno dalam dunia arab (dunia yg berbahasa arab). Dalam sistem ini setiap huruf dari 28 huruf yg ada dalam alfabet Arab digambarkan dalam angka berupa unit satuan, puluhan, dan ratusan hingga ke ribuan. Nilai numerik dari huruf Allah (الله)menurut sistem abjad Arab Tradisional tsb adalah berjumlah 66.
2) Patung yang dimaksud adalah Ka'bah
Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 2, Number 24:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar:
Rasul Allah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk memerangi orang2 sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, dan melakukan sembahyang dengan sempurna dan membayar zakat, sehingga jika mereka melakukan hal itu, maka selamatlah nyawa dan harta mereka dariku kecuali dari hukum2 Islam dan amal mereka akan dihitung oleh Allah.”
3) Dwi Tunggal = Binatang dan Nabi Palsu = Awloh dan Rasulnya
QS 4:14
Dan barangsiapa yg mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan -Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yg menghinakan.
QS 33:57
Sesungguhnya orang-orang yg menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yg menghinakan.
QS 58:5
Sesungguhnya orang-orang yg menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yg sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti yg nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yg menghinakan.
Kenapa saya begitu naif berani menghubungkannya dengan ISLAM? Karena ISLAM itu JAHAT!
Cuma ada satu cara untuk membedakan mana yang datang dari Tuhan dan mana yang datang dari Iblis, yaitu YANG JAHAT sudah pasti datangnya dari IBLIS. Ini bukan lagi zaman baheula, di mana dunia ini masih dianggap sebagai TUJUAN AKHIR-nya. Ini ABAD MASEHI, di mana SURGA & NERAKA sudah dijanjikan.. Tujuan Akhir hidup semua manusia pada era ini tertuju pada Surga atau Neraka. Pemisahan antara BAIK & JAHAT menjadi begitu jelas, dan Tuhan sudah membuat aturan: YANG BAIK akan KE SURGA, dan YANG JAHAT akan KE NERAKA.
Karena saya menyadari bahwa Islam itu adalah JAHAT, maka saya menjadi semakin YAKIN bahwa Islam itu datangnya dari Setan, setelah saya mendapat informasi bahwa BILANGAN AWLOH adalah 66, di mana bilangan ini sangat mirip dengan angka setan (666).
Selain itu, 666 juga sangat dekat dengan angka tahun permulaan lahirnya Islam, di mana Islam mulai muncul di dunia pada tahun 600-an Masehi. Bila seandainya Islam muncul pada tahun 700-an, atau 900-an, atau 1300-an, tentu saja angka 666 tidak bisa dihubungkan dengan angka tahun lahirnya Islam. Terlebih lagi Muhammad lahir pada abad ke-6, dan total usia Muhammad juga 60-an.
Satu lagi, lafal awloh bila ditambah "BISMI" di sebelah kanan dan 2 simbol pedang jihad bersilang di sebelah kiri, akan menyerupai angka 666 dalam abjad Yunani.
Dan hebatnya lagi, simbol Bulan Sabit, yang sudah dinubuatkan sejak ±700 tahun Sebelum Masehi sebagai simbol LUCIFER (Iblis yang dicampakkan ke bumi), malah dipakai sebagai simbol Awloh. Dan apakah Islam itu tidak tahu, kalau simbol bulan sabit (serta bintangnya) adalah simbol DEWA BULAN?
Yesaya 14:12 berbunyi:
Wah, engkau sudah jatuh dari langit,
hai Hilal bin Sahar (Sang Bulan Bintang),
engkau sudah dipecahkan dan
jatuh ke bumi,
hai yang mengalahkan
bangsa-bangsa!
Kemudian, simbol itu dipakai oleh Awloh:
Gambar di atas, adalah sebuah ilustrasi bahwa muslim ketika sholat (sembahyang) mereka sesungguhnya sedang menyembah BINATANG & PATUNGNYA seperti yang digambarkan dalam kitab nubuat.
BINATANG (666), PATUNG & NABI PALSU = AWLOH, KA'BAH & MUHAMMAD
Siapa yang hendak menyanggah fakta ini, silakan bantah dengan logika!
Dasar kepercayaan iman muslim dibangun diatas dusta,kebohongan dan teror pembunuhan yang biadab dimana saat zaman dan waktu sudah berubah kebenaran yang ada diungkapkan dan tidak bisa dihalangi ataupun dibendung serta kejahatan pembunuhan sudah dapat diantisipasi dan diminimalkan maka saat itu juga ambang kehancuran islam akan terjadi dan pada saatnya islam akan lenyap dan ini pasti terwujud dimana setelah islam lenyap dimulai tatanan dunia baru yang penuh kedamaian yang tentunya di dambakan setiap individu didalam hati nurani yang terdalam.
Feifei.fairy
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 1:07 PM 0 komentar
Link ke posting ini
Wednesday, December 03, 2008
3 Des
"Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada segala makhluk”
(1Kor 9:16-19.22-23; Mrk 16:15-20)
“Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.”(Mrk 16:15-20), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta St.Fransiskus Xaverius hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Dalam sejarah Ordo Serikat Yesus, yang didirikan oleh Ignatius Loyola, pada masa awal derap langkah hidup bersama dan pelayanannya pernah memperoleh tegoran dari petinggi Gereja Katolik, Kepausan:, kurang lebih berbunyi demikian: “Mengapa para anggota Serikat Yesus sebagai religius atau biarawan tidak atau jarang berdoa bersama seperti para anggota lembaga hidup bakti yang lain?”. Menanggapi tegoran ini dengan cerdas Nadal, sekretaris Ignatius Loyola menyampaikan penjelasan kurang lebih sebagai berikut: “Kami ini adalah pengikut Santo Paulus yang terus berjalan dan berkeliling dunia untuk memberitakan Kabar Baik”. Dalam sejarah Gereja ada dua tokoh awal sebagai dasar atau pondasi yaitu Petrus, yang selanjutnya diteruskan oleh para Paus, yang bertahta di Roma dan Paulus yang berkeliling dunia, yang rasanya diteruskan oleh para anggota Lembaga Hidup Bakti atau biarawan-biarawati yang bersifat mondial. Fransiskus Xaverius yang kita kenangkan hari ini adalah contoh konkret pengikut atau penerus Paulus, yang berkeling dunia, ‘pergi ke seluruh dunia untuk membertakan Injil kepada segala makhluk’, maka ia juga diberi gelar sebagai salah satu Pelindung Misi. Maka baiklah dalam mengenangkan pesta St.Fransiskus Xaverius hari ini kita mengenangkan panggilan missioner kita masing-masing: sejauh mana dalam derap langkah atau kepergian ke manapun dan dimanapun senantiasa memberitakan apa yang baik dan membahagiakan atau sejauh mana apa yang kita lakukan dan katakan senantiasa adalah apa yang baik dan membahagiakan. Sebagaimana disabdakan oleh Yesus di atas jika kita sungguh beriman tidak perlu takut dan gentar menghadapi aneka macam ‘rayuan atau godaan setan’ yang menggejela dalam diri sesama dan saudara-saudari kita: dalam dan dengan iman kita akan mampu mengatasi aneka tantangan dan hambatan, sebagaimana telah dihayati oleh Fransiskus Xaverius dalam perjalanannya mengelilingi dunia sambil mewartakan Kabar Baik.
· “Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil” (1Kor 9:16) , demikian kesaksian Paulus kepada umat di Korintus, kepada kita semua orang beriman. Injil adalah Warta Gembira, maka memberitakan Injil berarti memberitakan warta gembira, apa yang menggembirakan dan menyelamatkan atau mensejahterakan. Siapapun yang tidak memberitakan apa yang menggembirakan alias aneka macam bentuk kejahatan atau penyelewengan pasti akan celaka, tidak perlu dihukum ia sudah terhukum dengan sendirinya, antara lain semakin dijauhi oleh sesamanya atau saudara-saudarinya. Marilah kita saling berlomba dalam menggembirakan sesama atau saudara-saudari kita dimanapun dan kapanpun, tanpa pandang bulu, SARA, usia, pangkat atau kedudukan, dst.. Jika kita mampu menggembirakan orang lain hendaknya juga tidak menjadi sombong, melainkan tetap rendah hati, karena apa yang kita lakukan atau berikan kepada orang lain tidak lain adalah kasih karunia Allah yang telah kita terima secara melimpah ruah. Memang agar kita dapat menggembirakan orang lain diri kita sendiri harus gembira, ceria dan selamat. Tidak ada alasan untuk tidak gembira karena kita telah menerima kasih karunia Allah secara melimpah ruah melalui sesama atau saudara-saudari kita. Kegembiraan dan keceriaan diri kita pada dasarnya sudah bersifat missioner, karena siapapun yang melihat atau hidup bersama dengan orang gembira pasti akan tergerak atau termotivasi untuk ikut bergembira juga. Jika kita gembira dan ceria kiranya akan tahan terhadap aneka macam jenis serangan virus penyakit dan dengan demikian kita tetap sehat wal’afiat, damai sejahtera, gembira serta ceria.
“Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!” (Mzm 117)
Jakarta, 3 Desember 2008
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 7:54 AM 0 komentar
Link ke posting ini
Older Posts
Subscribe to: New window: Posts (Atom)
My Blog List
New window: ESPN.com
New window: Sources: Marrone takes Syracuse coaching job - New Orleans Saints offensive coordinator/offensive line coach Doug Marrone has accepted the head coaching position at Syracuse University and will be on ca...
11 minutes ago
New window: MarketWatch.com - Top Stories
New window: Thomas Kostigen's Ethics Monitor: Time to get tough on carbon pollution and make it a crime - There may be no better or more serious way to mitigate climate change and its effects than to make polluting illegal. Let’s cut through the hogwash and the...
23 minutes ago
New window: BBC News | News Front Page | World Edition
New window: Smith warns of Zimbabwe 'influx' - The home secretary has warned the cabinet of an influx of Zimbabweans following the cholera outbreak, the BBC learns.
1 hour ago
New window: Google News
New window: Fla. investigators hurry to ID child's remains - The Associated Press - ABC News*Fla. investigators hurry to ID child's remains* *The Associated Press - 1 hour ago* ORLANDO, Fla. (AP) - A team of medical examiners and detective...
1 hour ago
New window: Christian Science Monitor | Top Stories
New window: Housing: the key to economic revival? - The next bailout could focus on homeowners headed for default.
3 hours ago
New window: NPR: 7AM ET News Summary
New window: NPR Hourly Newscast - A brief update of the top news of the hour
13 hours ago
Win:
Slideshow
Win:
Ketika anda kekeringan rohani, beban masalah menghimpit dan sementara anda merasa tidak ada .......
My Photo
Daniel Bara Pa Ratu Kelapa Gading, DKI Jakarta, Indonesia Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih. berdirilah teguh. jangan goyah dan giatlah dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia
View my complete profile
Win:
Filmku
IFRAME removed
Win:
Video Bar
didukung oleh
New window: IMG
Win:
Koranku
Apple Google Microsoft
New window: App marketing falls on developers, not Apple
Macworld
, USA
- 12 Des 2008
- 3 jam yang lalu
New window: Artikel Terkait »
New window: cuplikan dari Google - 12/2008
New window: Apple code crashes, locks up Mac clones, Psystar claims
Computerworld
, USA
- 12 Des 2008
- 7 jam yang lalu
New window: Artikel Terkait »
New window: cuplikan dari Google - 12/2008
New window: Big Apple makes big impact in Vegas
MLB.com
- 12 Des 2008
- 4 jam yang lalu
New window: Artikel Terkait »
New window: cuplikan dari Google - 12/2008
New window: 3D desktop revealed in Apple patent filing
CNET News
, USA
- 12 Des 2008
- 4 jam yang lalu
New window: Artikel Terkait »
New window: cuplikan dari Google - 12/2008
didukung oleh
Win:
Powered By Blogger
Win:
Melayani melayani lebih sungguh
Layanilah Tuhan AllahMu
Win:
Dukung dan Doakan
Semua program yang telah kami buat agar diberkati Tuhan dan terus berkelanjutan.
Win:
Andalkan Tuhan dalam menjalani hidup
MissionLink http://dansoindo.tk
Win:
Ilustrasi Alkitab
Bagaimana Anda MEmpelajari Alkitab
Win:
Apakah anda telah membaca Alkitab
IFRAME removed
Win:
Program Mimbar Kristen
▼ 1990 (29)
▼ June (10)
▼ Jun 06 (2)
Kematian Fisik Kontradiksi Zebedeus
► Jun 09 (1)
► Jun 14 (1)
► Jun 16 (1)
► Jun 19 (1)
► Jun 21 (1)
► Jun 23 (1)
► Jun 26 (1)
► Jun 28 (1)
► July (18)
► Jul 02 (1)
► Jul 03 (3)
► Jul 06 (1)
► Jul 10 (2)
► Jul 12 (1)
► Jul 14 (2)
► Jul 17 (2)
► Jul 25 (2)
► Jul 26 (1)
► Jul 27 (1)
► Jul 28 (1)
► Jul 31 (1)
► August (1)
► Aug 10 (1)
► 2004 (111)
► October (3)
► Oct 30 (3)
► November (51)
► Nov 02 (7)
► Nov 03 (3)
► Nov 04 (3)
► Nov 05 (2)
► Nov 08 (5)
► Nov 10 (5)
► Nov 11 (2)
► Nov 24 (13)
► Nov 25 (2)
► Nov 26 (5)
► Nov 29 (4)
► December (57)
► Dec 02 (8)
► Dec 03 (8)
► Dec 06 (4)
► Dec 07 (2)
► Dec 08 (2)
► Dec 14 (10)
► Dec 17 (10)
► Dec 21 (8)
► Dec 22 (5)
► 2005 (523)
► January (87)
► Jan 09 (32)
► Jan 11 (9)
► Jan 12 (2)
► Jan 13 (2)
► Jan 14 (7)
► Jan 18 (6)
► Jan 20 (7)
► Jan 31 (22)
► February (39)
► Feb 03 (6)
► Feb 04 (2)
► Feb 08 (6)
► Feb 10 (3)
► Feb 11 (1)
► Feb 15 (5)
► Feb 17 (2)
► Feb 18 (4)
► Feb 21 (2)
► Feb 25 (5)
► Feb 26 (2)
► Feb 28 (1)
► March (39)
► Mar 01 (1)
► Mar 08 (9)
► Mar 09 (1)
► Mar 10 (1)
► Mar 15 (6)
► Mar 16 (1)
► Mar 18 (2)
► Mar 22 (5)
► Mar 23 (2)
► Mar 24 (2)
► Mar 28 (4)
► Mar 29 (1)
► Mar 30 (3)
► Mar 31 (1)
► April (45)
► Apr 01 (2)
► Apr 05 (5)
► Apr 07 (3)
► Apr 13 (5)
► Apr 15 (3)
► Apr 21 (4)
► Apr 25 (2)
► Apr 26 (1)
► Apr 28 (2)
► Apr 29 (18)
► May (31)
► May 02 (2)
► May 06 (1)
► May 10 (5)
► May 11 (3)
► May 12 (2)
► May 16 (4)
► May 17 (1)
► May 20 (3)
► May 23 (1)
► May 25 (4)
► May 26 (2)
► May 27 (1)
► May 30 (1)
► May 31 (1)
► June (28)
► Jun 01 (3)
► Jun 02 (1)
► Jun 03 (2)
► Jun 06 (1)
► Jun 07 (1)
► Jun 08 (1)
► Jun 09 (1)
► Jun 10 (1)
► Jun 13 (3)
► Jun 15 (1)
► Jun 16 (2)
► Jun 17 (1)
► Jun 20 (1)
► Jun 21 (2)
► Jun 22 (1)
► Jun 23 (1)
► Jun 24 (1)
► Jun 25 (1)
► Jun 28 (1)
► Jun 30 (2)
► July (36)
► Jul 06 (2)
► Jul 07 (8)
► Jul 12 (5)
► Jul 13 (1)
► Jul 14 (2)
► Jul 15 (1)
► Jul 19 (3)
► Jul 21 (3)
► Jul 22 (2)
► Jul 25 (1)
► Jul 26 (2)
► Jul 27 (2)
► Jul 28 (1)
► Jul 29 (3)
► August (58)
► Aug 02 (11)
► Aug 03 (5)
► Aug 04 (2)
► Aug 05 (2)
► Aug 08 (3)
► Aug 10 (6)
► Aug 11 (1)
► Aug 12 (4)
► Aug 13 (1)
► Aug 18 (3)
► Aug 19 (1)
► Aug 22 (4)
► Aug 23 (2)
► Aug 24 (1)
► Aug 25 (4)
► Aug 29 (5)
► Aug 30 (3)
► September (39)
► Sep 01 (3)
► Sep 07 (4)
► Sep 08 (2)
► Sep 09 (2)
► Sep 15 (6)
► Sep 16 (3)
► Sep 19 (4)
► Sep 20 (5)
► Sep 21 (1)
► Sep 22 (1)
► Sep 23 (2)
► Sep 26 (2)
► Sep 27 (1)
► Sep 28 (1)
► Sep 29 (1)
► Sep 30 (1)
► October (68)
► Oct 03 (2)
► Oct 04 (1)
► Oct 05 (1)
► Oct 06 (1)
► Oct 07 (1)
► Oct 11 (1)
► Oct 12 (1)
► Oct 13 (1)
► Oct 14 (3)
► Oct 17 (2)
► Oct 18 (19)
► Oct 19 (1)
► Oct 20 (1)
► Oct 21 (26)
► Oct 24 (1)
► Oct 25 (1)
► Oct 26 (1)
► Oct 27 (1)
► Oct 28 (1)
► Oct 31 (2)
► November (19)
► Nov 07 (1)
► Nov 08 (4)
► Nov 09 (1)
► Nov 10 (1)
► Nov 11 (2)
► Nov 14 (2)
► Nov 15 (1)
► Nov 16 (1)
► Nov 21 (2)
► Nov 22 (1)
► Nov 24 (2)
► Nov 25 (1)
► December (34)
► Dec 05 (5)
► Dec 06 (1)
► Dec 08 (3)
► Dec 10 (2)
► Dec 18 (7)
► Dec 20 (1)
► Dec 21 (1)
► Dec 23 (2)
► Dec 28 (3)
► Dec 29 (9)
► 2006 (308)
► January (30)
► Jan 03 (1)
► Jan 04 (2)
► Jan 05 (1)
► Jan 06 (1)
► Jan 09 (2)
► Jan 10 (4)
► Jan 11 (2)
► Jan 12 (1)
► Jan 13 (1)
► Jan 16 (1)
► Jan 17 (2)
► Jan 18 (2)
► Jan 19 (1)
► Jan 20 (1)
► Jan 23 (1)
► Jan 30 (7)
► February (29)
► Feb 02 (4)
► Feb 03 (2)
► Feb 07 (2)
► Feb 10 (6)
► Feb 13 (1)
► Feb 15 (2)
► Feb 16 (1)
► Feb 17 (1)
► Feb 20 (3)
► Feb 22 (2)
► Feb 23 (1)
► Feb 24 (1)
► Feb 27 (1)
► Feb 28 (2)
► March (33)
► Mar 01 (2)
► Mar 02 (2)
► Mar 03 (1)
► Mar 06 (2)
► Mar 07 (1)
► Mar 08 (3)
► Mar 09 (1)
► Mar 13 (3)
► Mar 14 (1)
► Mar 15 (1)
► Mar 16 (1)
► Mar 17 (3)
► Mar 20 (3)
► Mar 23 (2)
► Mar 24 (2)
► Mar 29 (5)
► April (36)
► Apr 04 (6)
► Apr 05 (2)
► Apr 07 (8)
► Apr 11 (4)
► Apr 12 (3)
► Apr 17 (6)
► Apr 19 (1)
► Apr 21 (1)
► Apr 24 (1)
► Apr 26 (1)
► Apr 28 (3)
► May (30)
► May 01 (5)
► May 02 (16)
► May 09 (6)
► May 15 (1)
► May 19 (1)
► May 29 (1)
► June (40)
► Jun 06 (8)
► Jun 09 (5)
► Jun 12 (1)
► Jun 14 (7)
► Jun 15 (1)
► Jun 16 (1)
► Jun 19 (4)
► Jun 21 (2)
► Jun 22 (2)
► Jun 23 (2)
► Jun 26 (2)
► Jun 27 (1)
► Jun 28 (1)
► Jun 30 (3)
► July (31)
► Jul 01 (1)
► Jul 03 (1)
► Jul 05 (2)
► Jul 06 (2)
► Jul 10 (4)
► Jul 14 (2)
► Jul 17 (8)
► Jul 20 (3)
► Jul 21 (2)
► Jul 25 (3)
► Jul 28 (2)
► Jul 31 (1)
► August (21)
► Aug 10 (4)
► Aug 11 (2)
► Aug 12 (1)
► Aug 28 (10)
► Aug 30 (2)
► Aug 31 (2)
► September (18)
► Sep 01 (1)
► Sep 29 (4)
► Sep 30 (13)
► October (5)
► Oct 05 (5)
► November (15)
► Nov 10 (3)
► Nov 13 (1)
► Nov 15 (2)
► Nov 21 (4)
► Nov 22 (1)
► Nov 27 (4)
► December (20)
► Dec 04 (4)
► Dec 14 (16)
► 2007 (297)
► May (17)
► May 21 (10)
► May 22 (1)
► May 23 (6)
► June (1)
► Jun 04 (1)
► July (3)
► Jul 30 (3)
► August (9)
► Aug 08 (6)
► Aug 23 (3)
► September (108)
► Sep 03 (5)
► Sep 11 (1)
► Sep 14 (2)
► Sep 17 (15)
► Sep 18 (4)
► Sep 19 (34)
► Sep 24 (4)
► Sep 25 (21)
► Sep 26 (16)
► Sep 27 (1)
► Sep 28 (5)
► October (128)
► Oct 02 (2)
► Oct 03 (2)
► Oct 04 (6)
► Oct 05 (45)
► Oct 09 (18)
► Oct 10 (19)
► Oct 18 (7)
► Oct 19 (1)
► Oct 22 (8)
► Oct 23 (14)
► Oct 24 (5)
► Oct 25 (1)
► November (19)
► Nov 13 (3)
► Nov 15 (1)
► Nov 16 (1)
► Nov 19 (2)
► Nov 20 (1)
► Nov 21 (1)
► Nov 22 (2)
► Nov 27 (4)
► Nov 28 (1)
► Nov 29 (3)
► December (12)
► Dec 04 (1)
► Dec 07 (1)
► Dec 10 (1)
► Dec 11 (1)
► Dec 17 (4)
► Dec 27 (4)
► 2008 (313)
► January (37)
► Jan 03 (2)
► Jan 04 (8)
► Jan 07 (3)
► Jan 08 (1)
► Jan 09 (2)
► Jan 11 (1)
► Jan 14 (3)
► Jan 16 (2)
► Jan 17 (1)
► Jan 18 (1)
► Jan 21 (3)
► Jan 22 (1)
► Jan 23 (2)
► Jan 28 (4)
► Jan 31 (3)
► February (10)
► Feb 01 (2)
► Feb 13 (1)
► Feb 15 (3)
► Feb 18 (4)
► March (41)
► Mar 03 (13)
► Mar 06 (3)
► Mar 14 (8)
► Mar 25 (12)
► Mar 27 (1)
► Mar 28 (1)
► Mar 31 (3)
► April (30)
► Apr 02 (2)
► Apr 03 (2)
► Apr 04 (1)
► Apr 08 (4)
► Apr 10 (1)
► Apr 11 (1)
► Apr 14 (4)
► Apr 17 (1)
► Apr 18 (1)
► Apr 21 (4)
► Apr 22 (1)
► Apr 23 (1)
► Apr 28 (5)
► Apr 29 (1)
► Apr 30 (1)
► May (27)
► May 02 (2)
► May 05 (4)
► May 06 (1)
► May 09 (2)
► May 12 (4)
► May 13 (1)
► May 14 (1)
► May 15 (1)
► May 16 (1)
► May 19 (2)
► May 22 (3)
► May 26 (4)
► May 29 (1)
► June (24)
► Jun 02 (3)
► Jun 04 (1)
► Jun 09 (4)
► Jun 10 (1)
► Jun 17 (8)
► Jun 23 (3)
► Jun 24 (2)
► Jun 26 (1)
► Jun 27 (1)
► July (15)
► Jul 08 (1)
► Jul 10 (2)
► Jul 11 (1)
► Jul 15 (3)
► Jul 20 (3)
► Jul 25 (1)
► Jul 26 (2)
► Jul 28 (1)
► Jul 29 (1)
► August (30)
► Aug 01 (4)
► Aug 04 (2)
► Aug 06 (1)
► Aug 07 (1)
► Aug 14 (7)
► Aug 15 (1)
► Aug 19 (4)
► Aug 20 (1)
► Aug 21 (1)
► Aug 22 (1)
► Aug 25 (3)
► Aug 26 (1)
► Aug 27 (1)
► Aug 28 (2)
► September (33)
► Sep 02 (5)
► Sep 03 (1)
► Sep 04 (1)
► Sep 05 (1)
► Sep 08 (3)
► Sep 09 (1)
► Sep 10 (1)
► Sep 11 (1)
► Sep 12 (2)
► Sep 15 (3)
► Sep 16 (1)
► Sep 17 (1)
► Sep 22 (5)
► Sep 23 (1)
► Sep 24 (1)
► Sep 25 (1)
► Sep 26 (1)
► Sep 29 (3)
► October (26)
► Oct 06 (7)
► Oct 07 (1)
► Oct 08 (1)
► Oct 09 (1)
► Oct 10 (1)
► Oct 11 (1)
► Oct 14 (3)
► Oct 15 (1)
► Oct 16 (1)
17 Okt
► Oct 17 (1)
18 Okt
► Oct 20 (3)
19 Okt 20 Okt. 21 Okt
► Oct 22 (2)
22 Okt 23 Okt
► Oct 23 (1)
24 Okt
► Oct 24 (1)
25 Okt
► Oct 27 (1)
26 Okt Mg Biasa XXX
► November (27)
► Nov 03 (4)
1 Nop 2 Nop 3 Nop 4 Nop
► Nov 06 (3)
5 Nov 6 Nov 7 Nov
► Nov 07 (1)
8 Nov
► Nov 10 (3)
9 Nov 10 Nov 11 Nov
► Nov 11 (1)
12 Nov
► Nov 14 (2)
13 Nov 14 Nov
► Nov 25 (9)
15 Nov 16 Nov 17 Nov 18 Nov 22 Nov 23 Nov 24 Nov 25 Nov 26 Nov
► Nov 26 (1)
27 Nov
► Nov 28 (2)
28 Nov 29 Nov
► Nov 29 (1)
30 Nov
► December (13)
► Dec 01 (2)
1 Des 2 Des
► Dec 03 (1)
3 Des
► Dec 04 (2)
Ini telah dibuka RAHASIANYA oleh Feifei.fairy 4 Des
► Dec 05 (2)
5 Des 6 Des
► Dec 07 (1)
7 Des
► Dec 09 (3)
8 Des 9 Des 10 Des
► Dec 10 (1)
11 Des
► Dec 11 (1)
12 Des
Win:
program
Belajar Web
Win:
MissionCARE
MissionCARE
WorldCARE
Win:
Bergabunglah bersama kami dan bantulah para Hamba Tuhan di pedalaman
missioncare
Win:
http://www.theworldcare.com
baru
Win:
Community bloglogku
IFRAME removed
Win:
Subscribe To http://www.missioncarepmmi.org
Posts
New window: IMG New window: IMG New window: IMG New window: IMG New window: IMG New window: IMG Atom
Posts
All Comments
New window: IMG New window: IMG New window: IMG New window: IMG New window: IMG New window: IMG Atom
All Comments
Win:
Slideshow
Win:
Data My Blog
New window: BBC News | News Front Page | World Edition
New window: Smith warns of Zimbabwe 'influx' - The home secretary has warned the cabinet of an influx of Zimbabweans following the cholera outbreak, the BBC learns.
1 hour ago
New window: Christian Science Monitor | Top Stories
New window: Housing: the key to economic revival? - The next bailout could focus on homeowners headed for default.
3 hours ago
New window: ESPN.com
New window: Sources: Marrone takes Syracuse coaching job - New Orleans Saints offensive coordinator/offensive line coach Doug Marrone has accepted the head coaching position at Syracuse University and will be on ca...
11 minutes ago
New window: Google Blog Search: dansoindo
New window: Pelita Dalam Harapan (ASA) - Monday, June 12, 2006. Uni Saat ini merupakan saat yang mengembirakan buat saya. Sebentar lagi kami akan mengadakan reuni SMA angkatan tahun 90. Jadi saya ...
3 months ago
New window: Google News
New window: Fla. investigators hurry to ID child's remains - The Associated Press - ABC News*Fla. investigators hurry to ID child's remains* *The Associated Press - 1 hour ago* ORLANDO, Fla. (AP) - A team of medical examiners and detective...
1 hour ago
New window: MarketWatch.com - Top Stories
New window: Thomas Kostigen's Ethics Monitor: Time to get tough on carbon pollution and make it a crime - There may be no better or more serious way to mitigate climate change and its effects than to make polluting illegal. Let’s cut through the hogwash and the...
23 minutes ago
New window: NPR: 7AM ET News Summary
New window: NPR Hourly Newscast - A brief update of the top news of the hour
13 hours ago
New window: www.missioncareonline.com
-
Win:
Komputer
New window: AppleNew window: GoogleNew window: Microsoft
San Jose Mercury News - New window: Biz break: Another Yahoo investor seeks Microsoft search deal
didukung oleh
Win:
Videoku
didukung oleh
New window: IMG
Win:
Selamat Datang di Blogg ini
IFRAME removed
Win:
_WidgetManager._Init('http://www.blogger.com/rearrange?blogID=8937892', 'http://dansoindomychurch.blogspot.com/','8937892'); _WidgetManager._SetPageActionUrl('http://www.blogger.com/display?blogID=8937892', '_u4sjqguhvR12zRakUWCxOu2Dvw:1229045254049'); _WidgetManager._SetDataContext([{'name': 'blog', 'data': {'title': 'Dansoindo My Church', 'pageType': 'index', 'url': 'http://dansoindomychurch.blogspot.com/', 'homepageUrl': 'http://dansoindomychurch.blogspot.com/', 'pageName': '', 'pageTitle': 'Dansoindo My Church', 'encoding': 'UTF-8', 'isPrivate': false, 'languageDirection': 'ltr', 'feedLinks': '\74link rel\75\42alternate\42 type\75\42application/atom+xml\42 title\75\42Dansoindo My Church - Atom\42 href\75\42http://dansoindomychurch.blogspot.com/feeds/posts/default\42 /\76\n\74link rel\75\42alternate\42 type\75\42application/rss+xml\42 title\75\42Dansoindo My Church - RSS\42 href\75\42http://dansoindomychurch.blogspot.com/feeds/posts/default?alt\75rss\42 /\76\n\74link rel\75\42service.post\42 type\75\42application/atom+xml\42 title\75\42Dansoindo My Church - Atom\42 href\75\42http://www.blogger.com/feeds/8937892/posts/default\42 /\76\n\74link rel\75\42EditURI\42 type\75\42application/rsd+xml\42 title\75\42RSD\42 href\75\42http://www.blogger.com/rsd.g?blogID\758937892\42 /\076', 'meTag': '\74link rel\75\42me\42 href\75\42http://www.blogger.com/profile/15195980366159173427\42 /\76\n', 'openIdOpTag': '\74link rel\75\42openid.server\42 href\75\42http://www.blogger.com/openid-server.g\42 /\76\n', 'latencyHeadScript': ''}}]); _WidgetManager._SetSystemMarkup({'layout': {'varName': '', 'template': '\74div class\75\47widget-wrap1\47\76\n\74div class\75\47widget-wrap2\47\76\n\74div class\75\47widget-wrap3\47\76\n\74div class\75\47widget-content\47\76\n\74div class\75\47layout-title\47\76\74data:layout-title\76\74/data:layout-title\76\74/div\76\n\74a class\75\47editlink\47 expr:href\75\47data:widget.quickEditUrl\47 expr:onclick\75\47\46quot;return _WidgetManage
Posts
All Comments
New window: IMG New window: IMG New window: IMG New window: IMG New window: IMG New window: IMG Atom
All Comments
Win:
Thursday, December 11, 2008
12 Des
“Hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya”
(Yes 48:17-19; Mat 11:16-19)
“Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.” (Mat 11:16-19), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· “Kalau tinggal di rumah terus dikomentari tidak bekerja, sebaliknya ketika banyak meninggalkan rumah alias sering bepergian dikomentari tidak kerasan tinggal di rumah, dst..”, begitulah sering kita dengar kritik atau komentar, mungkin merupakan perhatian atau asal komentar alias yang bersangkutan memang memiliki kebiasaan menilai, mengritik atau mengomentari orang lain. Mereka tidak mau bertanya atau memahami apa yang dilakukan orang lain, namun hanya melihat sekilas apa yang terjadi atau dilakukan. “Hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya”, demikian sabda Yesus. Maka marilah kita menilai atau menyikapi sesama atau saudara-saudari kita setelah dengan cermat melihat apa yang dibuatnya alias setelah mereka mengakhiri kegiatannya bukan sebelumnya. Sebaliknya kita sendiri masing-masing hendaknya lebih mengutamakan perbuatan atau perilaku daripada omongan atau wacana. Renungkan dan hayati pemahaman ini :” Sesungguhnya pengertian budi pekerti yang paling hakiki adalah perilaku. Sebagai perilaku, budi pekerti meliputi pula sikap yang dicerminkan oleh perilaku” (Prof Dr. Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka-Jakarta 1997, hal 4). Bukanlah perilaku seseorang tidak mungkin dinilai dari/ melalui pengamatan sesaat atau sebentar saja? Maka hendaknya dalam menilai, memberi saran, menasihati atau mengritik orang lain, dengarkan dengan rendah hati dahulu pengalaman-pengalaman kerja atau usahanya: pujilah apa yang baik dan luruskan dengan rendah hati apa yang dinilai tidak baik. Evaluasi, refleksi atau mawas diri merupakan keutamaan yang harus menjadi kebiasaan penghayatan hidup dan cara bertindak kita, sebagaimana menjadi kebiasaan mengadakan ‘pemeriksaan batin’ setiap hari di akhir hari/kegiatan atau menjelang istirahat/tidur malam.
· "Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.”(Yes 48:17-19). Marilah kita lihat, kenangkan, renungkan dan hayati perintah-perintah Tuhan kepada kita, sesuai dengan panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing. Semua perintah kiranya dapat dipadatkan menjadi perintah untuk ‘saling mengasihi’, maka baiklah kita mawas diri perihal perintah ‘saling mengasihi’. ”Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu” (1Kor 13:4-7), demikian ajaran kasih dari Paulus. Dari ajaran kasih di atas ini kiranya yang mendesak dan up to date untuk kita hayati dan sebarluaskan adalah ‘tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain’, mengingat dan memperhatikan begitu banyak orang menyimpan kesalahan sesamanya, yang berkembang menjadi marah atau bermusuhan. Marah berarti melecehkan atau merendahkan yang lain, melanggar hak azasi manusia/harkat martabat manusia. Pemarah hemat saya identik dengan orang sombong. Hendaknya jangan menyimpan kesalahan orang lain, tetapi simpan dan angkat kembali kebaikan-kebaikan yang lain. Marilah berpikir positif terhadap sesama dan saudara-saudari kita, yang berarti senantiasa melihat, mengakui dan mengimani kebaikan-kebaikan orang lain dan dengan demikian kita akan menikimati damai sejahtera lahir dan batin, jasmani dan rohani.
“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mzm 1:1-3)
Jakarta, 12 Desember 2008
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 3:27 PM 0 komentar
Link ke posting ini
google_ad_client="pub-8633790514188463"; google_ad_host="pub-1556223355139109"; google_ad_width=300; google_ad_height=250; google_ad_format="300x250_as"; google_ad_type="text_image"; google_color_border="446666"; google_color_bg="446666"; google_color_link="CCFF44"; google_color_url="BBBBBB"; google_color_text="99BB55"; //--> window.google_render_ad();IFRAME removed
Wednesday, December 10, 2008
11 Des
“Yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya”
(Yes 41:13-20; Mat 11:11-15)
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan -- jika kamu mau menerimanya -- ialah Elia yang akan datang itu. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar” (Mat 11:11-15), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Jika kita perhatikan atau cermati aneka macam jenis peralatan atau sarana-prasarana teknologi saat ini semakin lama semakin kecil bentuknya, demikian juga banyak alat-alat atau ‘onderdil-onderdil’ kecil yang penting dan utama dalam berbagai jenis produk teknologi yang terus tumbuh berkembang tiada henti. Sebagai contoh ‘HP” (Hand Phone), bentuknya semakin kecil dan semakin canggih serta lebih besar harga atau nilainya daripada pendahulunya. Dalam Warta Gembira hari ini kita baca bahwa Yohanes Pembaptis dikenal sebagai ‘yang besar’ yang dilahirkan oleh perempuan, namun ‘yang akan datang’ , yaitu Yesus, Penyelamat Dunia, yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya. Warta Gembira ini kiranya mengingatkan bahwa mereka yang akan datang kemudian harus lebih besar dari pendahulunya, anak-anak harus ‘lebih besar’ dari pada oirang tuanya, para peserta didik harus ‘lebih besar’ dari gurunya dst.. Dengan kata lain para pendahulu (orangtua, guru dst..) harus dengan rendah hati dan kerja keras mempersiapkan ‘para penerus’ (anak-anak, peserta didik, dst..) agar tumbuh berkembang lebih besar, lebih cerdas beriman. Kegagalan anak-anak atau peserta.didik untuk menjadi lebih besar merupakan kegagalan orangtua atau guru. Ingat pepatah Jawa “kacang mongso tinggalo lanjaran”!. Sebaliknya kami berharap kepada anak-anak, peserta didik atau generasi muda/penerus hendaknya mengembangkan dan memperdalam keutamaan ‘mendengarkan’ selama berada dalam proses pembelajaran, entah di sekolah, di rumah atau di dalam masyarakat pada umumnya. Dengan kata lain hendaknya dengan rendah hati belajar terus menerus, siap sedia dan terbuka untuk diperbaharui melalui berbagai kesempatan dan kemungkinan.
· “Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”(Yes 41:13). Kutipan ini kiranya layak menjadi permenungan atau pegangan hidup dan cara bertindak kita. “Janganlah takut,Akulah yang menolong engkau”. Penakut pada umumnya akan mengurung diri, menyendiri atau menutup diri serta berusaha menghindari perjumpaan dengan orang lain. Penakut berarti memiliki otak bawah sadar pasif. Sebaliknya orang yang tidak takut alias pemberani berarti memiliki otak bawah sadar poisitif, dan dengan demikian apa yang didambakan atau dicita-citakan akan menjadi kenyataan atau terwujud. Kepada kita semua kami ingatkan “marilah jangan takut, percayalah pada penolong-penolong yang ada di sekitar anda”. Marilah kita hayati motto “trial and error”, berani mencoba dan bersalah; dengan kata lain marilah kita kembangkan dan perdalam sikap mental ‘bereksplorasi’, belajar terus menerus tiada henti, sepanjang hidup/hayat. Bukalah hati, jiwa, akal budi dan tubuh anda terhadap aneka macam penolong atau pembantu di sekitar anda, belajarlah dari aneka kesuksesan atau kegagalan yang ada di sekitar anda. Untuk itu kita harus berpikiran positif, artinya senantiasa bersikap positif terhadap sapaan, sentuhan, tegoran, kritikan, pujian dst. dari orang lain atau siapapun; sadari dan hayati bahwa semuanya itu adalah perwujudan kasih mereka kepada kita yang lemah dan rapuh. Jangan hanya bersikap posisif terhadap apa yang mengenakkan anda atau hanya sesuai dengan selera pribadi anda, yang menyakitkan atau tidak sesuai dengan selera pribadi anda pun harus disikapi secara positif. Jika orang hidup dan bertindak hanya mengikuti atau sesuai dengan selera pribadi pasti tidak sehat dan sakit-sakitan. Sadari dan hayati bahwa orang mengritik dan menegor kita dengan keras merupakan perwujudan kasihnya kepada kita; jika mereka tidak mengasihi kita pasti mereka tidak menegor atau mengritik kita dengan keras, melainkan mendiamkan kita. Pertolongan Tuhan kepada kita menjadi nyata dalam dan melalui aneka perlakuan yang terarah pada kita, entah yang enak maupun tidak enak, yang sesuai atau tidak sesuai dengan selera pribadi kita.
“TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu, untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu “
(Mzm 145:9-12)
Jakarta, 11 Desember 2008
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 2:12 PM 0 komentar
Link ke posting ini
google_ad_client="pub-8633790514188463"; google_ad_host="pub-1556223355139109"; google_ad_width=300; google_ad_height=250; google_ad_format="300x250_as"; google_ad_type="text_image"; google_color_border="446666"; google_color_bg="446666"; google_color_link="CCFF44"; google_color_url="BBBBBB"; google_color_text="99BB55"; //--> window.google_render_ad();IFRAME removed
Tuesday, December 09, 2008
10 Des
“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu,”
(Yes 40:25-31; Mat 11:28-30)
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”(Mat 11:28-30), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Mengapa orang mempunyai ‘isteri atau suami kedua’ atau WIL atau PIL? , dan orang akan lebih mesra dengan WIL atau PIL-nya daripada dengan isteri atau suaminya sendiri? Apakah isteri kurang cantik atau suami kurang tampan? Yang terjadi kiranya entah isteri atau suami membuat ‘letih lesu dan berbeban berat’ karena rewel, cerewet, aneh-aneh serta menuntut tanggungjawab; sementara itu WIL atau PIL tidak menuntut tanggungjawab melainkan uang. Setia pada yang utama dan pertama memang sarat dengan tantangan dan hambatan serta dapat membuat orang menjadi atau merasa ‘letih lesu dan berbeban berat’, namun setia pada yang pertama dan utama adalah jalan keselamatan atau kebahagiaan sejati. Maka marilah kita pikul ‘kuk’ (panggilan, tugas pengutusan atau tanggungjawab) yang dipasang di ‘bahu’ kita dan belajar dari Yesus, Tuhan dan guru kita, yang telah melaksanakan dengan sempurna dengan menderita sampai wafat di kayu salib. Derita yang lahir dari kesetiaan atau ketaatan pada kehendak Tuhan, panggilan dan tugas pengutusan adalah jalan keselamatan atau kebahagiaan sejati. “Setia adalah sikap dan perilaku yang menunjukkan keterikatan dan kepedulian atas perjanjian yang telah dibuat” (Prof Dr. Edy Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka-Jakarta 1997, hal 24). Maka baiklah kita ingat, kenangkan dan refleksikan aneka janji yang pernah kita ikhrarkan: janji baptis, janji perkawinan, janji imamat, kaul, janji pegawai/pelajar/mahasiswa atau sumpah jabatan dst.. Untuk menghayati dan setia pada janji marilah kita hayati ajakan atau peringatan ini: “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Fil 2:5-8)
· “Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” (Yes 40:28-31), demikian peringatan nabi Yesaya kepada bangsa terpilih, kepada kita semua orang beriman. Kepada siapapun yang merasa lelah dan tak bersemangat, marilah kita lihat, nikmati karya penciptaan Allah, antara lain dalam aneka jenis tanaman dan bunga yang indah serta memikat, maupun binatang-binatang yang tak pernah atau jarang mengeluh, mengesah maupun menggerutu. Nikmatilah keindahan alam yang dihiasi oleh aneka jenis tanaman dan bunga, maka anda akan digairahkan kembali. Secara khusus saya ingatkan orang-orang muda atau rekan muda-mudi dan anak-anak: hendaklah jangan lesu dan tak bersemangat, entah dalam belajar, hidup maupun pergaulan. Tunjukkan kegairahan dan kegembiraan anda, sebagai orang muda yang masih memiliki masa depan begitu panjang. Hendaklah senantiasa dengan rendah hati, gembira, penuh harapan dalam belajar, dengan demikian anda akan dapat belajar dengan baik dan diperkaya oleh berbagai macam masukan yang anda dengar dimanapun dan kapanpun. Jadilah anda bagaikan ‘rajawali’ yang terbang, berlari ataupun berjalan tidak menjadi lesu/lelah. Untuk itu hendaknya menjaga kebugaran dan kesegaran diri anda, antara lain dengan makan dan minum sesuai dengan motto ‘empat sehat lima sempurna’, berolahraga secara teratur, istirahat secara teratur serta senantiasa berpikiran positif terhadap yang lain. Jauhkan aneka cara hidup atau cara bertindak yang mudah merusak diri anda, misalnya: begadang tanpa perlu, minuman keras, narkoba atau aneka obat terlarang maupun free-sex, dst.
“Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,” (Mzm 103:1-4)
Jakarta, 10 Desember 2008
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 2:52 PM 0 komentar
Link ke posting ini
google_ad_client="pub-8633790514188463"; google_ad_host="pub-1556223355139109"; google_ad_width=300; google_ad_height=250; google_ad_format="300x250_as"; google_ad_type="text_image"; google_color_border="446666"; google_color_bg="446666"; google_color_link="CCFF44"; google_color_url="BBBBBB"; google_color_text="99BB55"; //--> window.google_render_ad();IFRAME removed
9 Des
“Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.”
(Yes 40:1-11; Mat 18:12-14)
"Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.” (Mat 18:12-14), demikian kutipan Warta Gembira hari ini
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Ibu Teresa dari Calcuta pernah menyatakan bahwa dirinya bagaikan setetes air di tengah samudera, namun jika setetes itu tidak ada samudera pun berkurang juga. Rasanya apa yang Ibu Teresa katakan juga ia hayati dalam hidup dan karyanya, menghayati sabda Yesus hari ini, mencari dan menemani ‘yang hilang’ yaitu para gelandangan, orang yang hampir mati, fakir miskin dst.. Maka marilah bercermin pada Warta Gembira hari ini kita mawas diri: apakah anda ‘sesuatu’ (barang/harta benda, orang/manusia dst..) yang menjadi tanggungjawab kita ‘hilang’ atau terlupakan. Yang mendesak kiranya adalah jika ada saudara-saudari, sesama atau rekan kerja kita ada yang ‘hilang’ (malas, sering mangkir dalam kerja atau tugas, berdosa dst..) marilah kita dengan segala upaya mencari dan menyelamatkan mereka. Yang menyebabkan atau menjadi alasan ‘hilang’ mungkin karena ada kesalah-pahaman di antara kita atau egoisme yang terjadi di antara kita, maka marilah dalam mencari dan menyelamatkan yang ‘hilang’ kita bersikap sebagaimana dinasihatkan oleh St.Ignatius Loyola ini :”Setiap orang kristiani yang baik tentu lebih bersedia membenarkan pernyataan sesamanya daripada mempersalahkannya. Jika tak dapat dimengerti, yang menyatakan hendaklah ditanya apakah yang dimaksudkan; dan jika dia salah, hendaklah dibetulkan dengan cintakasih; dan jika itu belum cukup hendaklah digunakan segala upaya yang sesuai, supaya sampai pada pemahaman yang benar, dan dengan demikian dijauhkan dari kesalahan” (St.Ignatius Loyola, LR no 22). Kiranya jika masing-masing dari kita menghayati nasihat di atas ini maka tidak akan ada yang ‘hilang’ di antara kita. Sekiranya secara manusia atau phisik kita sulit melakukannya atau tidak mungkin dilakukan, baiklah kita lakukan secara rohani atau spiritual, yaitu dengan ‘berdoa’: berdoa mohon agar Tuhan menggerakan mereka yang ‘hilang’ untuk berkumpul atau bersama-sama lagi dengan saudara-saudarinya.
· "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.”(Yes 40:3-5). Seruan Yesaya ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi kita. Kita dipanggil untuk ‘meratakan jalan yang berbukit-bukit, bergelombang atau berkelok-kelok’. Tentu saja dari diri kita sendiri senantiasa dalam keadaan ‘rata’ alias jujur. “Jujur adalah sikap dan perilaku yang tidak suka berbohong dan berbuat curang, berkata-kata apa adanya dan berani mengakui kesalahan, serta rela berkorban untuk kebenaran”. Memperhatikan dan mencermati masih maraknya aneka bentuk korupsi dalam kehidupan dan kerja bersama masa kini, kiranya penghayatan dan penyebarluasan ‘kejujuran’ sungguh mendesak dan up to date. Secara preventif gerakan atau usaha pengahayatan dan penyebarluasan ‘kejujuran’ perlu dilaksanakan di dunia pendidikan, di sekolah-sekolah atau perguruan tinggi, antara lain dengan memberlakukan aturan “DILARANG MENYONTEK” dalam ulangan atau ujian, demikian juga dalam membuat karangan/tulisan atau skripsi. Korupsi yang marak terjadi sampai kini hemat saya karena kebiasaan menyontek di sekolah atau perguruan tinggi dibiarkan. Sebaliknya jika ada rekan kerja yang tidak jujur atau korupsi, marilah kita tegor dan luruskan. Para koruptor hemat saya tidak memuliakan Tuhan atau tidak beriman, melainkan memuliakan harta benda atau uang dan dengan demikian bebakti kepada berhala-behala modern. Maka jika mereka tidak memiliki harta benda atau uang yang diharapkan, pada umumnya para koruptor tertekan atau stress. Kepada para koruptor kami ingatkan untuk bertobat, tidak ada kata terlambat, mulailah saat ini juga dan marilah kita memuliakan Tuhan dalam dan melalui aneka kekayaan atau harta benda yang kita miliki atau kuasai.
“Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa” (Mzm 96:1-3).
Jakarta, 9 Desember 2008
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 11:33 AM 0 komentar
Link ke posting ini
8 Des
HR SP Maria Dikandung tanpa dosa: Kej 3:9-15.20; Ef 1:3-6.11-12; Luk 1:26-38
"Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
“Karena kurnia serta peran keibuannya yang ilahi, yang menyatukannya dengan Puteranya Sang Penebus, pun pula karena segala rahmat serta tugas-tugasnya, Santa Perawan juga erat berhubungan dengan Gereja. Seperti telah diajarkan St.Ambrosius, Bunda Allah itu pola Gereja, yakni dalam hal iman, cintakasih dan persatuan sempurna dengan Kristus. Sebab dalam misteri Gereja, yang juga disebut bunda dan perawan, Santa Maria mempunyai tempat istimewa, serta secara ulung dan istimewa memberi teladan perawan maupun ibu. Sebab dalam iman dan ketaatan ia melahirkan Putera Bapa sendiri di dunia, dan itu tanpa mengenal pria, dalam naungan Roh Kudus, sebagai Hawa yang baru, bukan karena mempercayai ular yang kuno itu, melainkan karena percaya akan utusan Allah, dengan iman yang tak tercemar oleh kembimbangan. Ia telah melahirkan Putera, yang oleh Allah dijadikan yang sulung di antara banyak saudara (Rm 8:29), yakni Umat beriman. Maria bekerja sama dengan cinta kasih keibuannya untuk melahirkan dan mendidik mereka” (Konsili Vatican II, LG no 63)
"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." (Luk 1:38)
“Per Mariam ad Christum” = “Melalui Maria menuju Kristus, demikian ungkapan yang rasanya menggambarkan pengalaman banyak orang, yang dengan berdevosi kepada Bunda Maria semakin dekat dan bersahabat dengan Yesus Kristus, dengan Tuhan. Jika kita cermati pertumbuhan dan perkembangan tempat-tempat suci yang dipersembahkan kepada Bunda Maria berkembang begitu pesat: selain tempat-tempat ziarah yang cukup besar, di beberapa halaman gedung Gereja atau pastoran dan biara sering dibangun gua Maria. Doa-doa rosario menjadi pilihan doa yang senantiasa didoakan, entah sendiri atau bersama, sebelum perayaan Ekaristi, dalam doa bersama di lingkungan atau sendirian sambil berjalan-jalan, dst..
Maria adalah teladan hidup beriman, teladan kesucian karena sejak dalam kandungan ia dikarunia, Tuhan senantiasa menyertainya, dan selama hidupnya senantiasa bersatu dengan Penyelamat Dunia sampai Ia wafat di kayu salib.Kita semua dipanggil untuk meneladan Bunda Maria yang dengan rendah hati menyatakan: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.". Seorang hamba atau pembantu rumah tangga yang baik memang senantiasa bertindak menurut perkataan atau perintah tuan-tuannya. Maria, hamba Tuhan, senantiasa “mendengarkan firman Allah dan melakukannya." (Luk 8:21). Maka jika kita bercita-cita untuk menjadi suci, tak bernoda dan tak bercacat hati, jiwa, akal budi dan tubuh kita, marilah kita ‘mendengarkan firman Allah dan melakukannya’ kapanpun dan dimanapun:
1). “Mendengarkan” merupakan keutamaan yang dibutuhkan dan harus dihayati jika kita menghendaki tumbuh berkembang sebagai pribadi cerdas beriman. Agar kita dapat mendengarkan dengan baik kita harus rendah hati, menghayati diri sebagai seorang ‘hamba yang baik’. Marilah kita dengarkan sapaan dan sentuhan Tuhan, entah yang bergema dalam lubuk hati kita atau melalui orang lain yang berbuat baik kepada kita: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau”. Marilah kita sikapi dan hayati aneka sapaan, sentuhan, kritik dst.. dari saudara-saudari atau sesama kita sebagai kasih karunia Tuhan. Jika kita bersikap demikian, kami yakin kita dengan mudah mendengarkan (membaca, mereungkan dan memahami) firman Tuhan sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci, dan dengan demikian kita akan dirajai atau dikuasai oleh Tuhan, hidup dan bertindak sebagai ‘hamba-hamba Tuhan’. Ingatlah dan hayati bahwa firman/sabda Tuhan pertama-tama dan terutama untuk ‘dibacakan dan didengarkan’ bukan didiskusikan. Bacakan dengan baik firman/sabda Tuhan, sehingga para pendengar juga dapat mendengarkan dengan baik, jika membacakan untuk diri sendiri hendaknya jangan hanya bisik-bisik, melainkan usahakan sampai telinga tubuh kita dapat mendengarkan dengan baik.
2). “Melakukan” atau melaksanakan atau menghayati itulah keutamaan yang ada dalam diri para hamba. Bunda Maria menjadi teladan atau pola hidup menggereja “dalam hal iman, cintakasih dan persatuan sempurna dengan Kristus”. Bunda Maria juga “menjadi ibu semua yang hidup” (Kej 3:20 ). Keunggulan hidup beriman terletak dalam ‘penghayatan iman, cintakasih dan persatuan dengan Tuhan’, bukan dalam wacana atau omongan.. Dengan menghayati iman, cintakasih dan persatuan dengan Tuhan kita akan hidup, hidup bergembira, gairah, dimanis dan damai sejahtera.
“Di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya”(Ef 1:4)
Masing-masing dari kita atau kita semua adalah ‘yang terpilih’. Ingat dan sadari bahwa ada lebih dari 20 (duapuluh) juta sperma belomba untuk merebut satu sel telor dan hanya satu yang berhasil untuk bersatu dengan sel telor dan kemudian tumbuh berkembang menjadi manusia, yaitu masing-masing dari kita saat ini. Masing-masing dari kita adalah yang terpilih oleh Allah untuk berpartisipasi dalam karya penciptaanNya yang tiada henti. Pada awal ada kita senantiasa dalam keadaan ‘kudus dan tak bercacat’ alias suci, bersih dan murni. Memang seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan atau semakin tambah usia dan pengalaman pada umumnya semakin pudar juga kekudusan dan ketidak-cacatan tersebut, karena kelemahan dan kerapuhan kita. Maka baiklah di hari raya SP Maria dikandung tanpa dosa hari ini kita mawas diri: “sejauh mana kita masih dalam keadaan kudus dan tak bercacat seperti sedia kala”, dan jika telah pudar, marilah kita memperbaharui dan bertobat.
Marilah kita kenangkan janji baptis yang pernah kita ucapkan atau ikhrarkan, yaitu “hanya mau mengabdi Tuhan Allah saja dan menolak semua godaan setan”. Janji baptis merupakan dasar dari janji-janji lainnya, yang mengikuti, misalnya janji perkawinan, janji imamat atau kaul hidup membiara. Jika kita handal dan kuat serta mendalam dalam penghayatan janji baptis, kiranya dengan mudah menghayati atau melaksanakan janji-janji berikutnya. Janji-janji berikutnya, setelah janji baptis, hemat saya merupakan niat dan usaha untuk lebih mendalam dan handal dalam penghayatan janji baptis. Maka marilah kita saling membantu dan mengingatkan dalam hal penghayatan janji baptis, dimana kita terpilih untuk bersatu dengan Kristus
Jika adalah orang, kenalan atau saudara-saudari kita, entah sebagai suami atau isteri, imam, bruder atau suster, cara hidup atau cara bertindak tidak baik, hendaknya diingatkan atau ditegor perihal janji baptis atau diajak bersama-sama untuk setia menjadi murid Yesus Kristus, orang Kristen atau Katolik. Jangan ditegor misalnya “hendaklah menjadi suami atau isteri yang baik, imam, bruder atau suster yang baik”, melainkan “hendaknya menjadi orang Kristen atau Katolik yang baik”. Yang mendasar dan hakiki adalah baptisan kita masing-masing, sedangkan bentuk panggilan lain bersifat fungsional; kita semua adalah Umat Allah, sama-sama Umat Allah, maka hendaknya perbedaan panggilan dan tugas pengutusan semakin mengkokohkan dan memperteguh keanggotaan kita sebagai Umat Allah.” karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan -- kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya -- supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya” (Ef 1:11-12)
“Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!” (Mzm 98:1-4)
Jakarta , 8 Desember 2008
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 7:44 AM 0 komentar
Link ke posting ini
Sunday, December 07, 2008
7 Des
Mg Adven II : Yes 40:1-5.9-11; 2Ptr 3:8-14; Mrk 1:1-8
"Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak”
Jika ada pejabat tinggi, misalnya presiden atau kepala Negara, yang mau berkunjung atau lewat, pada umumnya terjadilah persiapan tempat atau jalan alias ‘pembersihan’, dengan harapan pejabat yang bersangkutan selamat di perjalanan atau yang didatangi puas karena memperoleh pujian atas kesuksesan dalam penyambutan pejabat tinggi. Sebagai contoh ketika presiden dari tempat tinggal atau rumahnya hendak menuju ke kantor/istana presiden, maka di perempatan/pertigaan jalan polisi telah mempersiapkan jalan antara lain dengan menghentikan kendaraan-kendaraan lain, kemudian pengawal mendahului rombongan kendaraan/mobil dimana presiden berada di dalamnya. Persiapan memang merupakan usaha yang penting dan perlu untuk melakukan segala sesuatu, dengan persiapan yang baik kiranya apa yang kita harapkan atau dambakan mendekati kenyataan atau kita berharap apa yang akan kita lakukan berhasil dengan baik. Pada hari ini kepada kita ditampilkan tokoh Yohanes Pembaptis, sebagai bentara kedatangan Yesus, Penyelamat Dunia, yang dengan rendah hati berkata: “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.” (Mrk 1:7-8). Maka marilah dalam mempersiapkan kedatangan Penyelamat Dunia, Pesta Natal , yang akan datang kita mawas diri dengan cermin Yohanes Pembaptis.
"Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” (Mrk 1:7)
Kita semua dipanggil untuk menjadi bentara-bentara kedatangan Tuhan, Penyelamat Dunia, di tengah-tengah atau dalam kehidupan bersama dimanapun dan kapanpun. Sebagai bentara kita dapat berpedoman pada apa yang dikatakan oleh Yohanes Pembaptis :”Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu."(Mrk 1:4). Tentu saja diri kita masing-masing juga telah bertobat atau sedang dalam proses pertobatan, maka marilah dengan rendah hati kita saling mengingatkan dan membantu dalam proses pertobatan. “Rendah hati adalah sikap dan perilaku yang tidak suka menonjolkan dan menomorsatukan diri, yattu dengan menenggang perasaan orang lain. Meskipun pada kenyataannya lebih dari orang lain, ia dapat menahan diri untuk tidak menonjolkan dirinya” (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka Jakarta 1997, hal 24).
Siapapun yang merasa menjadi pemimpin atau atasan hendaknya menjadi teladan dalam hal keutamaan kerendahan hati ini, sebagaimana diusahakan oleh para gembala kita/para uskup, yang senantiasa menyatakan diri sebagai ‘hamba yang hina dina’.Maka untuk mengusahakan dan menghayati kerendahan hati kiranya kita juga dapat bercermin pada pada hamba/pembantu rumah tangga, yang pada umumnya bertugas ‘membersihkan apa yang kotor’, entah kamar/ruangan, pakaian, halaman dst.. Selain tugas membersihkan mereka juga mempersiapkan, misalnya makanan dan minuman atau aneka kebutuhan yang dilayani. Pembantu rumah tangga yang baik pada umumnya rendah hati, peka terhadap kebutuhan mereka yang harus dilayani, dan dengan demikian yang dilayani dapat melaksanakan tugas pengutusannya atau menghayati panggilannya dengan baik. Kita semua juga dipanggil untuk ‘membersihkan dan mempersiapkan’.
Marilah kita bersihkan dan persiapkan hati, jiwa, akal budi dan tubuh kita untuk menyambut kedatangan atau kelahiran Penyelamat Dunia. “Men sana in corpore sano “ = Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, demikian kata sebuah motto yang sangat terkenal. Marilah pertama-tama kita mengusahakan agar tubuh kita sehat wal’afiat, antara lain dengan : makan dan minum sesuai dengan motto ‘empat sehat lima sempurna’, hidup teratur, istirahat cukup, teratur berolahraga, dst.. Pengamatan dan pengalaman saya ketika tubuh sehat maka dengan mudah mengusahakan kesehatan hati, jiwa dan akal budi alias cerdas beriman. “Berilah dirimu dibaptis”, demikian seruan Yohanes Pembaptis. “Dibaptis” berarti dibersihkan, disucikan atau disisihkan seutuhnya bagi Tuhan, sehingga orang yang bersangkutan menjadi suci/bersih, senantiasa hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan. Kepada orang suci/ bersih akan datang banyak orang kepadanya, sebagaimana dialami oleh Yohanes Pembaptis, untuk mengaku dosa alias bertobat. Sebagai bentara cara hidup dan cara bertindak kita diharapkan memikat banyak orang untuk mendekat serta bertobat.
“Sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia “ (2Ptr 3:13 -14)
Kita semua “harus berusaha supaya kedapatan tak bercacat dan tak bercela di hadapanNya, dalam perdamaian dengan Dia”. Secara konkret tugas pengutusan ini kiranya sungguh berat dan sarat dengan tantangan dan hambatan, maka baiklah kita saling membantu dan mengingatkan. Rasanya mereka yang ‘kedapatan tak bercacat dan tak bercela di hadapanNya’ adalah bayi-bayi atau anak-anak balita, yang senantiasa dalam keadaan membuka diri, ceria, dinamis, siap sedia untuk diperlakukan apapun oleh orang lain. Memang, lebih-lebih atau terutama bayi-bayi harus didekati dan diperlakukan dalam dan dengan kasih, tanpa kasih mereka akan menolak dan membenontak antara dengan menangis. Maka mungkin baik dalam hal mawas diri apakah kita dalam keadaan tak bercacat dan tak bercela antara lain dengan menyapa atau membelai, menyentuh seorang bayi; jika mereka kita sapa atau belai memberontak atau menangis berarti kita dalam keadaan cacat dan tercela.
Untuk mengusahakan tak bercacat dan tak bercela di hadapanNya hendaknya kita berpegang atau berpedoman pada apa yang dikatakan oleh Yesaya ini :”Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.”(Yes 40:4-5) ‘Lembah, gunung, berbukit-bukit, tanah yang tidak rata dan berlekuk-lekuk’ memang mengganggu perjalanan atau memperlambat dan menghalangi perjalanan. Kita semua sedang berada dalam perjalanan menuju ke pemenuhan hidup terpanggil atau pelaksanaan tugas pengutusan kita masing-masing, menuju hidup bahagia abadi di sorga setelah dipanggil Tuhan, meninggal dunia.
Marilah dengan rendah hati dan bantuan rahmat Tuhan kita bersihkan segala sesuatu yang menghambat penghayatan panggilan atau pelaksanaan tugas pengutusan kita masing-masing, yaitu dosa-dosa, misalnya:” percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya” (Gal 5:19-21) agar kita dapat hidup bersih serta menghasilkan buah-buah atau keutamaan-keutamaan “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Gal 5:22-23) . Sikap hidup dan cara bertindak yang dijiwai oleh keutamaan-keutamaan inilah sebagai cirikhas bentara-bentara kedatangan atau kelahiran Penyelamat Dunia.
“Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya. Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.” (Mzm 85:9ab-14)
Jakarta , 7 Desember 2008
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 3:26 PM 0 komentar
Link ke posting ini
Friday, December 05, 2008
6 Des
“Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma”
(Yes 30: 19-21.23-26; Mat 9:35-10:1.6-8)
“Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”(Mat 9:35-10:1.6-8)
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Hidup kita adalah anugerah Tuhan, yang kita terima secara cuma-cuma melalui orangtua atau bapak-ibu kita masing-masing, maka hemat saya segala sesuatu yang menyertai hidup kita, yang kita miliki, kuasai dan nikmati sampai saat ini tidak lain adalah juga anugerah Tuhan yang kita terima secara cuma-cuma melalui orang-orang yang telah berbuat baik dan mengasihi kita. “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma”, demikian sabda Yesus. Mungkin tidak ada atau jarang yang memberikan dengan cuma-cuma apa yang telah kita terima, maka baiklah sabda ini kita hayati secara lain, yaitu jika kita belajar atau bekerja hendaknya sungguh-sungguh, dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan/tubuh. Dengan kata lain marilah di masa Adven ini kita tingkatkan dan perdalam ‘lakutapa atau matiraga’ secara positif, yaitu dengan setia dan taat pada panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing. Kepada para pelajar atau mahasiswa yang sedang belajar kami harapkan sungguh belajar sehingga terampil dalam belajar dan dengan demikian akan berhasil atau sukses dalam belajar, dan kemudian siap sedia untuk menjadi “pekerja-pekerja yang handal”., sedangkan kepada para pekerja, entah pekerjaan, tugas atau jabatan apapun, kami harapkan untuk sungguh bekerja sehingga terampil dalam bekerja. Percayalah dan imanilah jika kita terampil dalam belajar maupun bekerja, maka kita juga akan semakin menerima lebih banyak aneka macam anugerah Tuhan dalam berbagai bentuk. Hendaknya, entah selama belajar atau bekerja, senantiasa menghayati semangat persaudaraan sejati, solidaritas dan keberpihakan kepada mereka yang miskin dan berkekurangan, yang bodoh atau kurang beruntung, dst..
· “TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas; sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak. Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh”(Yes 30:23-25), demikian hiburan yang penuh harapan dari Yesaya. Apa yang diimpikan Yesaya tersebut kiranya juga akan menjadi nyata dalam diri kita, jika kita sungguh belajar atau bekerja sesuai dengan tugas dan pengutusan kita masing-masing, sesuai dengan aneka tatanan dan aturan hidup yang terkait dengannya. Maka baiklah di hari-hari awal masa Adven ini kita mawas diri aneka tatanan dan aturan yang terkait dengan panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing. “Jer basuki mowo beyo” (= Untuk hidup bahagia, damai sejahtera harus berjuang dan berkorban), demikian kata pepatah Jawa. Rasanya untuk setia dan taat terhadap aneka tatanan dan aturan yang terkait dengan panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing, kita harus berani berjuang dan berkorban. Apa yang diterima atau diperoleh dengan dan dalam perjuangan dan pengorbanan sejati sungguh merupakan kebahagiaan dan kenikmatan sejati yang tak tergoyahkan dan tahan lama atau bahkan sampai mati. Maka jauhkan aneka bentuk budaya atau cara hidup dan cara bertindak ‘instant’. Ingat dan renungkan juga pepatah ini :”Berrakit-rakit ke hulu, berrenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”, jangan dibalik atau terjadi ‘bersenang-senang dahalu bersakit-sakit kemudian”.
“Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka; Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya.Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga. TUHAN menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, tetapi merendahkan orang-orang fasik sampai ke bumi.” (Mzm 147:3-6)
Jakarta, 6 Desember 2008
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 10:35 AM 0 komentar
Link ke posting ini
5 Des
"Jadilah kepadamu menurut imanmu."
(Yes 29:17-24; Mat 9:27-31)
“Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud." Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya." Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." Maka meleklah mata mereka. Dan Yesus pun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: "Jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini." Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu” (Mat 9:27-31), demikian kutipan Warta Gembira hari ini
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Beriman berarti mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan, dan iman pertama-tama dan terutama harus dihayati atau dilaksanakan bukan diomongkan atau didiskusikan. Maka marilah kita menghayati iman dalam hidup sehari-hari, dengan dan dalam iman kita hidup dan bertindak. Rasanya untuk membiasakan diri dalam hal penghayatan iman pertama-tama dalam hal atau perkara yang biasa-biasa saja, misalnya dalam hal makan, minum dan tidur, yang menjadi kegemaran banyak orang. Jika dalam hal atau perkara yang sederhana dan biasa ini orang tidak menghadapi masalah kiranya dengan mudah ia dapat menghayati iman dalam hal-hal atau perkara-perkara yang lebih besar dan rumit. Makan dan minum dengan iman berarti orang dapat menikmati jenis makanan dan minuman macam apapun asal tidak beracun atau membahayakan kesehatan tubuh. Maklum cukup banyak orang mengalami kesulitan atau hambatan ketika mereka berada di tempat lain/asing yang memiliki jenis makanan dan minuman berbeda dengan apa yang dinikmati setiap harinya. Maka marilah ketika kita berada di tempat lain/asing disediakan atau dihidangkan makanan dan minuman sesuai kebiasaan atau tradisi setempat, yang mungkin tidak sesuai dengan selera atau minat pribadi, kita santap dan nikmati makanan serta minuman tersebut dalam dan dengan iman. Marilah kita berpedoman: “Jika orang setempat makan dan minum yang sama tetap sehat dan tidak mati, maka saya makan dan minum pasti tetap sehat dan segar”. Jika makanan dan minuman tidak sesuai dengan selera tetapi sehat , maka langsung telan saja tanpa dikunyah dan percayalah Tuhan menganugerahi ‘mesin penggiling yang luar biasa’ untuk mengolah makanan dan minuman tersebut demi kesehatan dan kebugaran tubuh kita. Hal yang sama adalah tidur: ada orang sulit atau tidak dapat tidur ketika ganti tempat tidur/ditempat lain, yang berarti yang bersangkutan tidak/kurang beriman. Sekali lagi jika orang tidak mengalami kesulitan atau hambatan dalam menikmati aneka makanan dan minuman serta tidur, hemat saya yang bersangkutan selamat, damai sejahtera dan dengan demikian ia dapat dengan semangat iman hidup bersama, hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan baik. “Jadilah kepadamu menurut imanmu”
· “Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar perkataan-perkataan sebuah kitab, dan lepas dari kekelaman dan kegelapan mata orang-orang buta akan melihat. Orang-orang yang sengsara akan tambah bersukaria di dalam TUHAN, dan orang-orang miskin di antara manusia akan bersorak-sorak di dalam Yang Mahakudus” (Yes 29:18-19), demikian kata-kata hiburan yang penuh harapan dari Yesaya. Beriman memang harus dilengkapi atau disempurnakan dengan harapan dan cintakasih. Maka kepada siapapun yang merasa tuli, buta atau sengsara, entah secara spiritual maupun phisik, kami harapkan untuk tetap bergairah dan bergembira, ceria. Bukalah hati dan jiwa anda terhadap sapaan dan sentuhan Allah, agar dalam ketulian dan kebutaan maupun kesengsaraan anda dikuatkan dan digairahkan olehNya. Untuk itu memang butuh matiraga atau lakutapa, lebih-lebih secara lahir atau phisik (lihat: Ignatius Loyola, LR no 83-85) , misalnya: dalam hal makan dan tidur mengurangi apa yang normal bukan yang berlebihan, dalam hal badan atau tubuh, memberi padanya kesakitan yang terasa tetapi tidak membahayakan kesehatan tubuh. Tujuan lakutapa lahir atau matiraga adalah untuk “menyilih dosa-dosa masa lampau, mengalahkan diri dan mencari dan mendapatkan suatu rahmat atau anugerah, yang dikehendaki atua diinginkan” (ibid . no 87). Jika dalam lakutapa lahir orang menghasilkan buah-buah yang diharapkan, maka yang bersangkutan “akan tambah bersukaria dalam Tuhan, bersorak-sorai dalam Yang Mahakudus”. Lakutapa lahir kiranya juga merupakan bentuk cintakasih, yaitu mengasihi diri sendiri.
“Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN “ (Mzm 27:13-14)
Jakarta, 5 Desember 2008
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 10:21 AM 0 komentar
Link ke posting ini
Thursday, December 04, 2008
4 Des
“Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu”
(Yes 26:1-6; Mat 7:21.24-27)
“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”(Mat 7:21.24-27), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Ada sementara orang jika berdoa begitu panjang dan bertele-tele serta didoakan dengan suara lantang. Kiranya boleh dipertanyakan apakah orang yang bersangkutan sungguh berdoa atau menghafalkan kata-kata yang indah. Berdoa berarti berkomunikasi atau berwawancara dengan Tuhan, entah secara pribadi atau bersama. “Deus semper maior est” (=Tuhan senantiasa lebih besar), maka siapapun yang sungguh bertemu atau ‘bertatap muka’, tanpa berkata-kata apapun dan hanya ‘hadir di hadiratNya’ pasti akan dipengaruhi atau dikuasai karena Tuhan maha segalanya. Dipengaruhi atau dikuasai oleh Tuhan mau tidak mau harus mentaatiNya serta melaksanakan apa yang menjadi perintah atau kehendakNya. Keunggulan hidup beriman atau beragama terletak dalam penghayatan atau pelaksanaan bukan kata-kata atau omongan. “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu”, demikian sabda Yesus. Maha ketika ‘berada di hadirat Tuhan’, bertatap muka denganNya, pertama-tama dan terutama hendaknya ‘mendengarkan’ bukan ‘mendengar’ saja. ‘Mendengarkan’ butuh kerendahan hati, tanpa kerendahan hati kita tidak mampu mendengarkan dengan baik. Ingatlah dan hayatilah bahwa iman muncul dan tumbuh berkembang dalam dan melalui pendengaran. Bayi di dalam rahim ibu telah dapat mendengarkan, dan apa yang ia dengarkan akan membentuk kepribadiannya. Untuk menjadi terampil dalam mendengarkan kehendak dan perintah Tuhan kiranya kita dapat melatih diri dengan mendengarkan sesama dan saudara-saudari kita. Jika kita tidak dapat ‘mendengarkan’ apa yang dikatakan atau dilakukan oleh sesama kita, maka kita tidak akan mampu mendengarkan apa yang disabdakan atau diperintahkan oleh Tuhan. Marilah kita renungkan dan hayati sabda ini:"Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya." (Luk 11:28), “Memelihara” berarti melaksanakan atau menghayatinya.
· “Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal. Sebab Ia sudah menundukkan penduduk tempat tinggi; kota yang berbenteng telah direndahkan-Nya, direndahkan-Nya sampai ke tanah dan dicampakkan-Nya sampai ke debu” (Yes 26:4-5), demikian pesan atau nasihat Yesaya. “Percaya kepada Tuhan selama-lamanya”, sejak saat ini sampai mati, itulah panggilan dan tugas pengutusan kita semua orang beriman. Percaya kepada Tuhan berarti mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan alias beriman, sehingga memiliki cara hidup dan cara bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan serta hidup dan bertindak dengan rendah hati dimanapun dan kapanpun. Dengan semangat iman ia hidup bersama, hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tuhan senantiasa hidup dan berkarya dimana-mana atau dalam seluruh ciptaan-ciptaanNya tiada henti, terus menerus. Maka sebagai tanda bahwa kita sungguh beriman kiranya dapat mendengarkan dan menikmati karya Tuhan dalam ciptaan-ciptaanNya, terutama dalam diri manusia yang diciptakan sesuai dengan gambar atau citraNya. Dengan kata lain kita dipanggil untuk saling mendengarkan, mempercayai atau mengimani. Jauhkan aneka kecurigaan atau keraguan terhadap sesama dan saudara-saudari kita. Para pemimpin atau atasan hendaknya menjadi teladan dalam hal saling mendengarkan dan mempercayai ini, antara lain mendengarkan dan mempercayai bawahan atau anggota-anggotanya. Berilah kebebasan kepada bawahan atau anggota untuk mengerjakan apa yang telah ditugaskan kepadanya dengan kreatif dan dinamis, dan pada waktunya kita mohon laporan atau evaluasi. Marilah kita usahakan dan perdalam keutamaan saling mendengarkan dan mempercayai dalam kehidupan bersama kita dimanapun dan kapanpun, tentu saja terutama dan pertama-tama di dalam keluarga, keluarga yang menjadi dasar hidup bersama.
“Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia. Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN. Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku” (Mzm 118:8-9.19-21)
Jakarta, 4 Desember 2008
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 1:17 PM 0 komentar
Link ke posting ini
Ini telah dibuka RAHASIANYA oleh Feifei.fairy
Binatang (666), Patung dan Nabi Palsu
Di dalam kitab Wahyu saya menemukan ayat berikut:
Bilangan Iblis adalah 666
Wahyu 13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah 666.
Binatang dan Patungnya akan menuntut penyembahan (gila disembah), dan barangsiapa menolak menyembahnya akan dibunuh
Wahyu 13
15 Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.
16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
17 dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
Binatang dan Nabi Palsunya itu, ibarat 2 sosok dwi tunggal yang tak terpisahkan. Dan nabi palsu itu hanya ada 1, serta pengaruhnya mendunia:
Wahyu 19:20 Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.
Wahyu 20:10 dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.
Nubuat dalam kitab Wahyu itu, ternyata sudah digenapi 600 tahun kemudian, yaitu dengan munculnya ISLAM.
1) Bilangan AWLOH = 66
Sumber: http://en.wikipedia .org/wiki/ Allah
Abjad adalah sistem (penomoran) numerik kuno dalam dunia arab (dunia yg berbahasa arab). Dalam sistem ini setiap huruf dari 28 huruf yg ada dalam alfabet Arab digambarkan dalam angka berupa unit satuan, puluhan, dan ratusan hingga ke ribuan. Nilai numerik dari huruf Allah (الله)menurut sistem abjad Arab Tradisional tsb adalah berjumlah 66.
2) Patung yang dimaksud adalah Ka'bah
Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 2, Number 24:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar:
Rasul Allah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk memerangi orang2 sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, dan melakukan sembahyang dengan sempurna dan membayar zakat, sehingga jika mereka melakukan hal itu, maka selamatlah nyawa dan harta mereka dariku kecuali dari hukum2 Islam dan amal mereka akan dihitung oleh Allah.”
3) Dwi Tunggal = Binatang dan Nabi Palsu = Awloh dan Rasulnya
QS 4:14
Dan barangsiapa yg mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan -Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yg menghinakan.
QS 33:57
Sesungguhnya orang-orang yg menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yg menghinakan.
QS 58:5
Sesungguhnya orang-orang yg menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yg sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti yg nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yg menghinakan.
Kenapa saya begitu naif berani menghubungkannya dengan ISLAM? Karena ISLAM itu JAHAT!
Cuma ada satu cara untuk membedakan mana yang datang dari Tuhan dan mana yang datang dari Iblis, yaitu YANG JAHAT sudah pasti datangnya dari IBLIS. Ini bukan lagi zaman baheula, di mana dunia ini masih dianggap sebagai TUJUAN AKHIR-nya. Ini ABAD MASEHI, di mana SURGA & NERAKA sudah dijanjikan.. Tujuan Akhir hidup semua manusia pada era ini tertuju pada Surga atau Neraka. Pemisahan antara BAIK & JAHAT menjadi begitu jelas, dan Tuhan sudah membuat aturan: YANG BAIK akan KE SURGA, dan YANG JAHAT akan KE NERAKA.
Karena saya menyadari bahwa Islam itu adalah JAHAT, maka saya menjadi semakin YAKIN bahwa Islam itu datangnya dari Setan, setelah saya mendapat informasi bahwa BILANGAN AWLOH adalah 66, di mana bilangan ini sangat mirip dengan angka setan (666).
Selain itu, 666 juga sangat dekat dengan angka tahun permulaan lahirnya Islam, di mana Islam mulai muncul di dunia pada tahun 600-an Masehi. Bila seandainya Islam muncul pada tahun 700-an, atau 900-an, atau 1300-an, tentu saja angka 666 tidak bisa dihubungkan dengan angka tahun lahirnya Islam. Terlebih lagi Muhammad lahir pada abad ke-6, dan total usia Muhammad juga 60-an.
Satu lagi, lafal awloh bila ditambah "BISMI" di sebelah kanan dan 2 simbol pedang jihad bersilang di sebelah kiri, akan menyerupai angka 666 dalam abjad Yunani.
Dan hebatnya lagi, simbol Bulan Sabit, yang sudah dinubuatkan sejak ±700 tahun Sebelum Masehi sebagai simbol LUCIFER (Iblis yang dicampakkan ke bumi), malah dipakai sebagai simbol Awloh. Dan apakah Islam itu tidak tahu, kalau simbol bulan sabit (serta bintangnya) adalah simbol DEWA BULAN?
Yesaya 14:12 berbunyi:
Wah, engkau sudah jatuh dari langit,
hai Hilal bin Sahar (Sang Bulan Bintang),
engkau sudah dipecahkan dan
jatuh ke bumi,
hai yang mengalahkan
bangsa-bangsa!
Kemudian, simbol itu dipakai oleh Awloh:
Gambar di atas, adalah sebuah ilustrasi bahwa muslim ketika sholat (sembahyang) mereka sesungguhnya sedang menyembah BINATANG & PATUNGNYA seperti yang digambarkan dalam kitab nubuat.
BINATANG (666), PATUNG & NABI PALSU = AWLOH, KA'BAH & MUHAMMAD
Siapa yang hendak menyanggah fakta ini, silakan bantah dengan logika!
Dasar kepercayaan iman muslim dibangun diatas dusta,kebohongan dan teror pembunuhan yang biadab dimana saat zaman dan waktu sudah berubah kebenaran yang ada diungkapkan dan tidak bisa dihalangi ataupun dibendung serta kejahatan pembunuhan sudah dapat diantisipasi dan diminimalkan maka saat itu juga ambang kehancuran islam akan terjadi dan pada saatnya islam akan lenyap dan ini pasti terwujud dimana setelah islam lenyap dimulai tatanan dunia baru yang penuh kedamaian yang tentunya di dambakan setiap individu didalam hati nurani yang terdalam.
Feifei.fairy
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 1:07 PM 0 komentar
Link ke posting ini
Wednesday, December 03, 2008
3 Des
"Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada segala makhluk”
(1Kor 9:16-19.22-23; Mrk 16:15-20)
“Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.”(Mrk 16:15-20), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta St.Fransiskus Xaverius hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Dalam sejarah Ordo Serikat Yesus, yang didirikan oleh Ignatius Loyola, pada masa awal derap langkah hidup bersama dan pelayanannya pernah memperoleh tegoran dari petinggi Gereja Katolik, Kepausan:, kurang lebih berbunyi demikian: “Mengapa para anggota Serikat Yesus sebagai religius atau biarawan tidak atau jarang berdoa bersama seperti para anggota lembaga hidup bakti yang lain?”. Menanggapi tegoran ini dengan cerdas Nadal, sekretaris Ignatius Loyola menyampaikan penjelasan kurang lebih sebagai berikut: “Kami ini adalah pengikut Santo Paulus yang terus berjalan dan berkeliling dunia untuk memberitakan Kabar Baik”. Dalam sejarah Gereja ada dua tokoh awal sebagai dasar atau pondasi yaitu Petrus, yang selanjutnya diteruskan oleh para Paus, yang bertahta di Roma dan Paulus yang berkeliling dunia, yang rasanya diteruskan oleh para anggota Lembaga Hidup Bakti atau biarawan-biarawati yang bersifat mondial. Fransiskus Xaverius yang kita kenangkan hari ini adalah contoh konkret pengikut atau penerus Paulus, yang berkeling dunia, ‘pergi ke seluruh dunia untuk membertakan Injil kepada segala makhluk’, maka ia juga diberi gelar sebagai salah satu Pelindung Misi. Maka baiklah dalam mengenangkan pesta St.Fransiskus Xaverius hari ini kita mengenangkan panggilan missioner kita masing-masing: sejauh mana dalam derap langkah atau kepergian ke manapun dan dimanapun senantiasa memberitakan apa yang baik dan membahagiakan atau sejauh mana apa yang kita lakukan dan katakan senantiasa adalah apa yang baik dan membahagiakan. Sebagaimana disabdakan oleh Yesus di atas jika kita sungguh beriman tidak perlu takut dan gentar menghadapi aneka macam ‘rayuan atau godaan setan’ yang menggejela dalam diri sesama dan saudara-saudari kita: dalam dan dengan iman kita akan mampu mengatasi aneka tantangan dan hambatan, sebagaimana telah dihayati oleh Fransiskus Xaverius dalam perjalanannya mengelilingi dunia sambil mewartakan Kabar Baik.
· “Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil” (1Kor 9:16) , demikian kesaksian Paulus kepada umat di Korintus, kepada kita semua orang beriman. Injil adalah Warta Gembira, maka memberitakan Injil berarti memberitakan warta gembira, apa yang menggembirakan dan menyelamatkan atau mensejahterakan. Siapapun yang tidak memberitakan apa yang menggembirakan alias aneka macam bentuk kejahatan atau penyelewengan pasti akan celaka, tidak perlu dihukum ia sudah terhukum dengan sendirinya, antara lain semakin dijauhi oleh sesamanya atau saudara-saudarinya. Marilah kita saling berlomba dalam menggembirakan sesama atau saudara-saudari kita dimanapun dan kapanpun, tanpa pandang bulu, SARA, usia, pangkat atau kedudukan, dst.. Jika kita mampu menggembirakan orang lain hendaknya juga tidak menjadi sombong, melainkan tetap rendah hati, karena apa yang kita lakukan atau berikan kepada orang lain tidak lain adalah kasih karunia Allah yang telah kita terima secara melimpah ruah. Memang agar kita dapat menggembirakan orang lain diri kita sendiri harus gembira, ceria dan selamat. Tidak ada alasan untuk tidak gembira karena kita telah menerima kasih karunia Allah secara melimpah ruah melalui sesama atau saudara-saudari kita. Kegembiraan dan keceriaan diri kita pada dasarnya sudah bersifat missioner, karena siapapun yang melihat atau hidup bersama dengan orang gembira pasti akan tergerak atau termotivasi untuk ikut bergembira juga. Jika kita gembira dan ceria kiranya akan tahan terhadap aneka macam jenis serangan virus penyakit dan dengan demikian kita tetap sehat wal’afiat, damai sejahtera, gembira serta ceria.
“Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!” (Mzm 117)
Jakarta, 3 Desember 2008
ingin berkomentar lebih jauh anda dapat mengirim email ke danielbaraparatu@rocketmail.com
Kalau ada komentar dari anda silahkan klik comments
Diposting oleh Pergumulan Hamba Tuhan di 7:54 AM 0 komentar
Link ke posting ini
Older Posts
Subscribe to: New window: Posts (Atom)
My Blog List
New window: ESPN.com
New window: Sources: Marrone takes Syracuse coaching job - New Orleans Saints offensive coordinator/offensive line coach Doug Marrone has accepted the head coaching position at Syracuse University and will be on ca...
11 minutes ago
New window: MarketWatch.com - Top Stories
New window: Thomas Kostigen's Ethics Monitor: Time to get tough on carbon pollution and make it a crime - There may be no better or more serious way to mitigate climate change and its effects than to make polluting illegal. Let’s cut through the hogwash and the...
23 minutes ago
New window: BBC News | News Front Page | World Edition
New window: Smith warns of Zimbabwe 'influx' - The home secretary has warned the cabinet of an influx of Zimbabweans following the cholera outbreak, the BBC learns.
1 hour ago
New window: Google News
New window: Fla. investigators hurry to ID child's remains - The Associated Press - ABC News*Fla. investigators hurry to ID child's remains* *The Associated Press - 1 hour ago* ORLANDO, Fla. (AP) - A team of medical examiners and detective...
1 hour ago
New window: Christian Science Monitor | Top Stories
New window: Housing: the key to economic revival? - The next bailout could focus on homeowners headed for default.
3 hours ago
New window: NPR: 7AM ET News Summary
New window: NPR Hourly Newscast - A brief update of the top news of the hour
13 hours ago
Win:
Slideshow
Win:
Ketika anda kekeringan rohani, beban masalah menghimpit dan sementara anda merasa tidak ada .......
My Photo
Daniel Bara Pa Ratu Kelapa Gading, DKI Jakarta, Indonesia Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih. berdirilah teguh. jangan goyah dan giatlah dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia
View my complete profile
Win:
Filmku
IFRAME removed
Win:
Video Bar
didukung oleh
New window: IMG
Win:
Koranku
Apple Google Microsoft
New window: App marketing falls on developers, not Apple
Macworld
, USA
- 12 Des 2008
- 3 jam yang lalu
New window: Artikel Terkait »
New window: cuplikan dari Google - 12/2008
New window: Apple code crashes, locks up Mac clones, Psystar claims
Computerworld
, USA
- 12 Des 2008
- 7 jam yang lalu
New window: Artikel Terkait »
New window: cuplikan dari Google - 12/2008
New window: Big Apple makes big impact in Vegas
MLB.com
- 12 Des 2008
- 4 jam yang lalu
New window: Artikel Terkait »
New window: cuplikan dari Google - 12/2008
New window: 3D desktop revealed in Apple patent filing
CNET News
, USA
- 12 Des 2008
- 4 jam yang lalu
New window: Artikel Terkait »
New window: cuplikan dari Google - 12/2008
didukung oleh
Win:
Powered By Blogger
Win:
Melayani melayani lebih sungguh
Layanilah Tuhan AllahMu
Win:
Dukung dan Doakan
Semua program yang telah kami buat agar diberkati Tuhan dan terus berkelanjutan.
Win:
Andalkan Tuhan dalam menjalani hidup
MissionLink http://dansoindo.tk
Win:
Ilustrasi Alkitab
Bagaimana Anda MEmpelajari Alkitab
Win:
Apakah anda telah membaca Alkitab
IFRAME removed
Win:
Program Mimbar Kristen
▼ 1990 (29)
▼ June (10)
▼ Jun 06 (2)
Kematian Fisik Kontradiksi Zebedeus
► Jun 09 (1)
► Jun 14 (1)
► Jun 16 (1)
► Jun 19 (1)
► Jun 21 (1)
► Jun 23 (1)
► Jun 26 (1)
► Jun 28 (1)
► July (18)
► Jul 02 (1)
► Jul 03 (3)
► Jul 06 (1)
► Jul 10 (2)
► Jul 12 (1)
► Jul 14 (2)
► Jul 17 (2)
► Jul 25 (2)
► Jul 26 (1)
► Jul 27 (1)
► Jul 28 (1)
► Jul 31 (1)
► August (1)
► Aug 10 (1)
► 2004 (111)
► October (3)
► Oct 30 (3)
► November (51)
► Nov 02 (7)
► Nov 03 (3)
► Nov 04 (3)
► Nov 05 (2)
► Nov 08 (5)
► Nov 10 (5)
► Nov 11 (2)
► Nov 24 (13)
► Nov 25 (2)
► Nov 26 (5)
► Nov 29 (4)
► December (57)
► Dec 02 (8)
► Dec 03 (8)
► Dec 06 (4)
► Dec 07 (2)
► Dec 08 (2)
► Dec 14 (10)
► Dec 17 (10)
► Dec 21 (8)
► Dec 22 (5)
► 2005 (523)
► January (87)
► Jan 09 (32)
► Jan 11 (9)
► Jan 12 (2)
► Jan 13 (2)
► Jan 14 (7)
► Jan 18 (6)
► Jan 20 (7)
► Jan 31 (22)
► February (39)
► Feb 03 (6)
► Feb 04 (2)
► Feb 08 (6)
► Feb 10 (3)
► Feb 11 (1)
► Feb 15 (5)
► Feb 17 (2)
► Feb 18 (4)
► Feb 21 (2)
► Feb 25 (5)
► Feb 26 (2)
► Feb 28 (1)
► March (39)
► Mar 01 (1)
► Mar 08 (9)
► Mar 09 (1)
► Mar 10 (1)
► Mar 15 (6)
► Mar 16 (1)
► Mar 18 (2)
► Mar 22 (5)
► Mar 23 (2)
► Mar 24 (2)
► Mar 28 (4)
► Mar 29 (1)
► Mar 30 (3)
► Mar 31 (1)
► April (45)
► Apr 01 (2)
► Apr 05 (5)
► Apr 07 (3)
► Apr 13 (5)
► Apr 15 (3)
► Apr 21 (4)
► Apr 25 (2)
► Apr 26 (1)
► Apr 28 (2)
► Apr 29 (18)
► May (31)
► May 02 (2)
► May 06 (1)
► May 10 (5)
► May 11 (3)
► May 12 (2)
► May 16 (4)
► May 17 (1)
► May 20 (3)
► May 23 (1)
► May 25 (4)
► May 26 (2)
► May 27 (1)
► May 30 (1)
► May 31 (1)
► June (28)
► Jun 01 (3)
► Jun 02 (1)
► Jun 03 (2)
► Jun 06 (1)
► Jun 07 (1)
► Jun 08 (1)
► Jun 09 (1)
► Jun 10 (1)
► Jun 13 (3)
► Jun 15 (1)
► Jun 16 (2)
► Jun 17 (1)
► Jun 20 (1)
► Jun 21 (2)
► Jun 22 (1)
► Jun 23 (1)
► Jun 24 (1)
► Jun 25 (1)
► Jun 28 (1)
► Jun 30 (2)
► July (36)
► Jul 06 (2)
► Jul 07 (8)
► Jul 12 (5)
► Jul 13 (1)
► Jul 14 (2)
► Jul 15 (1)
► Jul 19 (3)
► Jul 21 (3)
► Jul 22 (2)
► Jul 25 (1)
► Jul 26 (2)
► Jul 27 (2)
► Jul 28 (1)
► Jul 29 (3)
► August (58)
► Aug 02 (11)
► Aug 03 (5)
► Aug 04 (2)
► Aug 05 (2)
► Aug 08 (3)
► Aug 10 (6)
► Aug 11 (1)
► Aug 12 (4)
► Aug 13 (1)
► Aug 18 (3)
► Aug 19 (1)
► Aug 22 (4)
► Aug 23 (2)
► Aug 24 (1)
► Aug 25 (4)
► Aug 29 (5)
► Aug 30 (3)
► September (39)
► Sep 01 (3)
► Sep 07 (4)
► Sep 08 (2)
► Sep 09 (2)
► Sep 15 (6)
► Sep 16 (3)
► Sep 19 (4)
► Sep 20 (5)
► Sep 21 (1)
► Sep 22 (1)
► Sep 23 (2)
► Sep 26 (2)
► Sep 27 (1)
► Sep 28 (1)
► Sep 29 (1)
► Sep 30 (1)
► October (68)
► Oct 03 (2)
► Oct 04 (1)
► Oct 05 (1)
► Oct 06 (1)
► Oct 07 (1)
► Oct 11 (1)
► Oct 12 (1)
► Oct 13 (1)
► Oct 14 (3)
► Oct 17 (2)
► Oct 18 (19)
► Oct 19 (1)
► Oct 20 (1)
► Oct 21 (26)
► Oct 24 (1)
► Oct 25 (1)
► Oct 26 (1)
► Oct 27 (1)
► Oct 28 (1)
► Oct 31 (2)
► November (19)
► Nov 07 (1)
► Nov 08 (4)
► Nov 09 (1)
► Nov 10 (1)
► Nov 11 (2)
► Nov 14 (2)
► Nov 15 (1)
► Nov 16 (1)
► Nov 21 (2)
► Nov 22 (1)
► Nov 24 (2)
► Nov 25 (1)
► December (34)
► Dec 05 (5)
► Dec 06 (1)
► Dec 08 (3)
► Dec 10 (2)
► Dec 18 (7)
► Dec 20 (1)
► Dec 21 (1)
► Dec 23 (2)
► Dec 28 (3)
► Dec 29 (9)
► 2006 (308)
► January (30)
► Jan 03 (1)
► Jan 04 (2)
► Jan 05 (1)
► Jan 06 (1)
► Jan 09 (2)
► Jan 10 (4)
► Jan 11 (2)
► Jan 12 (1)
► Jan 13 (1)
► Jan 16 (1)
► Jan 17 (2)
► Jan 18 (2)
► Jan 19 (1)
► Jan 20 (1)
► Jan 23 (1)
► Jan 30 (7)
► February (29)
► Feb 02 (4)
► Feb 03 (2)
► Feb 07 (2)
► Feb 10 (6)
► Feb 13 (1)
► Feb 15 (2)
► Feb 16 (1)
► Feb 17 (1)
► Feb 20 (3)
► Feb 22 (2)
► Feb 23 (1)
► Feb 24 (1)
► Feb 27 (1)
► Feb 28 (2)
► March (33)
► Mar 01 (2)
► Mar 02 (2)
► Mar 03 (1)
► Mar 06 (2)
► Mar 07 (1)
► Mar 08 (3)
► Mar 09 (1)
► Mar 13 (3)
► Mar 14 (1)
► Mar 15 (1)
► Mar 16 (1)
► Mar 17 (3)
► Mar 20 (3)
► Mar 23 (2)
► Mar 24 (2)
► Mar 29 (5)
► April (36)
► Apr 04 (6)
► Apr 05 (2)
► Apr 07 (8)
► Apr 11 (4)
► Apr 12 (3)
► Apr 17 (6)
► Apr 19 (1)
► Apr 21 (1)
► Apr 24 (1)
► Apr 26 (1)
► Apr 28 (3)
► May (30)
► May 01 (5)
► May 02 (16)
► May 09 (6)
► May 15 (1)
► May 19 (1)
► May 29 (1)
► June (40)
► Jun 06 (8)
► Jun 09 (5)
► Jun 12 (1)
► Jun 14 (7)
► Jun 15 (1)
► Jun 16 (1)
► Jun 19 (4)
► Jun 21 (2)
► Jun 22 (2)
► Jun 23 (2)
► Jun 26 (2)
► Jun 27 (1)
► Jun 28 (1)
► Jun 30 (3)
► July (31)
► Jul 01 (1)
► Jul 03 (1)
► Jul 05 (2)
► Jul 06 (2)
► Jul 10 (4)
► Jul 14 (2)
► Jul 17 (8)
► Jul 20 (3)
► Jul 21 (2)
► Jul 25 (3)
► Jul 28 (2)
► Jul 31 (1)
► August (21)
► Aug 10 (4)
► Aug 11 (2)
► Aug 12 (1)
► Aug 28 (10)
► Aug 30 (2)
► Aug 31 (2)
► September (18)
► Sep 01 (1)
► Sep 29 (4)
► Sep 30 (13)
► October (5)
► Oct 05 (5)
► November (15)
► Nov 10 (3)
► Nov 13 (1)
► Nov 15 (2)
► Nov 21 (4)
► Nov 22 (1)
► Nov 27 (4)
► December (20)
► Dec 04 (4)
► Dec 14 (16)
► 2007 (297)
► May (17)
► May 21 (10)
► May 22 (1)
► May 23 (6)
► June (1)
► Jun 04 (1)
► July (3)
► Jul 30 (3)
► August (9)
► Aug 08 (6)
► Aug 23 (3)
► September (108)
► Sep 03 (5)
► Sep 11 (1)
► Sep 14 (2)
► Sep 17 (15)
► Sep 18 (4)
► Sep 19 (34)
► Sep 24 (4)
► Sep 25 (21)
► Sep 26 (16)
► Sep 27 (1)
► Sep 28 (5)
► October (128)
► Oct 02 (2)
► Oct 03 (2)
► Oct 04 (6)
► Oct 05 (45)
► Oct 09 (18)
► Oct 10 (19)
► Oct 18 (7)
► Oct 19 (1)
► Oct 22 (8)
► Oct 23 (14)
► Oct 24 (5)
► Oct 25 (1)
► November (19)
► Nov 13 (3)
► Nov 15 (1)
► Nov 16 (1)
► Nov 19 (2)
► Nov 20 (1)
► Nov 21 (1)
► Nov 22 (2)
► Nov 27 (4)
► Nov 28 (1)
► Nov 29 (3)
► December (12)
► Dec 04 (1)
► Dec 07 (1)
► Dec 10 (1)
► Dec 11 (1)
► Dec 17 (4)
► Dec 27 (4)
► 2008 (313)
► January (37)
► Jan 03 (2)
► Jan 04 (8)
► Jan 07 (3)
► Jan 08 (1)
► Jan 09 (2)
► Jan 11 (1)
► Jan 14 (3)
► Jan 16 (2)
► Jan 17 (1)
► Jan 18 (1)
► Jan 21 (3)
► Jan 22 (1)
► Jan 23 (2)
► Jan 28 (4)
► Jan 31 (3)
► February (10)
► Feb 01 (2)
► Feb 13 (1)
► Feb 15 (3)
► Feb 18 (4)
► March (41)
► Mar 03 (13)
► Mar 06 (3)
► Mar 14 (8)
► Mar 25 (12)
► Mar 27 (1)
► Mar 28 (1)
► Mar 31 (3)
► April (30)
► Apr 02 (2)
► Apr 03 (2)
► Apr 04 (1)
► Apr 08 (4)
► Apr 10 (1)
► Apr 11 (1)
► Apr 14 (4)
► Apr 17 (1)
► Apr 18 (1)
► Apr 21 (4)
► Apr 22 (1)
► Apr 23 (1)
► Apr 28 (5)
► Apr 29 (1)
► Apr 30 (1)
► May (27)
► May 02 (2)
► May 05 (4)
► May 06 (1)
► May 09 (2)
► May 12 (4)
► May 13 (1)
► May 14 (1)
► May 15 (1)
► May 16 (1)
► May 19 (2)
► May 22 (3)
► May 26 (4)
► May 29 (1)
► June (24)
► Jun 02 (3)
► Jun 04 (1)
► Jun 09 (4)
► Jun 10 (1)
► Jun 17 (8)
► Jun 23 (3)
► Jun 24 (2)
► Jun 26 (1)
► Jun 27 (1)
► July (15)
► Jul 08 (1)
► Jul 10 (2)
► Jul 11 (1)
► Jul 15 (3)
► Jul 20 (3)
► Jul 25 (1)
► Jul 26 (2)
► Jul 28 (1)
► Jul 29 (1)
► August (30)
► Aug 01 (4)
► Aug 04 (2)
► Aug 06 (1)
► Aug 07 (1)
► Aug 14 (7)
► Aug 15 (1)
► Aug 19 (4)
► Aug 20 (1)
► Aug 21 (1)
► Aug 22 (1)
► Aug 25 (3)
► Aug 26 (1)
► Aug 27 (1)
► Aug 28 (2)
► September (33)
► Sep 02 (5)
► Sep 03 (1)
► Sep 04 (1)
► Sep 05 (1)
► Sep 08 (3)
► Sep 09 (1)
► Sep 10 (1)
► Sep 11 (1)
► Sep 12 (2)
► Sep 15 (3)
► Sep 16 (1)
► Sep 17 (1)
► Sep 22 (5)
► Sep 23 (1)
► Sep 24 (1)
► Sep 25 (1)
► Sep 26 (1)
► Sep 29 (3)
► October (26)
► Oct 06 (7)
► Oct 07 (1)
► Oct 08 (1)
► Oct 09 (1)
► Oct 10 (1)
► Oct 11 (1)
► Oct 14 (3)
► Oct 15 (1)
► Oct 16 (1)
17 Okt
► Oct 17 (1)
18 Okt
► Oct 20 (3)
19 Okt 20 Okt. 21 Okt
► Oct 22 (2)
22 Okt 23 Okt
► Oct 23 (1)
24 Okt
► Oct 24 (1)
25 Okt
► Oct 27 (1)
26 Okt Mg Biasa XXX
► November (27)
► Nov 03 (4)
1 Nop 2 Nop 3 Nop 4 Nop
► Nov 06 (3)
5 Nov 6 Nov 7 Nov
► Nov 07 (1)
8 Nov
► Nov 10 (3)
9 Nov 10 Nov 11 Nov
► Nov 11 (1)
12 Nov
► Nov 14 (2)
13 Nov 14 Nov
► Nov 25 (9)
15 Nov 16 Nov 17 Nov 18 Nov 22 Nov 23 Nov 24 Nov 25 Nov 26 Nov
► Nov 26 (1)
27 Nov
► Nov 28 (2)
28 Nov 29 Nov
► Nov 29 (1)
30 Nov
► December (13)
► Dec 01 (2)
1 Des 2 Des
► Dec 03 (1)
3 Des
► Dec 04 (2)
Ini telah dibuka RAHASIANYA oleh Feifei.fairy 4 Des
► Dec 05 (2)
5 Des 6 Des
► Dec 07 (1)
7 Des
► Dec 09 (3)
8 Des 9 Des 10 Des
► Dec 10 (1)
11 Des
► Dec 11 (1)
12 Des
Win:
program
Belajar Web
Win:
MissionCARE
MissionCARE
WorldCARE
Win:
Bergabunglah bersama kami dan bantulah para Hamba Tuhan di pedalaman
missioncare
Win:
http://www.theworldcare.com
baru
Win:
Community bloglogku
IFRAME removed
Win:
Subscribe To http://www.missioncarepmmi.org
Posts
New window: IMG New window: IMG New window: IMG New window: IMG New window: IMG New window: IMG Atom
Posts
All Comments
New window: IMG New window: IMG New window: IMG New window: IMG New window: IMG New window: IMG Atom
All Comments
Win:
Slideshow
Win:
Data My Blog
New window: BBC News | News Front Page | World Edition
New window: Smith warns of Zimbabwe 'influx' - The home secretary has warned the cabinet of an influx of Zimbabweans following the cholera outbreak, the BBC learns.
1 hour ago
New window: Christian Science Monitor | Top Stories
New window: Housing: the key to economic revival? - The next bailout could focus on homeowners headed for default.
3 hours ago
New window: ESPN.com
New window: Sources: Marrone takes Syracuse coaching job - New Orleans Saints offensive coordinator/offensive line coach Doug Marrone has accepted the head coaching position at Syracuse University and will be on ca...
11 minutes ago
New window: Google Blog Search: dansoindo
New window: Pelita Dalam Harapan (ASA) - Monday, June 12, 2006. Uni Saat ini merupakan saat yang mengembirakan buat saya. Sebentar lagi kami akan mengadakan reuni SMA angkatan tahun 90. Jadi saya ...
3 months ago
New window: Google News
New window: Fla. investigators hurry to ID child's remains - The Associated Press - ABC News*Fla. investigators hurry to ID child's remains* *The Associated Press - 1 hour ago* ORLANDO, Fla. (AP) - A team of medical examiners and detective...
1 hour ago
New window: MarketWatch.com - Top Stories
New window: Thomas Kostigen's Ethics Monitor: Time to get tough on carbon pollution and make it a crime - There may be no better or more serious way to mitigate climate change and its effects than to make polluting illegal. Let’s cut through the hogwash and the...
23 minutes ago
New window: NPR: 7AM ET News Summary
New window: NPR Hourly Newscast - A brief update of the top news of the hour
13 hours ago
New window: www.missioncareonline.com
-
Win:
Komputer
New window: AppleNew window: GoogleNew window: Microsoft
San Jose Mercury News - New window: Biz break: Another Yahoo investor seeks Microsoft search deal
didukung oleh
Win:
Videoku
didukung oleh
New window: IMG
Win:
Selamat Datang di Blogg ini
IFRAME removed
Win:
_WidgetManager._Init('http://www.blogger.com/rearrange?blogID=8937892', 'http://dansoindomychurch.blogspot.com/','8937892'); _WidgetManager._SetPageActionUrl('http://www.blogger.com/display?blogID=8937892', '_u4sjqguhvR12zRakUWCxOu2Dvw:1229045254049'); _WidgetManager._SetDataContext([{'name': 'blog', 'data': {'title': 'Dansoindo My Church', 'pageType': 'index', 'url': 'http://dansoindomychurch.blogspot.com/', 'homepageUrl': 'http://dansoindomychurch.blogspot.com/', 'pageName': '', 'pageTitle': 'Dansoindo My Church', 'encoding': 'UTF-8', 'isPrivate': false, 'languageDirection': 'ltr', 'feedLinks': '\74link rel\75\42alternate\42 type\75\42application/atom+xml\42 title\75\42Dansoindo My Church - Atom\42 href\75\42http://dansoindomychurch.blogspot.com/feeds/posts/default\42 /\76\n\74link rel\75\42alternate\42 type\75\42application/rss+xml\42 title\75\42Dansoindo My Church - RSS\42 href\75\42http://dansoindomychurch.blogspot.com/feeds/posts/default?alt\75rss\42 /\76\n\74link rel\75\42service.post\42 type\75\42application/atom+xml\42 title\75\42Dansoindo My Church - Atom\42 href\75\42http://www.blogger.com/feeds/8937892/posts/default\42 /\76\n\74link rel\75\42EditURI\42 type\75\42application/rsd+xml\42 title\75\42RSD\42 href\75\42http://www.blogger.com/rsd.g?blogID\758937892\42 /\076', 'meTag': '\74link rel\75\42me\42 href\75\42http://www.blogger.com/profile/15195980366159173427\42 /\76\n', 'openIdOpTag': '\74link rel\75\42openid.server\42 href\75\42http://www.blogger.com/openid-server.g\42 /\76\n', 'latencyHeadScript': ''}}]); _WidgetManager._SetSystemMarkup({'layout': {'varName': '', 'template': '\74div class\75\47widget-wrap1\47\76\n\74div class\75\47widget-wrap2\47\76\n\74div class\75\47widget-wrap3\47\76\n\74div class\75\47widget-content\47\76\n\74div class\75\47layout-title\47\76\74data:layout-title\76\74/data:layout-title\76\74/div\76\n\74a class\75\47editlink\47 expr:href\75\47data:widget.quickEditUrl\47 expr:onclick\75\47\46quot;return _WidgetManage
Subscribe to:
Posts (Atom)
